Manajemen Timnas Tanggapi Dingin Aksi Boikot Kelompok Suporter

Editor Bolanet | 11 Oktober 2011 17:54
Manajemen Timnas Tanggapi Dingin Aksi Boikot Kelompok Suporter
Aksi The Jackmania sebelum pertandingan Timnas di GBK. (c)Bola/Den
- Aksi boikot yang dilakukan oleh beberapa kelompok suporter ditanggapi dingin oleh manajemen Timnas Indonesia. Mereka mengaku tidak akan mempermasalahkan tindakan sebagian kelompok suporter tersebut.

Melalui akun jejaring sosial Twitter mereka, manajemen Timnas senior menyatakan tidak akan ikut campur terhadap aksi boikot beberapa suporter tersebut, Mereka juga menyatakan harapannya agar permasalahan yang terjadi pada klub kelompok suporter itu segera selesai dan para kelompok suporter ini bisa kembali bergabung untuk mendukung perjuangan Timnas Indonesia di Fase Grup Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia tersebut.

Kami tidak akan ikut campur soal boikot. Semoga kisruh klub bisa segera berakhir dan kita bisa bersatu di GBK pada laga versus Iran nanti, tulis manajemen Timnas melalui akun resmi mereka, @skuadgaruda, pukul 17.23, Selasa (11/10) hari ini.

Sebelumnya, dalam laga menjamu Timnas Qatar ini, Skuadra Garuda Merah Putih dipastikan tidak akan mendapat dukungan dari The Jakmania. Kelompok suporter Persija Jakarta ini menyatakan akan memboikot untuk mendukung perjuangan anak asuh Pelatih Wim Rijsbergen itu. Keputusan ini diambil sebagai sikap protes mereka terhadap buruknya kinerja Komite Eksekutif PSSI. Salah satu bentuk buruknya kinerja tersebut, menurut Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, adalah belum jelasnya sikap PSSI terkait konflik di internal Persija.

Ini merupakan bentuk sikap kami terhadap buruknya kinerja Komite Eksekutif PSSI. Mereka mengubah jumlah peserta kompetisi musim depan dari 18 menjadi 24 klub, ungkap Richard pada Bola.net.

Selain itu, mereka juga belum memberikan kepastian terkait permasalahan yang ada di Persija maupun keikutsertaan klub ini di kompetisi mendatang, tegasnya. (bola/den)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE