Hindari Amukan Suporter Indonesia, Pendukung Malaysia Terkurung di SUGBK
Ari Prayoga | 6 September 2019 00:33
Bola.net - Setelah Malaysia sukses mengalahkan Timnas Indonesia 3-2, Kamis (5/9/2019), puluhan suporter tim tamu dievakuasi menuju lorong pemain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dari tribune barat, Ultras Malaya bergerak ke lorong pemain SUGBK demi menghindari kekecewaan suporter Timnas Indonesia yang sempat menjadi-jadi saat pertengahan babak kedua.
Ultras Malaya lalu terjebak di lorong pemain SUGBK. Petugas keamanan menahan mereka keluar karena kerusuhan pecah di depan pintu VIP dan VVIP. Karena lorong pemain SUGBK sempit, sebagian dari mereka mengungsi ke sebelah ruangan konferensi pers.
Sampai pukul 22.30 WIB, Ultras Malaya masih tertahan di dalam SUGBK. Belum ada tanda-tanda mereka bisa keluar atau pun pulang dari SUGBK.
Saat Ultras Malaya terkurung, kerusuhan sempat pecah di Ring 1 SUGBK. Insiden tersebut melibatkan pendukung Timnas Indonesia dengan petugas keamanan.
Sebelumnya, Ultras Malaya menjadi korban perilaku negatif suporter Timnas Indonesia di tribune barat SUGBK. Mereka dilempari botol hingga smoke bomb atau bom asap sehingga harus dievakuasi ke lorong pemain SUGBK.
Di dalam kerumunan suporter Timnas Malaysia, terlihat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman berdiri di tengah-tengah mereka. Menteri berusia 26 itu turut dievakuasi bersama Ultras Malaya.
Bentrokan di Luar Stadion
Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia antara Timnas Indonesia melawan Malaysia pada, Kamis (5/9/2019) malam, berakhir rusuh. Suporter Indonesia terlibat bentrok dengan petugas keamanan di luar Stadion Utama Gelora Bung Karno seusai pertandingan.
Bentrokan antara suporter dengan polisi terjadi di depan pintu VIP Barat dekat patung Panahan. Suporter Indonesia yang tak puas dengan hasil pertandingan di mana Malaysia menang 3-2 mencoba menunggu suporter tamu yang hendak pulang.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih berusaha menghalau suporter yang berulah. Pantauan Liputan6.com, polisi sampai mengerahkan water cannon untuk membubarkan suporter.
Tak hanya kecewa dengan kekalahan, suporter Timnas Indonesia juga mengeluhkan mahalnya harga tiket pertandingan.
Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia memang berlangsung panas. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit di pertengahan babak kedua akibat adanya lemparan botol air mineral hingga bom asap ke tribun yang ditempati suporter Malaysia.
Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adiyaksa/Wiwig Prayugi)
Published 5 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Kesempatan Timnas Indonesia Kumpulkan Pemain Terbaik
Tim Nasional 11 Agustus 2026, 15:40
-
Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaiknya di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 11 Agustus 2026, 15:30
LATEST UPDATE
-
Manchester City Makin Butuh Ayyoub Bouaddi Usai Dipermalukan Arsenal
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 12:03
-
Bruno Guimaraes Memperlihatkan Kualitasnya
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 10:13
-
Barcelona Sepakati Transfer Rodri, tetapi Harga Mahal Layak Dipertanyakan
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 09:47
-
3 Sinyal Positif dari Kemenangan 2-0 Liverpool atas Como
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 09:40
-
Mengoptimalkan Kualitas Permainan Lamine Yamal
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 08:52
-
Djed Spence dan Sejarah Panjang Inter Milan yang Membuatnya Tertarik Pindah ke Italia
Liga Italia 17 Agustus 2026, 08:35
-
Juventus Siapkan Transfer Ganda, Incar Fofana dan Tomori dari AC Milan
Liga Italia 17 Agustus 2026, 08:01
-
Arda Guler Ingin Kunci Tempat di Starting XI Real Madrid? Buktikan 3 Hal Ini!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 07:56
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





