Jejak Prestasi Timnas Indonesia di Piala Asia U-20: Pernah Sekali Juara
Gia Yuda Pradana | 21 September 2022 12:28
Bola.net - Timnas Indonesia U-20 berhasil lolos ke Piala Asia U-20 2023, Kesuksesan ini disambut suka cita pencinta sepak bola di Tanah Air.
Anak asuh Shin Tae-yong tampil perkasa pada kualifikasi Piala Asia U-20 2023 Grup F. Timnas Indonesia U-20 menyapu bersih sembilan poin setelah berturut-turut mengandaskan Timor Leste, Hong Kong, dan Vietnam.
Piala Asia U-20 sendiri sejatinya bukan hal yang baru bagi Indonesia. Termasuk perhelatan tahun depan, Tim Garuda Nusantara tercatat sudah 19 kali melangkah ke putaran final.
Piala Asia U-20 telah bergulir sejak 1959. Sebelumnya, kejuaraan ini sempat bernama Piala Asia Junior dan Piala Asia U-19.
Dari belasan kesempatan tersebut, Timnas Indonesia bahkan pernah merebut gelar juara pada 1961. Bagaimana kiprah mereka saat itu? Berikut ini ulasannya.
Jawara Grup A
Awalnya, saat turnamen ini masih bernama Piala Asia Junior, tak ada istilah kualifikasi. Sebanyak 10 tim peserta langsung dibagi ke dua grup yang tersedia.
Pada Piala Asia Junior 1961 di Thailand, Timnas Indonesia tergabung di Grup A. Mereka tergabung bersama Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Vietnam Selatan (sebelum bersatu dengan Vietnam Utara dan membentuk satu negara, Vietnam).
Indonesia langsung tancap gas dengan membungkam Vietnam Selatan dengan skor 2-0 pada laga perdana. Tapi, Korea Selatan memberikan perlawanan sengit pada laga kedua yang berakhir imbang 2-2.
Meski begitu, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada laga selanjutnya dan bermain imbang 1-1 dengan Singapura dalam partai pamungkas.
Indonesia pun berhak lolos sebagai jawara grup dengan raihan enam poin. Kala itu, kemenangan masih dihargai dengan dua poin saja.
Juara Bersama
Dalam turnamen saat itu tak mengenal laga semifinal. Jawara masing-masing grup langsung bertemu pada partai puncak, sedangkan runner-up grup memperebutkan status peringkat ketiga terbaik.
Indonesia menghadapi Burma (kini bernama Myanmar) dalam laga final. Burma berhasil menjadi jawara Grup B setelah mengalahkan Republik China (kini bernama Taiwan), Ceylon (kini bernama Sri Lanka), Thailand, serta ditahan Malaya (kini bernama Malaysia).
Akan tetapi, setelah melalui pertarungan 90 menit yang ketat, skor imbang tanpa gol tak berubah. Raja Thailand pada saat itu Bhumibol Adulyadej akhirnya memutuskan keduanya menjadi juara bersama.
Hal ini kabarnya diambil terkait keputusan politis sebagai bagian kampanye perdamaian.
Daftar Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia Junior 1961
Pemain: Hardi Purnomo, Faisal Jusuf, Sonny Sandra, Idris Mappakaja, Rasjid Dahlan, Ipong Silalahi, Willem Souw, Djumadio, Andjiek Alinurdin, Bob Hippy, Kuswanadji, Pirngadi, Suwardjo, M Bogor, Saptono, Hussein, Suparno, dan Agam. P.
Pelatih: Toni Pogacnik dan Djamiat Dalhar.
Jejak Prestasi
Juara: 1961 (bersama Burma)
Runner-up: 1967, 1970
Peringkat ke-3: 1962
Peringkat ke-4: 1960, 1964
Semifinalis: -
Disadur dari: Bola.com/Rizki Hidayat, 21 September 2022
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- 3 Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Harus Dipertahankan untuk Piala Asia U-20 2023
- Ternyata Pemain Nomor 9 dan Nomor 10 Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 Sebelumnya Kurang Monc
- Garansi Djanur, 2 Pemain Persikabo yang Dipanggil Timnas Indonesia Punya Attitude Sangat Bagus
- Rapor 6 Pemain Timnas yang Bermain di Luar Negeri: Elkan Baggott Inti, yang Lain Bagaimana?
- 5 Gelandang Timnas Indonesia untuk Lawan Curacao: Irianto Jago Tekel, Marselino Tendangan Roket
- 3 Bintang Keturunan yang Bisa Jadi Pilar Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 20
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yang Unik dari Piala AFF 2026: Durasi Turnamen Rasa Piala Dunia, Padahal Cuma 10 Tim
Tim Nasional 18 Januari 2026, 07:30
-
Hasil PSG vs LOSC: Verdonk Absen, Lille Remuk di Parc des Princes
Liga Eropa Lain 17 Januari 2026, 05:27
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






