Melihat Robi Darwis Sebagai 'Anak Emas' Gerald Vanenburg di Fase Grup Piala AFF U-23 2025
Asad Arifin | 22 Juli 2025 14:12
Bola.net - Timnas Indonesia U-23 menutup kiprah mereka di fase grup Piala AFF U-23 2025 dengan performa cukup bagus. Tiga laga, tujuh poin, dan lolos ke semifinal. Di balik pencapaian tersebut, muncul satu nama yang paling menonjol: Robi Darwis.
Pemain Persib Bandung itu menjadi elemen kunci dalam skema permainan yang diterapkan pelatih Gerald Vanenburg. Dari total 270 menit pertandingan di fase grup, Robi tampil selama 256 menit, menunjukkan perannya yang sangat vital.
Ia menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Indonesia sejauh ini, mengungguli nama-nama lain seperti Toni Firmansyah yang mencatatkan 242 menit.
Vanenburg tampak mempercayai Robi sepenuhnya. Ia selalu menjadi starter dalam tiga laga grup, sesuatu yang istimewa mengingat sang pelatih telah melakukan rotasi besar-besaran hampir di seluruh posisi.
Dari total 23 pemain dalam skuad, hanya satu yang belum merasakan menit bermain, yakni kiper Daffa Fasya. Sementara itu, Robi justru nyaris tak pernah absen dari lapangan.
Pilar di Lini Tengah, Fleksibel di Berbagai Posisi

Salah satu alasan Robi mendapat kepercayaan penuh dari Vanenburg adalah fleksibilitasnya. Pemain berusia 21 tahun ini mampu mengisi berbagai posisi di lapangan dengan baik. Meski awalnya dikenal sebagai bek kanan yang tangguh dalam bertahan, Robi kini menjelma menjadi gelandang modern yang punya peran besar dalam mengatur alur permainan.
Dalam dua laga terakhir melawan Filipina dan Malaysia, Robi diposisikan sebagai gelandang tengah dengan peran lebih ofensif. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pemutus serangan lawan, tetapi juga menjadi motor penggerak saat Indonesia membangun serangan.
Penempatan ini menjadi bukti keberanian Vanenburg dalam bereksperimen, sekaligus mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi sang pelatih terhadap Robi.
Senjata Tambahan: Lemparan ke Dalam Jarak Jauh

Di luar kecakapannya secara taktis dan teknis, Robi juga memiliki kelebihan unik yang jarang ditemukan pada pemain lain: lemparan ke dalam jarak jauh yang berbahaya. Dalam laga pembuka melawan Brunei Darussalam, lemparan panjang Robi bahkan langsung menghasilkan assist untuk gol Indonesia.
Sementara saat menghadapi Filipina, lemparan serupa berujung pada gol bunuh diri pemain lawan.
Kemampuan ini membuat Robi bukan hanya sebagai pemain serbabisa, tetapi juga menjadi senjata andalan dalam situasi bola mati. Dalam turnamen dengan durasi singkat seperti Piala AFF U-23, detail kecil semacam ini bisa menjadi faktor penentu antara kemenangan dan kegagalan.
Baca Ini Juga:
- Gagal Kalahkan Indonesia, Media Malaysia Juluki Tim Sendiri 'Harimau Ompong'
- 3 PR Berat Timnas Indonesia U-23 Usai Imbang vs Malaysia: Perlu Dibenahi Gerald Vanenburg
- Sisa PR Timnas Indonesia U-23, Lolos Semifinal Harus Lebih Baik!
- Peluang ke Timnas Indonesia Senior? Jens Raven dan Hokky Harus Lewati Ujian Ini Dulu
- Sisi Positif dan Negatif dari Hasil 0-0 Timnas Indonesia U-23 Kontra Malaysia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Liga Italia 9 Maret 2026, 04:51
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Manchester City Terbantai dan Terancam Tersingkir
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:42
-
Real Madrid dan Bukti Bahwa Mereka Tak Pernah Boleh Diremehkan
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:33
-
Kesalahan dan Hilang Fokus Jadi Bumerang bagi Chelsea
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:26
-
PSG Hajar Chelsea 5-2: Ketika Serangan Paling Mematikan di Eropa Berbicara
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:20
-
Tak Usah Terkejut dengan Performa Bodo/Glimt
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:11
-
Bye MU! Bintang Ini Putuskan Bertahan di Borussia Dortmund
Bundesliga 12 Maret 2026, 15:08
-
Ketika Arsenal Menunjukkan Mental Kuatnya
Liga Champions 12 Maret 2026, 15:05
-
Real Madrid PDKT ke Mauricio Pochettino untuk jadi Pelatih Musim Depan?
Liga Spanyol 12 Maret 2026, 15:00
-
Thiago Pitarch, Energi Baru di Lini Tengah Real Madrid
Liga Champions 12 Maret 2026, 14:56
-
Taktik Arbeloa Berjalan Sempurna
Liga Champions 12 Maret 2026, 14:40
-
Federico Valverde yang Terlahir Kembali
Liga Champions 12 Maret 2026, 14:33
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41







