'Jangan Asal Menghakimi Nilmaizar'
Editor Bolanet | 7 Februari 2013 20:15
- Bob Hippy bersikeras bahwa harus tetap dipertahankan sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia. Menurut Anggota Komite Eksekutif PSSI ini, Nil tidak menangani Timnas Indonesia dalam kondisi normal, sehingga tidak bisa begitu saja diganti.
Sekarang apa alasan mengganti Nil? Prestasinya? tanya Bob dengan nada tinggi, ketika dihubungi , Kamis (07/02).
Lebih lanjut, Bob menyebut bahwa Nil merupakan korban dari kondisi yang ada saat ini. Karena kondisi sepakbola Indonesia tidak kondusif, Nil tidak bisa memiliki skuad yang bagus.
Harus dilihat dulu alasan di balik itu. Jangan asal main ganti. Saat Nil pegang timnas, kompetisi nggak ada. Banyak pemain yang dipanggil nggak datang. Datang pun ada yang tak sesuai jadwal. Jadi dilihat dulu di mana masalahnya, tegas pria yang juga mantan penggawa Timnas Indonesia ini.
Kalau kita punya pemain-pemain seperti di Spanyol, dan hasil kita masih jelek, ya saya tiap hari ganti pelatih juga nggak apa-apa, dia menambahkan.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengumumkan bahwa Luis Manuel Blanco adalah Pelatih Kepala Timnas Indonesia yang baru. Pelatih asal Argentina ini diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia bisa lebih berprestasi di ajang Pra Piala Asia dan SEA Games 2013.
Menanggapi penunjukan ini, Bob mengaku bahwa Komite Eksekutif PSSI sama sekali tidak diajak bicara. Bob menyebut bahwa Djohar hanya sempat berkata bahwa Blanco merupakan kesepakatan antara kepala pemerintahan Indonesia dan Argentina.
Namun hanya itu yang saya tahu. Tidak ada pembicaraan lebih lanjut. Data-data tentang Blanco tidak ada di sekretariat. Bahkan wajahnya saja saya baru tahu, papar Bob.
Harusnya kan dijelaskan dahulu mengenai data-data Blanco. Apalagi, untuk menunjuk pelatih timnas harus melalui rapat Exco, pria yang merupakan Koordinator Timnas Indonesia ini menandaskan. (den/dzi)
Sekarang apa alasan mengganti Nil? Prestasinya? tanya Bob dengan nada tinggi, ketika dihubungi , Kamis (07/02).
Lebih lanjut, Bob menyebut bahwa Nil merupakan korban dari kondisi yang ada saat ini. Karena kondisi sepakbola Indonesia tidak kondusif, Nil tidak bisa memiliki skuad yang bagus.
Harus dilihat dulu alasan di balik itu. Jangan asal main ganti. Saat Nil pegang timnas, kompetisi nggak ada. Banyak pemain yang dipanggil nggak datang. Datang pun ada yang tak sesuai jadwal. Jadi dilihat dulu di mana masalahnya, tegas pria yang juga mantan penggawa Timnas Indonesia ini.
Kalau kita punya pemain-pemain seperti di Spanyol, dan hasil kita masih jelek, ya saya tiap hari ganti pelatih juga nggak apa-apa, dia menambahkan.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengumumkan bahwa Luis Manuel Blanco adalah Pelatih Kepala Timnas Indonesia yang baru. Pelatih asal Argentina ini diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia bisa lebih berprestasi di ajang Pra Piala Asia dan SEA Games 2013.
Menanggapi penunjukan ini, Bob mengaku bahwa Komite Eksekutif PSSI sama sekali tidak diajak bicara. Bob menyebut bahwa Djohar hanya sempat berkata bahwa Blanco merupakan kesepakatan antara kepala pemerintahan Indonesia dan Argentina.
Namun hanya itu yang saya tahu. Tidak ada pembicaraan lebih lanjut. Data-data tentang Blanco tidak ada di sekretariat. Bahkan wajahnya saja saya baru tahu, papar Bob.
Harusnya kan dijelaskan dahulu mengenai data-data Blanco. Apalagi, untuk menunjuk pelatih timnas harus melalui rapat Exco, pria yang merupakan Koordinator Timnas Indonesia ini menandaskan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
















