Cerita Septian David dan Stick Billiard Hingga Menjadi Bintang Timnas Indonesia
Serafin Unus Pasi | 3 Juli 2020 18:52
Bola.net - Septian David Maulana merupakan salah satu pemain yang selalu menjadi langganan timnas Indonesia. Sejak tergabung dalam skuat Piala AFF U-16 tahun 2011, namanya selalu menghiasi tim Merah Putih hingga level senior.
Punya akselerasi bagus dan kemampuan mengatur tempo permainan, membuat David menjadi pilihan di lini tengah. Dia bertransformasi dari gelandang sayap hingga didapuk sebagai kreator serangan timnas Indonesia era Luis Milla.
Namun, di balik kecemerlangan karir pemuda asal Semarang, Jawa Tengah itu, rupanya ada kisah menarik yang menghiasi perjalanannya sebagai pemain sepak bola. Menurut David, semua bermula dari stick billiard.
”Saya minta stick billiard sama bapak, saya dimarahi, habis itu langsung didaftarkan ke SSB . Saya minta dibelikan stick billiard karena sebelah rumah buka billiard, saya sering main di situ,” ungkap Septian David kepada Bola.net.
Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, David memang belum begitu fokus mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar. Dia mencoba berbagai jenis olahraga mulai dari tenis, bulu tangkis hingga voli sebelum bergabung dengan SSB.
”Dulu masih suka olahraga yang lain, maksudnya semua olahraga itu bisa walaupun sedikit-sedikit. Terus sama bapak disuruh pilih salah satu, kebetulan saya suka bola,” jelasnya.
Lalu, bagaimana cerita Septian David bisa menembus skuat timnas Indonesia U-16 hingga senior? Scroll ke bawah ya Bolaneters
Karir di Timnas
Keputusan untuk belajar di sekolah sepak bola rupanya menjadi pilihan yang tepat, sebab SSB lah yang membuka jalannya bergabung dengan timnas Indonesia. Bahkan terus berlanjut hingga ke level senior.
Semua berawal ketika SSB Bhaladika, tempatnya menimpa diri mengikuti sebuah turnamen di Jakarta. Dia yang tampil apik saat itu mampu mencuri perhatian dan ditawari untuk mengikuti seleksi timnas Indonesia U-16.
”Dulu itu ada turnamen Manchester United Cup, SSB saya mewakili Jateng di nasional, main di lapangan ABC, SSB saya peringkat ketiga,” jelas pemain kelahiran 2 September 1996 itu.
”Saya dapat predikat pemain terbaik, Om Yeyen (Tumena) yang milih, terus habis itu disuruh ikut seleksi timnas U-16 dan alhamdulillah diterima,” kenang David.
Setelah membela Garuda Nusantara, kesempatan David semakin terbuka. Dia kemudian menjadi bagian dari timnas Pelajar U-18 dan tampil di 41's Asian Schools Championship 2013.
”Habis dari timnas pelajar, ke SAD Uruguay, kurang lebih satu tahun. Pulang dari SAD Uruguay, saya ke PPLP Jawa Tengah,” lanjut gelandang 23 tahun tersebut.
Naik ke U-19
Sementara, kesempatan bergabung dengan timnas Indonesia U-19 baru didapatkan setelah dia masuk PPLP Jawa Tengah. Kebetulan saat itu PPLP Jateng melakoni uji coba dengan timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri.
”Habis sparing tiga orang terpilih untuk ikut seleksi U-19, termasuk saya. Habis seleksi awalnya enggak masuk, terus U-19 ada uji coba lagi sama PPLP, dilihat lagi disuruh datang lagi, sampai AFF U-19 di Sidoarjo,” tuturnya.
Sayangnya, saat Indonesia tampil di Piala AFF U-19 dan menjuarai turnamen antar negara ASEAN tersebut, David tidak bisa bermain. Kala itu dia dibekap cedera yang cukup serius.
”Masuk line up malah di Piala Asia, soalnya habis AFF recovery-nya lama banget, jadi pas kualifikasi di Senayan enggak ikut lagi, habis itu tur nusantara dan berangkat ke Myanmar,” tegasnya.
Saat Indonesia tampil di Asian Games 2018, nama David juga masuk dalam skuat timnas Indonesia yang diasuh Luis Milla. Bahkan, dia disebut-sebut sebagai pemain kesayangan pelatih asal Spanyol itu.
Bergabung dengan Klub
Karir di level klub baru dimulai David pada tahun 2015 saat kompetisi sepak bola Indonesia dibekukan oleh Menpora. Klub asal Tenggarong, Mitra Kukar menjadi pelabuhan pertamanya.
”Habis piala Asia awalnya ditawari di Persiba empat tahun, dipikir-pikir lama sekali empat tahun. Terus enggak lama Mitra Kukar nawari satu tahun, ya udah nyoba di Mitra, satu tahun lalu diperpanjang sampai 3 musim,” paparnya.
Setelah merantau ke Kalimantan, David akhirnya kembali ke kampung halamannya dan bergabung dengan PSIS Semarang. Dia membela klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu sejak 2019 hingga sekarang.
Tetapi, meskipun sudah memiliki karir yang cemerlang di timnas maupun klub, David masih punya mimpi yang belum bisa terwujud. Dia ingin merasakan gelar juara, baik di liga maupun bersama timnas Indonesia.
”Pasti ingin juara, karena belum pernah merasakan juara di timnas junior maupun senior,” David menambahkan.
”Walaupun sudah juara di U-19 tapi saya enggak ada di situ, enggak ikut bermain, enggak ikut masuk line up. Senang, tapi senangnya beda kalau kita ikut main,” pungkasnya.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib Mees Hilgers di Heerenveen: Belum Pernah Dimainkan, Apa Alasan Sang Pelatih?
Tim Nasional 24 Oktober 2026, 18:04
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



