Cerita Jayden Oosterwolde, Dihubungi Ibunya Setiap Bulan untuk Bertanya soal Kans Membela Timnas Indonesia

Serafin Unus Pasi | 21 Januari 2026 11:40
Cerita Jayden Oosterwolde, Dihubungi Ibunya Setiap Bulan untuk Bertanya soal Kans Membela Timnas Indonesia
Selebrasi Jayden Oosterwolde (tengah) usai mencetak gol untuk Fenerbahce (c) Fenerbahce Official

Bola.net - Gelandang Fenerbahce, Jayden Oosterwolde membagikan kisah personalnya mengenai dilema pemilihan tim nasional. Pemain yang berkarier di Liga Turki ini secara terbuka membahas tawaran yang datang dari tanah leluhurnya.

Oosterwolde mengakui bahwa dirinya memiliki ikatan darah dengan dua negara berbeda di luar benua biru. Keduanya yaitu Indonesia dan Suriname.

Advertisement

Oosterwolde lahir di Zwolle, Belanda pada 26 April 2001. Pesepak bola berumur 24 tahun tersebut menceritakan ibunya berasal dari Indonesia dan ayahnya dari Suriname.

"Ya, masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi tim nasional Belanda. Ibuku berasal dari Indonesia dan ayahku dari Suriname," ujar Oosterwolde dilansir Youtube A Spor.

1 dari 2 halaman

Kata-kata Jayden Oosterwolde

Untuk saat ini, Oosterwolde masih bertekad untuk menembus Timnas Belanda. Ia sama sekali belum pernah bermain untuk Oranje walau dari kelompok umur sekalipun.

Upaya untuk membawanya pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi ternyata dilakukan secara intensif melalui jalur keluarga. Ia membeberkan bahwa komunikasi mengenai hal tersebut rutin terjadi.

"Jadi, mereka menghubungi saya setiap bulan menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda," tutur Oosterwolde.

"Saya rasa saya punya peluang untuk itu dan untuk menunjukkan kemampuan saya di sana. Jadi, itulah hal yang ingin saya perjuangkan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Dihukum Penjara walau Percobaan

Namun, di tengah ambisi internasionalnya, Oosterwolde tengah tersandung kasus hukum yang cukup serius di Turki. Ia dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun, empat bulan, dan 14 hari.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi dalam laga derbi panas melawan Galatasaray pada 19 Mei 2024. Oosterwolde tidak sendirian, karena pemain dan staf dari timnya juga menerima vonis serupa.

Beruntung bagi Oosterwolde, hukuman itu bersifat percobaan atau ditangguhkan. Hal ini berarti mereka tidak benar-benar mendekam di balik jeruji besi, namun tetap berada dalam pengawasan hukum ketat.

(Bola.net/Fitri Apriani)

LATEST UPDATE