Persitara Dukung Langkah Menpora
Editor Bolanet | 7 Februari 2013 20:00
- Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo untuk mengambil alih pengelolaan tim nasional Indonesia, mendapatkan dukungan dari pembina klub Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (PT LI) Persitara Jakarta Utara, M Taufik.
Menurut Taufik, hal tersebut merupakan solusi terbaik agar Timnas benar-benar diperkuat para pemain terbaik Indonesia. Apalagi, di saat kisruh dualisme PSSI dan kompetisi belum juga menemukan titik temu.
Target sepak bola adalah meraih medali emas di SEA Games 2013, di Myanmar. Karena itu, Indonesia harus tampil dengan seluruh pemain terbaiknya, ujar Taufik, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.
Kalau Menpora tidak mengambil alih, saya yakin tarik ulur antara PSSI dan PSSI versi KPSI tidak akan menemukan titik temu. Hasilnya, seperti yang terjadi di Timnas Senior. Karena itu, Menpora wajib mengambil tindakan, sambungnya.
Taufik menambahkan, pada SEA Games 2011 di Indonesia, Timnas Indonesia hanya mampu meraih medali perak. Padahal, tim yang tampil adalah para pemain terbaik di bawah besutan pelatih Rahmad Darmawan.
Bisa dibayangkan bila Indonesia tetap mengirimkan tim seadanya. Saya yakin kita tidak akan mampu bersaing dalam perburuan medali emas di Myanmar akhir tahun mendatang, imbuhnya.
Terkait ancaman Menpora yang akan membubarkan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Taufik justru mengecam rencana tersebut. Menurutnya, Menpora sebaiknya tidak mencampuri urusan terkait kompetisi.
Biarkan saja ISL dan IPL sama-sama digulirkan. Dari situ bisa dilihat, kompetisi mana yang lebih mendapat sambutan dari masyarakat. Terlalu luas dampak yang ditimbulkan bila Menpora membubarkan ISL. Apalagi, ISL terbukti telah berjalan dengan baik, papar Mantan Manajer Persitara Jakarta Utara tersebut. (esa/dzi)
Menurut Taufik, hal tersebut merupakan solusi terbaik agar Timnas benar-benar diperkuat para pemain terbaik Indonesia. Apalagi, di saat kisruh dualisme PSSI dan kompetisi belum juga menemukan titik temu.
Target sepak bola adalah meraih medali emas di SEA Games 2013, di Myanmar. Karena itu, Indonesia harus tampil dengan seluruh pemain terbaiknya, ujar Taufik, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.
Kalau Menpora tidak mengambil alih, saya yakin tarik ulur antara PSSI dan PSSI versi KPSI tidak akan menemukan titik temu. Hasilnya, seperti yang terjadi di Timnas Senior. Karena itu, Menpora wajib mengambil tindakan, sambungnya.
Taufik menambahkan, pada SEA Games 2011 di Indonesia, Timnas Indonesia hanya mampu meraih medali perak. Padahal, tim yang tampil adalah para pemain terbaik di bawah besutan pelatih Rahmad Darmawan.
Bisa dibayangkan bila Indonesia tetap mengirimkan tim seadanya. Saya yakin kita tidak akan mampu bersaing dalam perburuan medali emas di Myanmar akhir tahun mendatang, imbuhnya.
Terkait ancaman Menpora yang akan membubarkan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Taufik justru mengecam rencana tersebut. Menurutnya, Menpora sebaiknya tidak mencampuri urusan terkait kompetisi.
Biarkan saja ISL dan IPL sama-sama digulirkan. Dari situ bisa dilihat, kompetisi mana yang lebih mendapat sambutan dari masyarakat. Terlalu luas dampak yang ditimbulkan bila Menpora membubarkan ISL. Apalagi, ISL terbukti telah berjalan dengan baik, papar Mantan Manajer Persitara Jakarta Utara tersebut. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












