Kisah Alfredo Nugroho dari Sang Ibu: Hadiah Ulang Tahun yang Mengubah Hidup, dari SSB ke Timnas Indonesia U-17

Asad Arifin | 17 April 2026 15:03
Kisah Alfredo Nugroho dari Sang Ibu: Hadiah Ulang Tahun yang Mengubah Hidup, dari SSB ke Timnas Indonesia U-17
Ibu pemain Timnas Indonesia U-17 Alfredo Nararya, Shinta Handayani, memberi dukungan langsung di Stadion Gelora Joko Samudro (c) Asad Arifin

Bola.net - Sorak sorai suporter menghiasi Stadion Gelora Delta saat Timnas Indonesia U-17 berhadapan dengan Malaysia. Di antara ribuan penonton, ada satu sosok yang menyimpan cerita berbeda, seorang ibu yang datang membawa harapan.

Shinta Handayani, ibu dari Alfredo Nugroho, hadir langsung untuk menyaksikan perjuangan sang anak. Ini menjadi momen spesial, sebab sebelumnya ia belum sempat memberi dukungan secara langsung.

Advertisement

Perjalanan Shinta menuju stadion tidak sekadar perjalanan fisik. Ada perjalanan panjang yang telah dilalui Alfredo sejak kecil hingga akhirnya mengenakan seragam Garuda Muda.

Bagi Shinta, melihat Alfredo bermain di level internasional adalah buah dari kerja keras yang tidak instan. Setiap langkah yang diambil sang anak selalu diiringi doa dan keyakinan keluarga.

Malam itu, bukan hanya pertandingan yang berlangsung. Ada kisah tentang mimpi, pengorbanan, dan cinta seorang ibu yang akhirnya menemukan panggungnya.

1 dari 3 halaman

Dari SSB ke Timnas: Awal Perjalanan Alfredo

Perjalanan Alfredo Nugroho di dunia sepak bola dimulai sejak usia dini. Kecintaannya pada bola sudah terlihat bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Iya, sejak kecil sudah suka. Dari mulai sekolah, dia sudah ikut SSB. Awalnya di SSB Bintang Putra Sidoarjo, di bawah arahan pak Ibnu Hambal dan pelatih Rizki Zakiyuddin," buka Shinta.

Dari sana, proses pembinaan berjalan secara bertahap. Alfredo mulai menunjukkan perkembangan hingga akhirnya mendapat perhatian klub profesional.

"Iya, dari situ. Kemudian dia mulai dipanggil Persebaya saat usia 16 tahun, sekitar EPA 2024 kalau tidak salah. Dari situ mulai bergabung dan datang ke Surabaya."

Langkah besar terjadi ketika ia mendapat panggilan ke Timnas Indonesia U-17. Momen itu datang secara tiba-tiba, namun menjadi titik balik penting dalam kariernya.

"Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka. Tiba-tiba ada panggilan, dan itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya," ucap Shinta.

Bagi Alfredo dan keluarganya, panggilan tersebut bukan sekadar kesempatan. Itu adalah hadiah atas dedikasi yang telah ia bangun sejak kecil.

2 dari 3 halaman

Hadiah Ulang Tahun yang Tak Terlupakan

Momen pemanggilan timnas menjadi cerita yang paling membekas bagi keluarga Alfredo. Tanggal keberangkatan yang berdekatan dengan hari ulang tahunnya memberi makna tersendiri.

"Dia berangkat tanggal 22 Februari, sementara ulang tahunnya 24 Februari. Jadi tidak dirayakan dengan tiup lilin, tapi justru menjadi hadiah dari Allah atas kerja kerasnya."

Bagi seorang pemain muda, kesempatan membela timnas adalah impian tertinggi. Alfredo sejak awal telah menetapkan tujuan itu dalam hidupnya.

"Memang itu cita-citanya sejak awal, ingin bermain di timnas. Menurut dia, itu adalah level tertinggi. Jadi semua perjuangannya mengarah ke sana," kata Shinta.

Perjalanan tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga. Orang tua menjadi fondasi utama dalam menjaga semangat dan konsistensi Alfredo. "Sangat mendukung pokoknya," katanya.

3 dari 3 halaman

Menjaga Keseimbangan: Akademik dan Sepak Bola

Di balik kesibukannya sebagai pemain, Alfredo tetap menjaga komitmen di dunia pendidikan. Ia menjalani kehidupan sebagai pelajar dengan disiplin yang sama seperti di lapangan.

"Sekarang dia bersekolah di SMA 1 Sidoarjo. Alhamdulillah, pihak sekolah sangat mendukung," kata Shinta.

Menariknya, Alfredo tidak hanya fokus pada sepak bola. Ia juga menunjukkan prestasi di bidang akademik yang membanggakan.

"Alhamdulillah bisa berjalan keduanya. Dia juga pernah mengikuti Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan meraih medali perak di ajang internasional di Bali," sambung perempuan yang tinggal di Sidoarjo tersebut.

Keseimbangan ini menjadi bukti bahwa karier olahraga dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Dengan manajemen waktu yang baik, keduanya dapat saling mendukung.

Shinta sebagai orang tua melihat perjalanan ini dengan penuh harapan. Ia tidak hanya ingin Alfredo sukses sebagai atlet, tetapi juga sebagai pribadi yang utuh.

"Harapannya, semoga dia bisa mencapai impiannya, baik di sekolah maupun di bidang yang dia tekuni," harapnya.

LATEST UPDATE