Membedah Taktik John Herdman: Kandidat Pelatih Timnas Indonesia dengan Formasi 3-4-2-1 dan Counter-pressing
Asad Arifin | 30 November 2025 14:29
Bola.net - John Herdman menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Pelatih yang mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 itu dikabarkan masuk radar PSSI sebagai calon nakhoda baru Timnas Indonesia, sebagaimana diberitakan Sky Sports.
Herdman, yang kini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Toronto FC pada November 2024, disebut tengah dipertimbangkan secara serius untuk jadi pelatih Timnas Indonesia.
Kiprah Herdman bersama Kanada menjadi salah satu alasan namanya mencuat. Ia tidak hanya mengubah identitas permainan, tetapi juga membangun budaya kompetitif yang membuat Kanada kembali disegani di zona CONCACAF.
Pendekatan taktisnya dikenal cair, adaptif, dan sangat menekankan karakter permainan. Dia mampu membangun struktur permainan, pergerakan lini ke lini, hingga cara ia memaksimalkan potensi pemain.
Berdasarkan ulasan yang pernah dibuat oleh Kevin Pullein, berikut adalah taktik dan karakter permainan Kanada pada era pelatih John Herdman.
Identitas Timnas Kanada: Fleksibilitas

Masa kepelatihan Herdman ditandai dengan pemahaman taktik yang fleksibel dan kemampuan mengoptimalkan pemain sesuai kebutuhan pertandingan. Ia tidak terpaku pada satu formasi baku, melainkan menyesuaikan pendekatan berdasarkan lawan.
Sistem 3-4-3 (3-4-2-1) menjadi struktur yang paling banyak digunakan, menempatkan Alphonso Davies, Cyle Larin, dan Jonathan David untuk membentuk trio eksplosif di lini depan.
Ketika dibutuhkan pendekatan lebih solid, Herdman dengan cepat beralih ke pola empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1. Adaptasi ini memberikan stabilitas pertahanan sekaligus memudahkan transisi serangan.
Membangun Serangan dari Belakang

Kanada di era Herdman menekankan penguasaan bola dari zona pertahanan dengan struktur yang rapi. Dalam skema 3-4-3, gelandang seperti Eustáquio turun ke belakang untuk menciptakan bentuk 3+1 yang memudahkan sirkulasi bola.
Sementara dalam empat bek, satu gelandang kerap merapat ke belakang demi keunggulan jumlah pemain.
Pergerakan bola dilakukan dengan cepat dan progresif, terutama menuju sektor sayap. Umpan vertikal atau diagonal dari Eustaquio menjadi senjata utama dalam memecah blok pertahanan lawan.
Kreativitas dalam Serangan: Davies sebagai Poros Utama

Serangan Kanada dibangun melalui variasi gerakan yang dinamis dan sulit diprediksi. Alphonso Davies menjadi pusat kreativitas, bergerak bebas dari kiri ke kanan untuk memancing lawan keluar dari posisinya.
Selain Davies, peran bek sayap seperti Adekugbe dan Laryea juga sangat penting. Mereka memberikan penetrasi melalui overlap maupun underlap, menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan.
Rotasi fluid antara Davies, David, dan Larin semakin memperkuat variasi serangan yang membuat Kanada sangat berbahaya.
Tembok Pertahanan: Pressing, Transisi, dan Disiplin

Ketangguhan Kanada tidak hanya terlihat di depan, tetapi juga dalam struktur pertahanan. Herdman membangun unit defensif yang disiplin dan agresif, tercermin dari hanya empat gol yang bersarang di fase akhir kualifikasi.
Counter-pressing menjadi bagian penting, dengan pemain langsung menekan setelah kehilangan bola.
Peran gelandang seperti Eustaquio dan Kaye sangat krusial sebagai penyaring serangan lawan. Mereka memotong aliran bola dan menutup ruang transisi. Larin dan David memulai pressing dari depan, memaksa lawan masuk ke area padat.
Sementara bek tengah menjaga duel udara dan duel darat dengan konsisten. Struktur yang rapi inilah yang membuat Kanada tampil solid di dua fase permainan.
Sumber: Kevin Pullein/Betcity
Baca Ini Juga:
- 2 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia Mulai Terkuak, 3 Kandidat Lain Masih Misterius
- Siapa John Herdman? Pelatih Kanada di Piala Dunia 2022 yang Dikaitkan dengan Timnas Indonesia
- Persija Tidak Menutup Kemungkinan Merekrut Ivar Jenner jika Mauricio Souza Meminta
- Dirumorkan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Timur Kapadze Buka Suara Soal Pengunduran Diri dari Timnas Uzbekistan
- 6 Pemain Timnas Indonesia yang Musim Ini Jarang Tampil di Klub: Selain Marselino Ferdinan, Siapa Lagi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Bali United 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 07:51
-
Hasil Lengkap dan Klasemen Pembalap Formula 1 2025
Otomotif 29 November 2025, 21:53
-
Update Klasemen Pembalap Formula 1 2025
Otomotif 29 November 2025, 21:53
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persib Hari Ini - 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 15:16
-
Mengapa Banjir Sumatera Belum Berstatus Bencana Nasional?
News 30 November 2025, 15:01
-
BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Turunkan Curah Hujan di di Sumatra Utara dan Aceh
News 30 November 2025, 14:58
-
2 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia Mulai Terkuak, 3 Kandidat Lain Masih Misterius
Tim Nasional 30 November 2025, 14:08
-
Tottenham dan Luka yang Berulang: Ketika Hasil Buruk Justru Terus Datang di Laga Kandang
Liga Inggris 30 November 2025, 09:36
-
Jadwal Madura United vs Persib Bandung di Indosiar, 30 November 2025
Bola Indonesia 30 November 2025, 08:52
-
4 Faktor Krusial yang Akan Menentukan Laga Chelsea vs Arsenal
Liga Inggris 30 November 2025, 08:30
-
Chelsea vs Arsenal: 7 Alasan Mengapa The Gunners Layak Difavoritkan Menang
Liga Inggris 30 November 2025, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pengganti Mohamed Salah yang Wajib Dipertimbangkan Liverpool Musim Panas Mendatang
Editorial 28 November 2025, 19:47
-
8 Pesepak Bola Kelas Dunia yang Pernah Terdegradasi: Ada Buffon, Carrick Hingga Owen
Editorial 28 November 2025, 19:29
-
8 Hal yang Harus Dilakukan Arne Slot Agar Tidak Dipecat Liverpool: Jangan Lupa Berdoa!
Editorial 28 November 2025, 15:55
-
Setelah Zirkzee Gagal Bersinar, 5 Striker Ini Layak Masuk Radar Manchester United
Editorial 27 November 2025, 22:12






