Hilangnya Kestabilan di Pusat Permainan Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 9 Oktober 2025 08:12
Bola.net - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Arab Saudi dengan skor 2-3 pada laga pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Sempat unggul lebih dulu, skuad Garuda justru tumbang akibat kebangkitan tuan rumah. Kekalahan ini meninggalkan satu catatan besar: sektor tengah Indonesia yang belum solid.
Patrick Kluivert menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Marc Klok dan Joey Pelupessy di jantung permainan. Secara teori, kombinasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Akan tetapi, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Aliran bola macet di lini tengah, sementara serangan lawan kerap menembus tanpa perlawanan berarti.
Dua gol penalti Kevin Diks (menit ke-11 dan 88’) menjadi satu-satunya pelipur lara. Arab Saudi membalas lewat Saleh Abu Al Shamat (17’) serta dua gol Firas Al Buraikan (36’ P, 62’). Di balik hasil itu, terlihat jelas bahwa permasalahan terbesar Timnas Indonesia bukan di depan atau belakang, melainkan di tengah.
Lini Tengah yang Tak Efektif

Duet Marc Klok dan Joey Pelupessy seolah kehilangan koneksi dalam mengatur ritme permainan. Mereka kesulitan membangun serangan dari bawah dan sering kalah dalam duel perebutan bola. Situasi ini membuat winger seperti Miliano Jonathans dan Beckham Putra kesulitan mendapat suplai yang layak.
Gol pertama Arab Saudi menjadi contoh nyata. Klok yang berusaha menghalau bola justru melakukan clearance buruk. Saleh Abu Al Shamat memanfaatkan kesalahan itu dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut mengubah momentum dan membuat Indonesia kehilangan kontrol permainan.
Menariknya, ini bukan kali pertama Klok melakukan blunder di kualifikasi. Saat Timnas Indonesia dibantai Irak 1-5 pada November 2023, pemain berusia 32 tahun itu juga melakukan kesalahan yang berujung dua gol lawan. Saat itu, ia bermain dalam sistem 5-3-2 bersama Adam Alis dan Ricky Kambuaya. Catatan ini seolah mengingatkan bahwa Klok belum menemukan bentuk terbaiknya di level internasional.
Masalah lain muncul ketika Kluivert memaksakan pola double pivot dengan karakter dua gelandang bertipe sama. Klok dan Pelupessy sama-sama lebih nyaman bermain sebagai gelandang bertahan ketimbang kreator serangan. Akibatnya, tak ada pemain yang mampu mengalirkan bola cepat ke depan.
Kembali ke Tiga Bek, Mengembalikan Keseimbangan

Sejak era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia terbiasa bermain dengan formasi tiga bek seperti 3-4-3 atau 3-5-2. Formasi itu memberi stabilitas di belakang sekaligus fleksibilitas di tengah. Kombinasi Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho telah menjadi fondasi kokoh dalam delapan laga kualifikasi sebelumnya—membawa enam kemenangan dan tujuh clean sheet.
Trio tersebut menjaga pertahanan tetap rapat dan memungkinkan lini tengah bekerja lebih bebas. Dalam sistem itu, dua gelandang bisa bergantian naik tanpa takut kehilangan keseimbangan. Namun, sejak dua uji coba terakhir melawan Chinese Taipei (menang 6-0) dan Lebanon (imbang 0-0), Kluivert justru beralih ke pola empat bek dan kembali melakukannya saat menghadapi Arab Saudi.
Perubahan ini berdampak langsung pada performa sektor tengah. Formasi 4-2-3-1 membuat dua gelandang bertahan bekerja lebih berat menutup ruang, sementara lini depan kesulitan menekan dari area tengah. Padahal, kekuatan utama Garuda dalam era sebelumnya justru ada pada kerapatan antar lini.
Kluivert mungkin ingin membuat Timnas Indonesia bermain lebih menyerang. Akan tetapi, tanpa keseimbangan di lini tengah, sistem apa pun sulit berjalan efektif. Laga melawan Arab Saudi menjadi pengingat bahwa sebelum berbicara soal taktik menyerang, Indonesia harus kembali menemukan kestabilan di pusat permainan mereka—karena dari sanalah ritme dan nyawa sebuah tim dimulai.
Disadur dari: Bola.com/Ana Dewi/Wiwig Prayugi, 9 Oktober 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Video Eksklusif Kekecewaan Patrick Kluivert Setelah Indonesia Dikalahkan Arab Saudi 2-3
Terungkap Alasan Calvin Verdonk Absen Saat Timnas Indonesia Dicomeback Arab Saudi 2-3, Ternyata Cedera Otot Robek
Comeback Lawan Timnas Indonesia, Bukti Arab Saudi Punya Mental Juara!
Ole Romeny Langsung Berdampak: Begini Sanjungan Spesial Patrick Kluivert untuk Striker Timnas Indonesia
Syarat Mutlak yang Ditegaskan Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia: Harapan Lolos Tetap Menyala!
Memori Kemenangan di GBK Pudar: Patrick Kluivert Tergelincir di Jeddah, Ini Analisis Performa Timnas Indonesia Melawan Arab Saudi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Drawing Liga Champions 2026/2027: Siapa Lawan Siapa?
Liga Champions 28 Agustus 2026, 00:33
-
Link Nonton Streaming Barcelona vs Athletic Bilbao, 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 23:55
-
Link Nonton Siaran Langsung Chelsea vs Luton Town, 28 Agustus 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 23:31
-
Jamie Carragher Terancam Bangkrut gegara Utang Pajak
Bolatainment 27 Agustus 2026, 22:12
-
Uilliam Barros Absen Bela Persib Bandung Lawan Manila Digger
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 21:15
-
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 19:42 -
Atletico Madrid Tegaskan Sikap: Julian Alvarez Tak Akan Dijual ke Barcelona!
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 18:44
-
Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
Otomotif 27 Agustus 2026, 18:16
-
Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
Otomotif 27 Agustus 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51











