Pakai 4-1-4-1, Baggott dan Evan Inti: Prediksi Starting XI Indonesia Saat Jumpa Singapura
Asad Arifin | 21 Desember 2021 15:14
Bola.net - Timnas Indonesia berjumpa Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12/2021) malam WIB. Laga Singapura vs Indonesia ini akan dimainkan di National Stadium mulai pukul 19.30 WIB.
Laga Singapura vs Indonesia bisa disaksikan secara live streaming di Vidio. Gratis!
Jelang duel melawan Singapura, pelatih Shin Tae-yong memastikan Egy Maulana Vikri sudah bergabung dengan tim. Akan tetapi, Egy tidak akan dimainkan karena butuh waktu untuk pemulihan kondisi.
"Egy tidak akan bermain untuk lawan Singapura. Memang Egy akan sampai di Singapura hari ini, dan besok akan diberikan istirahat, dan mungkin pertandingan berikutnya akan dimainkan," ujar Shin Tae-yong.
Tanpa Egy, Indonesia terbukti tetap tangguh di fase grup Piala AFF 2020. Modal tidak terkalahkan pada empat laga fase grup akan membuat Indonesia percaya diri menantang tuan rumah Singapura.
Lantas, bagaimana dengan starting XI yang akan dipilih Shin Tae-yong. Di bawah ini adalah prediksi starting XI Timnas Indonesia saat menantang Singapura. Simak selengkapnya ya Bolaneters:
Nadeo Argawinata - Kiper

Nadeo menjadi pilihan utama Shin Tae-yong pada dua laga terakhir Timnas Indonesia di Piala AFF. Setelah nirbobol pada laga melawan Vietnam, Nadeo kebobolan satu gol pada duel lawan Malaysia.
Nadeo tidak tampil buruk walau kebobolan di laga melawan Malaysia. Kiper asal klub Bali United itu membuat dua penyelamatan penting untuk memastikan Indonesia tidak kebobolan lebih banyak.
Asnawi Mangkualam - Bek Kanan

Bermain di Korea Selan membuat Asnawi kian matang. Bukan hanya dari cara bermain yang makin ngotot, tapi juga mental dan kepemimpinan. Asnawi jadi pemain yang sangat penting.
Pada empat laga fase grup, Asnawi adalah pemain Indonesia yang paling sering melakukan tekel (10 kali). Asnawi juga sudah mencetak satu gol dan satu assist.
Elkan Baggott - Bek Tengah

Mengapa Baggott harus bermain sejak awak? Ini terkait dengan postur tubuh dan kemampuan individu Ikhsan Fandi di lini depan Singapura. Baggott akan jadi lawan idealnya untuknya.
Baggott punya tinggi 1,94 cm. Dia bisa meladeni Ikhsan Fandi yang punya tinggi 1,84 cm untuk duel-duel udara. Selain itu, kehadiran Baggott juga bisa menjadi alternatif gol lewat set-piece.
Alfeandra Dewangga - Bek Tengah

Dewangga menjadi pemain yang selalu bermain penuh di fase grup Piala AFF 2020. Dewangga sangat cakap dalam bertahan. Dia punya kemampuan fisik yang kuat.
Sepanjang fase grup, Dewangga melakukan empat tackle sukses, 15 sapuan, tiga blok, dan 16 intersep. Satu kelebihan Dewangga adalah fleksibel dalam hal taktik dan bisa memainkan banyak peran.
Pratama Arhan - Bek Kanan

Setelah absen pada laga melawan Laos, Arhan tampil luar biasa pada dua laga terakhir fase grup. Arhan membuat Nguyen Quang Hai tak berdaya. Lalu, di laga melawan Malaysia, dia menjadi Man of the Match.
Arhan bukan hanya cakap saat bertahan. Dia juga agresif dalam menyerang. Arhan sudah mencetak satu gol dan dua assist. Selain Evan Dimas, Arhan adalah eksekutor sepak sudut terbaik Indonesia.
Rachmat Irianto - Gelandang Bertahan

Irianto selalu masuk starting XI di fase grup Piala AFF, walau tidak selalu bermain penuh. Shin Tae-yong sangat percaya pada kemampuan pemain 22 tahun.
Irianto menjadi pemain kedua dengan jumlah tekel paling banyak di fase grup (9 kali). Atribut itu sesuai dengan perannya sebagai gelandang yang bertugas memutus serangan lawan.
Irfan Jaya - Sayap Kanan

Irfan Jaya terus memberi bukti bahwa Indonesia tetap kuat tanpa Egy Maulana Vikri. Sejauh ini, pemain asal Bantaeng tersebut menjadi top skor Indonesia di Piala AFF 2020 dengan tiga gol.
Irfan Jaya lebih berani masuk kotak penalti saat Indonesia menyerang. Dia punya pergerakan yang sulit ditebak lawan. Selain itu, kemampuan dribel Irfan juga sangat baik.
Ricky Kambuaya - Gelandang Tengah

Kambuaya, bersama Dewangga, menjadi pemain yang selalu tampil penuh di fase grup untuk Indonesia. Kambuaya punya banyak kelebihan yang membuat dia selalu menjadi andalan Shin Tae-yong.
Kambuaya bisa memainkan tugas 'kotor' di lini tengah. Dia telah membuat Nguyen Cong Phuong dan Dominic Tan cedera. Tapi, pemain 25 tahun itu juga piawai membantu serangan.
Evan Dimas - Gelandang Tengah

Evan Dimas bermain sebagai pengganti pada dua laga terakhir. Bukan karena Evan bermain buruk, tetapi lebih pada keputusan taktikal yang diambil Shin Tae-yong.
Jika ingin bermain lebih menyerang, maka Evan adalah pilihan terbaik di lini tengah. Selain kemampuan mengendalikan ritme permainan yang bagus, eksekusi sepak sudut Evan juga sangat berbahaya.
Witan Sulaeman - Sayap Kiri

Jika melihat ulang duel melawan Malaysia, maka Witan patut mendapat kredit lebih. Witan sangat gigih dalam setiap perebutan bola. Permainan Witan sangat ngotot walau secara fisik tidak cukup besar.
Witan telah mencetak satu gol dan dua assist di Piala AFF. Jadi, eks pemain PSIM Yogyakarka itu bisa diandalkan untuk menjadi pengganti Egy yang belum bisa bermain.
Ezra Walian - Penyerang Tengah

Ezra Walian memang baru mencetak satu gol di Piala AFF 2020. Tapi, bukan berarti dia pemain yang buruk. Peran pemain 24 tahun itu sangat penting di lini depan.
Ezra Walian cukup kuat untuk duel satu lawan satu. Dia juga bisa menahan bola dengan baik. Selain itu, pemain Persib ini juga ditunjang dengan kemampuan fisik prima.
Dibanding Dedik Setiawan atau Kushedya Hari Yudo, Ezra bisa diandalkan untuk duel-duel fisik dengan pemain Singapura.
Grafis
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Bagaimana Kekuatan Singapura di Mata Shin Tae-yong?
- Regulasi Semifinal Piala AFF 2020: Seberapa Besar Kans Timnas Indonesia Melaju ke Final?
- Mengintip Kembali Ruang Ganti Indonesia Setelah Ganyang Malaysia di Piala AFF 2020
- Singapura Vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Duh, Egy Maulana Vikri Masih Absen
- Para Pemain Ini Sebelumnya Bukan Siapa-Siapa, Kini Jadi Bintang Timnas Indonesia di Piala AFF 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







