Djohar Arifin Punya Alasan Terkait Kekalahan Timnas Indonesia
Editor Bolanet | 8 Juni 2013 00:18
- Tim nasional Indonesia mengalami kekalahan dari Belanda dengan skor 0-3 dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (7/6) malam.
Masing-masing gol bagi Belanda, dicetak Siem de Jong pada menit ke-57 dan 67. Terakhir, melalui Arjen pada menit ke-89. Gelandang Bayern Munich tersebut, mengecoh Ahmad Bustomi dan Muhammad Roby.
Meski begitu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, mengaku tetap bangga. Diakui Djohar, menyandang reputasi sebagai tim level dunia, membuat skuad arahan Louis van Gaal tersebut memang sulit dikalahkan.
Apalagi, dikatakan Djohar, De Oranje- julukan Timnas Belanda- menempati peringkat ke sembilan dunia, sedangkan Indonesia berada di 170 dunia.
Pada babak pertama, kita bisa mengimbangi mereka. Namun pada babak kedua, sangat terlihat jelas jika kondisi fisik pemain Indonesia kedodoran. Namun, secara keseluruhan para pemain cerdas dalam mengatur alur bola dan tidak terburu-buru melakukan serangan, ujar Djohar.
VO2max para pemain Belanda diperkirakan di atas level 65. Sedangkan pemain kita, kemungkinan di bawah 55, sambungnya.
Karena itu, Djohar menegaskan langsung memberikan pelatih Timnas senior, Jacksen Ferreira Tiago, banyak pekerjaan rumah. Pasalnya, Jacksen diharapkan mampu membesut Timnas senior dengan baik di lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015.
Target kita memang pada Piala Asia 2015. Karena itu, pertandingan harus langsung dievaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan, tuturnya.[initial]
BACA JUGA
(esa/dzi)
Masing-masing gol bagi Belanda, dicetak Siem de Jong pada menit ke-57 dan 67. Terakhir, melalui Arjen pada menit ke-89. Gelandang Bayern Munich tersebut, mengecoh Ahmad Bustomi dan Muhammad Roby.
Meski begitu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, mengaku tetap bangga. Diakui Djohar, menyandang reputasi sebagai tim level dunia, membuat skuad arahan Louis van Gaal tersebut memang sulit dikalahkan.
Apalagi, dikatakan Djohar, De Oranje- julukan Timnas Belanda- menempati peringkat ke sembilan dunia, sedangkan Indonesia berada di 170 dunia.
Pada babak pertama, kita bisa mengimbangi mereka. Namun pada babak kedua, sangat terlihat jelas jika kondisi fisik pemain Indonesia kedodoran. Namun, secara keseluruhan para pemain cerdas dalam mengatur alur bola dan tidak terburu-buru melakukan serangan, ujar Djohar.
VO2max para pemain Belanda diperkirakan di atas level 65. Sedangkan pemain kita, kemungkinan di bawah 55, sambungnya.
Karena itu, Djohar menegaskan langsung memberikan pelatih Timnas senior, Jacksen Ferreira Tiago, banyak pekerjaan rumah. Pasalnya, Jacksen diharapkan mampu membesut Timnas senior dengan baik di lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015.
Target kita memang pada Piala Asia 2015. Karena itu, pertandingan harus langsung dievaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan, tuturnya.[initial]
BACA JUGA
(esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















