FIFA Series 2026 Terancam Hambar: Perang Timur Tengah Blokade Jalan Jay Idzes ke Jakarta?

Afdholud Dzikry | 10 Maret 2026 09:51
FIFA Series 2026 Terancam Hambar: Perang Timur Tengah Blokade Jalan Jay Idzes ke Jakarta?
Para pemain Timnas Indonesia melakukan pemanasan dalam latihan di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Situasi geopolitik di Timur Tengah kini menjadi ancaman bagi agenda FIFA Series 2026 di Indonesia. Eskalasi konflik berpotensi mengganggu perjalanan pemain Timnas yang berkarier di Eropa.

Turnamen internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Maret. Namun ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mengusik rencana tim pelatih.

Advertisement

Masalah utama muncul pada jalur penerbangan menuju Jakarta. Banyak pemain Eropa biasanya transit di wilayah Timur Tengah.

Nama seperti Jay Idzes hingga Kevin Diks kini terancam terlambat bergabung. Situasi ini membuat manajemen Timnas harus menyiapkan skenario darurat.

1 dari 4 halaman

Jalur Udara Berubah Jadi Zona Rawan

Jalur Udara Berubah Jadi Zona Rawan

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Serangan rudal yang meningkat membuat wilayah udara Timur Tengah semakin tidak stabil. Jalur ini selama ini menjadi rute utama penerbangan dari Eropa ke Asia.

Banyak pemain Timnas Indonesia bermain di Italia, Inggris, dan Belanda. Mereka hampir selalu transit di bandara besar seperti Dubai atau Doha.

Sejumlah fasilitas militer dan bandara di kawasan tersebut kini berstatus siaga tinggi. Maskapai internasional pun mulai mempertimbangkan pengalihan rute penerbangan.

"Kalau sampai pemain dari Eropa tidak bisa datang, tentu berbahaya juga," ujar pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan.

Bung Ropan menilai risiko ini tidak hanya menghantui Indonesia. Negara peserta lain seperti Bulgaria juga menghadapi ancaman serupa.

2 dari 4 halaman

Skenario Darurat: Andalkan Kekuatan Lokal

Skenario Darurat: Andalkan Kekuatan Lokal

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman saat diperkenalkan ke publik. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Jika situasi memburuk, Timnas Indonesia mungkin harus bertumpu pada pemain domestik. Kompetisi BRI Super League 2025/2026 menyediakan banyak opsi yang siap tampil.

Pemain naturalisasi yang sudah menetap di Indonesia juga bisa menjadi tulang punggung. Kombinasi mereka dengan talenta lokal dinilai cukup kompetitif.

"Sebenarnya masih bisa mengandalkan pemain-pemain yang bermain di Liga 1," kata Ronny Pangemanan.

"Banyak juga pemain naturalisasi yang sudah menjadi warga negara Indonesia," lanjut Bung Ropan.

3 dari 4 halaman

Lini Tengah Makin Tipis

Masalah Timnas tidak berhenti pada potensi absennya pemain Eropa. Dua gelandang penting juga dipastikan absen karena sanksi disiplin.

Thom Haye dan Eliano Reijnders mendapat hukuman setelah insiden protes keras kepada wasit. Peristiwa itu terjadi dalam laga melawan Irak.

Kehilangan dua motor permainan membuat Herdman harus merancang ulang komposisi lini tengah. Beberapa nama mulai muncul sebagai alternatif.

"Beckham Putra dan Marc Klok bisa menjadi opsi bagi pelatih Timnas Indonesia," tutur Ronny Pangemanan.

Pengalaman Klok di level internasional bisa membantu menjaga keseimbangan tim. Beckham Putra juga menawarkan energi dan kreativitas dari lini kedua.

4 dari 4 halaman

Harapan Publik Tetap Besar

Tidak semua peserta menghadapi masalah perjalanan yang sama. Tim dari kawasan Oseania diperkirakan bisa datang tanpa hambatan berarti.

Kepulauan Solomon misalnya dapat menempuh jalur Pasifik yang relatif aman. Rute mereka tidak bersinggungan langsung dengan zona konflik.

Saint Kitts and Nevis juga berpeluang mengambil jalur alternatif yang lebih aman. Karena itu, komposisi kekuatan turnamen bisa berubah drastis.

"Masyarakat tentu ingin melihat Jay Idzes dan kawan-kawan yang bermain di Eropa tampil di GBK," tutur Ronny Pangemanan.

"Kita berharap saja kondisi di Timur Tengah segera mereda dan ada kesepakatan untuk mengakhiri konflik ini," pungkasnya.

LATEST UPDATE