Dari Ruud Gullit hingga Robert Alberts, Ini 5 Calon Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Aga Deta | 22 Juni 2020 12:53
Bola.net - Posisi Shin Tae-yong sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia terancam. Juru taktik berusia 49 itu bisa dipecat apabila tidak kembali ke Tanah Air pada pekan depan.
Apabila kontrak Shin Tae-yong diputus, PSSI telah mempersiapkan penggantinya. Indra Sjafri berpeluang dipilih untuk memimpin Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dan Piala AFF 2020.
"Kalau dia tidak datang, harus kami evaluasi. Mungkin dipecat. Kami minta paling lambat dia datang pada pekan depan. Kami lihat nanti bagaimana," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Timnas Indonesia, Syarif Bastaman, ketika dihubungi Bola.com, Jumat (19/6/2020).
"Sejak rapat virtual dengan dia pada pekan lalu, dia sudah setuju untuk datang ke Indonesia. Alih-alih datang, dia malah berkoar-koar di media. Walaupun entah benar atau tidak dia berbicara seperti itu, sudah tersebar di media. Saat rapat virtual dengan Exco PSSI, dia menolak untuk datang," jelas Syarif.
Melihat rekam jejak, Indra Sjafri masih di bawah Shin Tae-yong. Pelatih asal Pesisir Selatan, Sumattra Barat, itu baru berkutat di pusaran Asia Tenggara.
Indra pernah menangani Timnas Indonesia U-16, U-19, dan U-22 sebelum diangkat menjadi Direktur Teknik PSSI. Secara perolehan gelar, eks juru taktik Bali United ini terbilang lumayan.
Bersama Timnas Indonesia U-19, pelatih berkumis tebal ini meraih Piala AFF U-19 2013. Bersama Timnas U-22, arsitek berusia 57 tahun itu membawa pulang trofi Piala AFF U-22 2019.
Selain itu, di level turnamen, Indra Sjafri pernah merengkuh dua penghargaan HKFA International Youth Football Invitation Tournament pada 2012 bersama Timnas U-17 dan dengan Timnas U-19 setahun berselang.
Dari penelusuran, Indra Sjafri juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik 2014 atas keberhasilannya mengantar Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013.
Selain Indra Sjafri, masih ada empat pelatih lainnya yang ideal untuk menggantikan Shin Tae-yong jika dipecat Timnas Indonesia. Siapa saja?
Ruud Gullit
Sebelum mengerucut kepada Shin Tae-yong dan Luis Milla, PSSI pernah tertarik mendatangkan legenda Timnas Belanda, Ruud Gullit, sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Rekam jejak Gullit sebagai pelatih antara lain pernah menangani Chelsea, Newcastle United, Feyenoord, dan Los Angeles Galaxy. Terakhir, pria berusia 57 tahun itu menjadi asisten pelatih Timnas Belanda pada 2018.
"Sementara kami kontak Ruud Gullit, tetapi belum ada respons dari dia. Kami minta Sekjen PSSI berkomunikasi dengan dia di Belanda. Belum ada kepastian bisa atau tidak dia," ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan periode Desember 2019.
Robert Alberts
Nama Robert Alberts diusulkan oleh Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Pelatih Persib Bandung itu diyakini punya kemampuan untuk menangani Timnas Indonesia.
"Robert telah memenuhi persyaratan dan juga pengalaman yang cukup," imbuh Achsanul kepada Bola.com.
Saat ini, Robert tengah menukangi Persib Bandung sejak 2019. Lemari trofinya lumayan terisi selama sepak terjang kepelatihannya di Asia Tenggara.
Robert pernah mengantar Kedah FA menjuarai Malaysia Premier League pada 1993 dan Piala Malaysia pada 1993. Selain itu, pria asal Belanda itu menjuarai Liga Singapura 1999 bersama Home United.
Di Indonesia, Robert menorehkan tinta emas bersama Arema FC ketika menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.
Rahmad Darmawan
Selain Robert Alberts, Achsanul juga mengajukan Rahmad Darmawan sebagai penerus Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Menariknya, pria berusia 53 tahun itu saat ini sedang menangani tim miliknya saat ini, Madura United.
"Coach Rahmad telah memenuhi persyaratan dan juga pengalaman yang cukup," tutur Achsanul kepada Bola.com.
RD, panggilannya, bukan nama baru untuk Timnas Indonesia. Pada 2011-2013, ia pernah melatih timnas U-23. Pada tahun terakhirnya, pelatih asal Metro, Lampung ini sempat diangkat sebagai caretaker timnas senior.
Gelimang trofi mewarnai perjalanan RD sebagai pelatih. Mantan juru taktik Persija Jakarta ini menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia bersama Persipura Jayapura pada 2005, Divisi Utama Liga Indonesia 2007-2008 dan Piala Indonesia 2007-2008, 2008-2009, dan 2010 dengan Sriwijaya FC.
RD juga terpilih sebagai pelatih terbaik Copa Indonesia 2008-2009.
Stefano Cugurra Teco
Entah sudah berapa kali Stefano Cugurra Teco dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Indonesia. Setiap timnas melakukan pergantian pelatih, namanya selalu muncul ke permukaan.
Setelah Bima Sakti dilepas usai Piala AFF 2018, Teco dijagokan sebagai penggantinya. Figurnya kembali dikedepankan saat Simon McMenemy dipecat pada November 2019.
"Di sepak bola, pasti setiap pelatih punya target untuk melatih sebuah klub. Ketika sudah berprestasi di klub, kalau ada kesempatan melatih di tim nasional, pasti ada keinginan. Saya pikir, semua pelatih mau menjadi pelatih Timnas Indonesia," kata Teco medio Desember 2019.
Nama Teco tengah wangi-wanginya. Merujuk soal gelar, ia adalah pelatih terbaik di era Liga 1. Arsitek berusia 45 tahun itu berhasil menyabet dua gelar secara beruntun, 2008 bersama Persija Jakarta dan 2019 dengan Bali United.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Wiwig Prayugi
Published: 22 Juni 2020
Video
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yang Unik dari Piala AFF 2026: Durasi Turnamen Rasa Piala Dunia, Padahal Cuma 10 Tim
Tim Nasional 18 Januari 2026, 07:30
-
Hasil PSG vs LOSC: Verdonk Absen, Lille Remuk di Parc des Princes
Liga Eropa Lain 17 Januari 2026, 05:27
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






