Budi Sudarsono Ungkap Alasan Minimnya Penyerang Lokal yang Tajam di Timnas Indonesia
Asad Arifin | 21 April 2022 15:25
Bola.net - Timnas Indonesia sudah cukup lama tidak punya penyerang tajam yang performanya konsisten. Beberapa nama sempat mencuat, tetapi kemudian tenggelam. Eks penyerang Timnas, Budi Sudarsono, punya pendapat soal situasi itu.
Piala AFF 2020 menyisakan catatan untuk Timnas Indonesia. Meski berstatus runner-up, masih ada pekerjaan rumah untuk mencari striker yang bisa diandalkan. Padahal Indonesia sempat jadi gudangnya penyerang yang ditakuti di Asia Tenggara.
Nama-nama seperti Gendut Doni, Bambang Pamungkas, Ilham Jayakusuma, hingga Budi Sudarsono pernah jadi top skorer di Piala AFF (dulu Piala Tiger).
Persoalan lini depan ini membuat mantan penyerang Timnas Indonesia, Budi Sudarsono, angkat bicara. Dia menyampaikan pandangannya di kanal YouTube Akurasi TV. Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Tergerus Zaman
Mantan pelatih Persik Kediri tersebut melihat krisis striker yang dialami Timnas Indonesia bermula dari situasi di kompetisi Tanah Air. Para penyerang lokal sulit mendapat menit bermain karena formasi yang berkembang saat ini.
“Saya mengamati liga saat ini. Jam terbang striker lokal kurang sekali. Kebanyakan striker diisi pemain asing," ujar Budi.
"Mayoritas sekarang tim menggunakan satu striker. Kalau dulu, meski ada pemain asing formasi yang digunakan masih banyak menggunakan dua striker. Jadi satu striker asing, satunya lokal," katanya.
Kerap Berduet dengan Striker Asing

Di era Budi masih aktif bermain, banyak striker lokal yang jadi tandemi pemain asing. Sebab, kebanyakan tim masih menggunakan formasi dua pemain depan.
Budi Sudarsono beberapa kali berduet dengan penyerang asing. Salah satunya Cristian Gonzales ketika masih bermain di Persik Kediri.
Waktu itu Gonzales belum dinaturalisasi jadi warga negara Indonesia. Selain dia, Bambang Pamungkas, Gendut Doni dan lainnya juga merasakan situasi yang sama.
Di era sekarang, tren formasi satu striker di klub yang membuat masalah bagi Timnas Indonesia. Sehingga lebih banyak penyerang sayap yang muncul ketimbang striker murni.
"Sekarang makin modern tren nyajuga berbeda. Dengan formasi satu striker ini membuat jam terbang pemain lokal berkurang. Sehebat apapun kemampuannya, kalau jam terbang tidak ada, otomatis makin lama makin redup."
"Sebaliknya, striker yang punya kemampuan biasa, kalau dapat jam terbang lebih lama, mentalnya akan terbentuk," sambungnya.
Mudah Tertantang
Melihat minimnya kesempatan main di Liga 1, Budi berharap striker lokal tak mudah menyerah. Dia ingin menularkan semangatnya semasa bermain. Sebagai penyerang lokal, dia selau tak mau kalah di lapangan.
"Buat motivasi harusnya untuk menunjukkan bahwa striker lokal itu bisa. Dulu saya mudah termotivasi. Ketika ada teman yang bisa kalau lawan punya bek bagus, saya makin tertantang," ucap Budi Sudarsono.
"Saya juga jarang bertahan di tim dengan waktu agak lama. Saya sering pindah untuk membuktikan bahwa dimanapun bermain, saya bisa tampil bagus. Siapapun tantemnya," tegasnya.
Disadur dari Bola.com: Iwan Setiawan/Rizki Hidayat, 21 April 2022
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Timnas Indonesia U-23 Jelang SEA Games 2021: Marc Klok Datang, Ramai Rumakiek Hilang
Ultah ke-29, Apa Ambisi Marc Klok Bersama Persib Bandung dan Timnas Indonesia?
Pertama Langsung Lawan Vietnam, Ini Jadwal Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021
Bima Sakti Gantikan Shin Tae-yong Pimpin Timnas Indonesia U-19 di Turnamen Toulon, Prancis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


