Mengenal Loek Schiffer: Pengidola Ronaldo dan Neymar dan Kandidat Deputi Thom Haye di Timnas Indonesia
Asad Arifin | 24 Agustus 2024 10:47
Bola.net - Thom Haye merupakan sosok pengatur permainan di Timnas Indonesia saat ini. Soal kecerdikannya mengatur tempo dan alur permainan tak ada yang meragukan.
Namun, saat ini, usia Thom Haye sudah 29 tahun. Mau tak mau, sudah harus ada sosok yang bisa diplot sebagai penerus peran dan kejeniusan Sang Profesor bersama Skuad Garuda.
Salah satu pemain yang bisa diharapkan untuk meneruskan peran Haye adalah Loek Schiffer. Pemain berdarah Belanda tersebut saat ini masih berusia 19 tahun.
Musim ini, ia berstatus pengawa FC Eindhoven. Ia bermain di tim U-21 klub asal kota kelahirannya tersebut. Selain bermain di posisi gelandang serang, ia juga bisa dimainkan sebagai gelandang tengah dan winger kiri.
Schiffer sendiri merupakan salah satu pemain diaspora Indonesia. Kakek dan nenek dari pihak ayahnya berasal dari Indonesia. Jadi, ia memiliki peluang untuk dinaturalisasi, seperti Haye.
Siapa sosok Schiffer selengkapnya? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Lahir di Keluarga Sepak Bola
Schiffer mengaku kecintaannya terhadap sepak bola sudah dimulai sejak usia empat tahun. Ia menyebut bahwa kecintaannya terhadap sepak bola dimulai dari keluarga.
Ayah Schiffer merupakan pesepak bola. Ia bermain di posisi gelandang. Sementara, salah seorang pamannya pernah memperkuat PSV Eindhoven.
"Saat aku masih kecil, ayahku juga sering mengajak untuk berlatih bareng. Jadi, sejak saat itu, aku sangat suka dengan sepak bola," ucap Schiffer.
Renang Dulu, Baru Sepak Bola
Kendati jatuh cinta terhadap sepak bola sejak dini, ternyata, olah si kulit bundar bukan olahraga pertama yang ditekuni Schiffer. Sebelum terjun ke lapangan hijau, ia terlebih dulu menceburkan diri ke kolam renang.
"Aku dulu sudah ingin bermain sepak bola sejak usia empat tahun. Namun, tentunya belum boleh karena harus menyelesaikan kursus renang dulu dan mendapat sertifikat," ucap pemain kelahiran 31 Desember 2004 tersebut.
"Jadi, aku harus melakukan itu semua dulu. Dan, saat aku berusia lima tahun, aku sudah lulus dan punya sertifikat A, B, dan C. Setelah itu, aku langsung daftar ke sepak bola," ia menambahkan.
Gabung Klub Dekat Rumah
Pertama kali terjun ke kancah sepak bola, Schiffer bergabung dengan DVS. Markas klub ini dekat dengan rumahnya, hanya sekitar sepuluh menit perjalanan.
Satu tahun setengah berada di DVS, Schiffer hijrah. Kali ini, ia bergabung dengan Helmond Sport. Ia berada di klub tersebut sampai berusia 13 tahun.
Ketika Helmond Sport akhirnya bubar jalan, Schiffer pindah ke FC Eindhoven. Ia mengikuti jejak pelatihnya di Helmond Sport yang sudah terlebih dahulu menyeberang ke Eindhoven.
"Sejak itu, aku di sana. Dari U-13, aku melewati semua kelompok umur. Sekarang aku bermain di kategori Jong," papar Schiffer.
Teladani Ronaldo dan Neymar

Di lapangan hijau, Schiffer memiliki sosok panutan. Sosok pertama yang dia idolakan dan teladani adalah Neymar.
Menurut Schiffer, bintang asal Brasil ini memiliki skill di atas rata-rata. Ia pun kerap menjajal aksi seperti yang dipertontonkn Neymar di lapangan hijau.
"Kemudian ada (Cristiano) Ronaldo untuk urusan mentalitas. Saya pikir, itu benar-benar contoh yang bagus. Ia merupakan sosok pekerja keras," tutur pemain yang bermimpi bisa memperkuat Real Madrid tersebut.
Schiffer Siap Bela Timnas Indonesia

Sebagai seorang yang berdarah Indonesia, Schiffer mengaku siap jika dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Menurut penyuka rendang ini, akan jadi hal yang sangat bagus jika ia bisa memperkuat Skuad Garuda ke depannya.
"Tentu aku terbuka untuk peluang tersebut. Bagiku, suatu mimpi juga untuk bisa bermain di Timnas Indonesia atau Belanda," kata Schiffer.
"Tapi, jika realistis, di posisiku saat ini, Timnas Indonesia adalah opsi yang bagus. Kita nggak akan tahu apa yang akan terjadi. Namun, akan sangat luar biasa jika bisa bermain di Timnas Indonesia," sambungnya.
Belum Komunikasi dengan PSSI

Menurut Schiffer, sejauh ini, ia belum pernah berkomunikasi dengan PSSI. Namun, ia mengaku sudah pernah berbicara dengan Fardy Bachdim, beberapa waktu lalu.
Fardy sendiri bisa dibilang sosok penting di balik sejumlah operasi naturalisasi yang dilakukan PSSI. Ia menjadi otak di balik proses naturalisasi Ivar Jenner, Shayne Pattynama, dan Rafael Struick.
"Saya rasa, beberapa tahun lalu kami sempat berkomunikasi. Kami ngobrol beberapa kali. Ini adalah kontak terakhir saya," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 18-21 April 2026
Liga Inggris 17 April 2026, 15:19
LATEST UPDATE
-
Rekap Piala AFF U-17 2026: Australia Kunci Tiket ke Semifinal
Tim Nasional 18 April 2026, 01:19
-
Man City vs Arsenal, Aaron Ramsey Ingin The Gunners Keluar Sebagai Pemenang
Liga Inggris 17 April 2026, 19:58
-
Live Streaming Inter vs Cagliari - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 17 April 2026, 18:45
-
Ada Kabar Kurang Sedap Bagi Man United Soal Cedera Matthijs De Ligt
Liga Inggris 17 April 2026, 18:44
-
Prediksi Bayern vs VfB Stuttgart 19 April 2026
Bundesliga 17 April 2026, 17:30
-
Prediksi Man City vs Arsenal 19 April 2026
Liga Inggris 17 April 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00













