Fakta Unik di Balik Kecemerlangan Bagus Kahfi bersama Timnas U-16

Ari Prayoga | 2 Agustus 2018 01:55
Fakta Unik di Balik Kecemerlangan Bagus Kahfi bersama Timnas U-16
Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri (c) PSSI

Bola.net - - Kecemerlangan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri sebagai salah satu penyerang timnas Indonesia U-16 menyisakan cerita menarik. Rupanya, posisi yang kini ditempati oleh pemain asal Magelang tersebut berawal dari ketidaksengajaan.

Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri adalah satu dari sepasang pemain kembar yang kini bermain untuk Timnas Indonesia U-16. Saudaranya, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi juga membela tim Garuda Asia dengan berposisi sebagai pemain belakang.

Namun rupanya, kedua pemain tersebut tidak ditempatkan sebagaimana posisi aslinya karena Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini tidak bisa membedakan salah satu dari keduanya ketika baru bergabung.

Namun kesalahan yang dilakukan oleh Fakhri belakangan menjadi sebuah keburuntungan. Karena kedua pemain tersebut, terutama Bagus Kahfi menjadi salah satu andalan di lini serang timnas U-16.

”Saya salah pilih, yang Bagas dulu striker, yang Bagus pemain belakang. Di latihan Bagus saya pindah sebagai striker, mau tidak mau mereka menyesuaikan dengan posisinya,” ungkap Fakhri menceritakan awal bergabungnya Bagas dan Bagus di Timnas U-16.

”Tetapi ini suatu keuntungan buat saya, akhirnya mereka bisa bermain di dua bahkan tiga posisi. Bagas sekarang bisa bermain di bek kanan, agas juga bisa bermain di striker. Jadi saya punya dua pemain ini sama dengan punya lima pemain,” lanjut pelatih asal Aceh ini.

Fakhri memang melihat potensi kedua pemain tersebut sejak awal bergabung dengan timnas U-16. Apalagi dari sisi pengalaman keduanya tidak bisa diragukan lagi, karena sudah sering mentas di level internasional.

”Ini salah satu pemain potensial yang dimiliki oleh Indonesia, di usia mereka di bawah 16 tahun, mereka punya pengalaman internasional yang bagus,cukup banyak. Mereka bergabung dengan Chelsea Soccer School,” imbuh Fakhri.

Namun sampai saat ini, Fakhri tetap belum bisa membedakan kedua pemain tersebut. Bahkan untuk bisa mengenali salah satu diantara kedua pemain tersebut, pelatih tim PON Kalimantan ini meminta keduanya menggunakan gaya rambut yang berbeda.

”Sampai sekarang saya sulit membedakan, pokoknya yang saya panggil Bagus saja, nanti kalau saya butuh Bagas, yang saya panggil Bagus, yang gak jawab itu Bagas,” tegas Fakhri sambil tertawa.

LATEST UPDATE