Pengacara Kondang Perjuangkan Nasib Luis Manuel Blanco
Editor Bolanet | 30 April 2013 23:09
- Pergantian posisi pelatih kepala di tim nasional Indonesia senior, berbuntut panjang. Kebijakan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menunjuk Jacksen Ferreira Tiago menjadi pelatih kepala, kontan membuat posisi Luis Manuel Blanco tersingkir.
Padahal, keberadaan pelatih asal Argentina tersebut, merupakan keputusan Isran Noor ketika masih menjadi Ketua BTN.
Apalagi, Blanco juga mendapatkan restu dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin.
Banyak pekerjaan rumah milik PSSI, yang semula diyakini mampu dituntaskan Luis Manuel Blanco. Misalnya saja, membawa Timnas lolos kualifikasi Piala Asia 2015, Piala AFF 2014 dan SEA Games 2013.
Pencopotan posisi Luis Manuel Blanco, sama saja menabrak aturan yang ada. Apalagi, adanya Luis Manuel sebagai pelatih Timnas senior, merupakan kesepakatan antar negara, Indonesia dan Argentina, ujar pengacara kondang Elza Syarief.
Luis Manuel Blanco, secara langsung meminta pengacara kondang kelahiran Jakarta, 24 Juli 1957 tersebut, untuk membantu menuntaskan persoalannya.
Dikatakan sosok yang sempat berkarier di kantor pengacara milik O.C Kaligis tersebut, Blanco dibuat depresi dengan keputusan La Nyalla Mahmud Mattalitti. Akibat keputusan La Nyalla, diceritakan Elza, reputasi Blanco menjadi rusak di pentas sepakbola dunia.
Dilanjutkannya, Blanco kini sedang kembali ke Argentina. Sebab, anaknya sedang sakit dan butuh perhatian ekstra. Tidak lama lagi, diutarakan Elza, Blanco akan kembali untuk menyelesaikan persoalannya.
Padahal, Blanco rela berkorban demi memberikan prestasi bagi sepakbola Indonesia. Apalagi, dia digaji sangat kecil. Reputasinya menjadi rusak dan stres akibat tindakan tidak terpuji tersebut, katanya.
Karena itu, kami akan kirimkan somasi untuk PSSI. Kami tidak langsung mensomasi BTN, sebab BTN merupakan produk turunan dari PSSI. Yang kami perkarakan lebih awal, yakni harus PSSI, tuntas pengacara yang dikenal banyak menangani kasus-kasus perusahaan milik mantan keluarga Presiden RI, Soeharto. (esa/dzi)
Padahal, keberadaan pelatih asal Argentina tersebut, merupakan keputusan Isran Noor ketika masih menjadi Ketua BTN.
Apalagi, Blanco juga mendapatkan restu dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin.
Banyak pekerjaan rumah milik PSSI, yang semula diyakini mampu dituntaskan Luis Manuel Blanco. Misalnya saja, membawa Timnas lolos kualifikasi Piala Asia 2015, Piala AFF 2014 dan SEA Games 2013.
Pencopotan posisi Luis Manuel Blanco, sama saja menabrak aturan yang ada. Apalagi, adanya Luis Manuel sebagai pelatih Timnas senior, merupakan kesepakatan antar negara, Indonesia dan Argentina, ujar pengacara kondang Elza Syarief.
Luis Manuel Blanco, secara langsung meminta pengacara kondang kelahiran Jakarta, 24 Juli 1957 tersebut, untuk membantu menuntaskan persoalannya.
Dikatakan sosok yang sempat berkarier di kantor pengacara milik O.C Kaligis tersebut, Blanco dibuat depresi dengan keputusan La Nyalla Mahmud Mattalitti. Akibat keputusan La Nyalla, diceritakan Elza, reputasi Blanco menjadi rusak di pentas sepakbola dunia.
Dilanjutkannya, Blanco kini sedang kembali ke Argentina. Sebab, anaknya sedang sakit dan butuh perhatian ekstra. Tidak lama lagi, diutarakan Elza, Blanco akan kembali untuk menyelesaikan persoalannya.
Padahal, Blanco rela berkorban demi memberikan prestasi bagi sepakbola Indonesia. Apalagi, dia digaji sangat kecil. Reputasinya menjadi rusak dan stres akibat tindakan tidak terpuji tersebut, katanya.
Karena itu, kami akan kirimkan somasi untuk PSSI. Kami tidak langsung mensomasi BTN, sebab BTN merupakan produk turunan dari PSSI. Yang kami perkarakan lebih awal, yakni harus PSSI, tuntas pengacara yang dikenal banyak menangani kasus-kasus perusahaan milik mantan keluarga Presiden RI, Soeharto. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dean James Bersinar di Eredivisie: Bawa Go Ahead Eagles Raih Peringkat ke-2 Klasemen
Tim Nasional 24 Agustus 2026, 14:12
LATEST UPDATE
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





