'Pelatih Tim ISL Harus Izinkan Pemain ke Timnas'
Editor Bolanet | 15 April 2012 21:30
- Upaya dalam membentuk Timnas Indonesia dengan melibatkan pemain asal Indonesia Super League (ISL) patut mendapatkan dukungan.
Pasalnya, menurut pelatih Persikab Kabupaten Bandung, kontestan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Encang Ibrahim, pembentukan dan pengelolaan tim nasional Indonesia difokuskan untuk lebih mementingkan pencapaian tujuan nasional ketimbang terlalu direpotkan oleh target-target pribadi dan golongan.
Tim nasional Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal dan diisi para pemain terbaik di pentas sepak bola Tanah Air. Sehingga, langkah PSSI dalam menggandeng pemain asal kompetisi ISL atau yang dikelola PT Liga Indonesia (PT LI), termasuk Divisi Utama, sangat tepat. Sehingga, harus didukung dengan hati terbuka dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan, terang pelatih berlisensi A Nasional tersebut kepada Bola.net Minggu (15/4).
Encang mengaku prihatin adanya kisruh yang menyebabkan pemilik klub dan pelatih ISL enggan melepaskan pemainnya ke Timnas. Menurutnya, itu bukanlah sikap yang bijaksana. Terlebih, melanggar hak para pemain dalam membela negaranya.
Setiap warga negara memiliki hak untuk membela negaranya tanpa syarat atau alasan apapun. Sehingga, ketika pintu Timnas dibuka lebar oleh pak Djohar Arifin Husin, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, tuturnya.
Pilihan untuk memprioritaskan kepentingan nasional, tambahnya, didasari oleh pertimbangan bahwa kepentingan yang lebih besar akan sukar diwujudkan tanpa adanya kerja sama.
Selain itu, menurut dia, insan sepak bola nasional seharusnya terus mendorong komitmen PSSI untuk menjalankan program penanganan sepak bola yang melahirkan prestasi serius dan nyata.
Encang mengakui, kini masih ada keengganan pelaku sepak bola di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia () untuk memberikan komitmen agar lebih nyata mendukung PSSI. Hal itu, lanjutnya, terjadi karena mereka menuduh PSSI tidak mau menunjukkan keinginan serupa.
Mereka seolah lupa dan terpaku dalam kepentingan kelompok. Terlebih, bahwa pemain klub ISL bisa memperkuat Timnas dianggap terlambat. Padahal, tidak pernah ada kata terlambat untuk kebaikan, tutupnya. (esa/dzi)
Pasalnya, menurut pelatih Persikab Kabupaten Bandung, kontestan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Encang Ibrahim, pembentukan dan pengelolaan tim nasional Indonesia difokuskan untuk lebih mementingkan pencapaian tujuan nasional ketimbang terlalu direpotkan oleh target-target pribadi dan golongan.
Tim nasional Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal dan diisi para pemain terbaik di pentas sepak bola Tanah Air. Sehingga, langkah PSSI dalam menggandeng pemain asal kompetisi ISL atau yang dikelola PT Liga Indonesia (PT LI), termasuk Divisi Utama, sangat tepat. Sehingga, harus didukung dengan hati terbuka dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan, terang pelatih berlisensi A Nasional tersebut kepada Bola.net Minggu (15/4).
Encang mengaku prihatin adanya kisruh yang menyebabkan pemilik klub dan pelatih ISL enggan melepaskan pemainnya ke Timnas. Menurutnya, itu bukanlah sikap yang bijaksana. Terlebih, melanggar hak para pemain dalam membela negaranya.
Setiap warga negara memiliki hak untuk membela negaranya tanpa syarat atau alasan apapun. Sehingga, ketika pintu Timnas dibuka lebar oleh pak Djohar Arifin Husin, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, tuturnya.
Pilihan untuk memprioritaskan kepentingan nasional, tambahnya, didasari oleh pertimbangan bahwa kepentingan yang lebih besar akan sukar diwujudkan tanpa adanya kerja sama.
Selain itu, menurut dia, insan sepak bola nasional seharusnya terus mendorong komitmen PSSI untuk menjalankan program penanganan sepak bola yang melahirkan prestasi serius dan nyata.
Encang mengakui, kini masih ada keengganan pelaku sepak bola di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia () untuk memberikan komitmen agar lebih nyata mendukung PSSI. Hal itu, lanjutnya, terjadi karena mereka menuduh PSSI tidak mau menunjukkan keinginan serupa.
Mereka seolah lupa dan terpaku dalam kepentingan kelompok. Terlebih, bahwa pemain klub ISL bisa memperkuat Timnas dianggap terlambat. Padahal, tidak pernah ada kata terlambat untuk kebaikan, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Denis Kolinger, Tembok Udara Persija dengan Tinggi 199 Cm
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 20:33
-
DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
Piala Dunia 15 Juli 2026, 20:12
-
Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:43
-
Misi Perdana Shin Tae-yong di Persija: Bangun Fondasi Fisik
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:19
-
Jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026
Voli 15 Juli 2026, 13:29
-
Sedikit Hiburan buat Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
Piala Dunia 15 Juli 2026, 10:22
-
Rating Pemain Spanyol saat Kalahkan Prancis: Dominan di Semua Lini
Piala Dunia 15 Juli 2026, 08:46
-
Andai Finalnya Spanyol vs Argentina
Piala Dunia 15 Juli 2026, 08:18
-
Andai Finalnya Spanyol vs Inggris
Piala Dunia 15 Juli 2026, 08:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







