Bendol Tersengat Ucapan Legenda Sepakbola Kamerun
Editor Bolanet | 18 Maret 2015 22:26
- Legenda sepak bola Kamerun, Roger Milla, mengeluarkan pernyataan pedas terkait rencana uji coba melawan tim nasional Indonesia senior. Roger Milla mengungkapkan, jika rencana negaranya lawan Indonesia dan Thailand yang dibuat Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT), sungguh memalukan.
Roger Milla juga menyatakan bahwa FECAFOOT merencanakan uji coba tersebut tidak dengan standarisasi yang tepat. Striker yang pernah memperkuat klub Indonesia, Pelita Jaya, tersebut menuturkan bahwa Indonesia dan Thailand merupakan tim yang punya level jauh di bawah Kamerun.
Hal tersebut, kontan membuat Pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dollo, tersengat. Bendol- sapaan Benny Dollo- mengatakan bahkan hal tersebut tidak hanya melecehkan, namun juga menunjukkan arogansinya.
Sebagai warga negara Indonesia, saya pikir pernyataan itu tidak pantas dikeluarkan oleh pemain sekalibernya, kata Benny Dollo.
Dipaparkannya lagi, uji coba Kamerun lawan Indonesia dan Thailand, langkah yang cukup tepat. Terlebih ditegaskannya, uji coba tersebut akan membantu negara Asia Tenggara untuk berkembang.
Pernyataannya seolah-seolah tidak ingin negara lain berkembang dan tidak ada pemerataan di dunia sepak bola internasional. Padahal dulu, jelang Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, beberapa negara papan atas seperti Brasil pun pernah melakukan hal serupa. Jadi saya pikir apa yang dikatakannya terlalu berlebihan, tukasnya.
Lawan Spanyol atau Jerman sekalipun, bagi kami tidak masalah. Namun semoga para pemain nanti lebih terlecut semangatnya dengan pernyataan tersebut. Saya yakin, mereka mampu selama bermain dengan bersama-sama serta bekerja keras, pungkasnya. (esa/dzi)
Roger Milla juga menyatakan bahwa FECAFOOT merencanakan uji coba tersebut tidak dengan standarisasi yang tepat. Striker yang pernah memperkuat klub Indonesia, Pelita Jaya, tersebut menuturkan bahwa Indonesia dan Thailand merupakan tim yang punya level jauh di bawah Kamerun.
Hal tersebut, kontan membuat Pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dollo, tersengat. Bendol- sapaan Benny Dollo- mengatakan bahkan hal tersebut tidak hanya melecehkan, namun juga menunjukkan arogansinya.
Sebagai warga negara Indonesia, saya pikir pernyataan itu tidak pantas dikeluarkan oleh pemain sekalibernya, kata Benny Dollo.
Dipaparkannya lagi, uji coba Kamerun lawan Indonesia dan Thailand, langkah yang cukup tepat. Terlebih ditegaskannya, uji coba tersebut akan membantu negara Asia Tenggara untuk berkembang.
Pernyataannya seolah-seolah tidak ingin negara lain berkembang dan tidak ada pemerataan di dunia sepak bola internasional. Padahal dulu, jelang Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, beberapa negara papan atas seperti Brasil pun pernah melakukan hal serupa. Jadi saya pikir apa yang dikatakannya terlalu berlebihan, tukasnya.
Lawan Spanyol atau Jerman sekalipun, bagi kami tidak masalah. Namun semoga para pemain nanti lebih terlecut semangatnya dengan pernyataan tersebut. Saya yakin, mereka mampu selama bermain dengan bersama-sama serta bekerja keras, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Apakah Korea Selatan Masih Bisa Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 25 Juni 2026, 12:27
-
Man of the Match Ceko vs Meksiko: Mateo Chavez
Piala Dunia 25 Juni 2026, 10:35
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Korea Selatan: Thapelo Maseko
Piala Dunia 25 Juni 2026, 10:26
-
Gym Bag Anti Blunder! 5 Barang Wajib Biar Tetap Fresh Habis Olahraga
Lain Lain 25 Juni 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41










