Faktor Utama Kekalahan Timnas Indonesia: Shin Tae-yong Belum Temukan Pakem Starting XI Kah?
Richard Andreas | 16 Oktober 2024 01:45
Bola.net - Kekalahan Timnas Indonesia dari China 1-2 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa 15 Oktober 2024 tak lepas dari beberapa faktor, dan salah satu yang paling mencolok adalah perubahan strategi dan pilihan pemain oleh pelatih Shin Tae-yong.
Tercatat, dalam dua laga berturut-turut, starting XI Indonesia menunjukkan perbedaan signifikan—dengan line-up pertandingan melawan Bahrain yang berakhir imbang 2-2 berbeda dari susunan saat melawan China.
Perubahan ini menunjukkan bahwa Shin Tae-yong masih belum menemukan pakem starting XI yang konsisten. Ketika melawan Bahrain, Indonesia memainkan strategi yang lebih defensif, tapi melawan China, Shin mencoba pendekatan ofensif yang justru membuat permainan Indonesia menjadi terlalu lepas kontrol di momen-momen tertentu.
Meskipun formasinya terlihat defensif di atas kertas, para pemain tampak terlalu fokus menyerang dan memberikan ruang terbuka bagi China untuk melakukan serangan balik.
Utak-Atik Starting XI Timnas Indonesia

Fleksibilitas dan rotasi pemain yang tinggi adalah ciri khas Shin Tae-yong, tetapi dalam laga ini, kurangnya konsistensi dalam pilihan pemain justru bisa berkontribusi pada ketidakpaduan permainan tim di lapangan.
Akibatnya, Indonesia sulit mengatasi intensitas serangan balik cepat yang dilakukan China, terutama di babak pertama. Terlihat koordinasi antarpemain buruk, khususnya di lini belakang. Lini depan juga tidak mendapatkan suplai bola.
Ini menjadi perhatian penting menjelang laga-laga berikutnya, ketika Indonesia harus menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya di grup, seperti Jepang dan Arab Saudi. Tanpa menemukan starting XI yang stabil, Timnas bisa terus menghadapi kesulitan serupa.
Kurangnya Kesinambungan Taktik
Ketidakstabilan dalam pemilihan pemain membuat alur permainan Indonesia tidak konsisten di setiap laga. Ketika bermain melawan Bahrain, Indonesia tampil lebih rapi dan memanfaatkan kelemahan lawan, ini terlihat dari gol-gol Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick.
Sayangnya, ketika menghadapi China, perubahan formasi membuat tim kehilangan keseimbangan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat dari lawan
Akibatnya, Indonesia kebobolan dua gol di babak pertama dan kesulitan untuk membangun serangan yang efektif.
Evaluasi Strategi dan Pemilihan Pemain

Keputusan Shin Tae-yong untuk merotasi pemain secara signifikan dari satu laga ke laga lainnya bisa dipandang sebagai langkah yang berisiko. Di satu sisi, rotasi memberi kesempatan bagi lebih banyak pemain untuk mendapatkan waktu bermain, tapi di sisi lain, hal ini bisa mengurangi koneksi dan pemahaman kolektif tim.
Melawan China, kesalahan ini terlihat jelas, terutama ketika para pemain gagal beradaptasi dengan cepat terhadap tekanan yang diberikan lawan. Dengan pergantian pemain yang dilakukan oleh Shin Tae-yong dari laga ke laga, sulit bagi tim untuk menemukan stabilitas yang diperlukan dalam menciptakan permainan yang efektif dan efisien.
Perbedaan Starting XI Indonesia
Berikut perbedaan starting XI Timnas Indonesia di laga kontra Bahrain dan China.
Starting XI Indonesia vs Bahrain: Maarten Paes; Mees Hilgers, Jay Idzes, Jordi Amat; Calvin Verdonk, Thom Haye, Ivar Jenner, Sandy Walsh; Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Malik Risaldi
Starting XI Indonesia vs China: Maarten Paes; Asnawi Mangkualam, Jay Idzes, Mees Hilgers, Calvin Verdonk; Shayne Pattinama, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner; Witan Sulaeman, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Bidik Dua Gelandang untuk Perkuat Manchester United
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:15
-
Dua Laga Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lagi-Lagi Lewatkan Kesempatan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:01
-
Lawan Barcelona di Liga Champions Sudah Tidak Bermain Selama Lebih dari Sebulan
Liga Champions 19 Januari 2026, 15:00
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
-
Alexis Saelemaekers: Bikin Assist Mahal untuk Fullkrug, Keluar Lapangan Pincang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:39
-
Niclas Fullkrug: Gol Debut, Assist Mimpi, dan Pengakuan 100 Persen Bahagia di Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:29
-
Fullkrug Cuma Butuh 3 Menit untuk jadi Pahlawan Milan, Pujian Allegri pun Datang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:18
-
AC Milan Masih Malu-malu Bicara Scudetto
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:14
-
Anfield Mulai Hilang Kesabaran: Arne Slot Dikecam Usai Liverpool Ditahan Burnley
Liga Inggris 19 Januari 2026, 13:57
-
Carrick Effect di Old Trafford: Derby Menang, Manchester United Terlihat Hidup Lagi
Liga Inggris 19 Januari 2026, 12:58
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










