Piala AFF 2020: 4 Alasan Kuat Percaya Bahwa Timnas Indonesia Bakal Menjadi Juara
Asad Arifin | 24 Desember 2021 11:30
Bola.net - Timnas Indonesia telah membuktikan kapasitas sebagai calon kuat juara Piala AFF 2020. Skuad Garuda punya aspek-apek pendukung untuk menjadi juara mulai dari kualitas pemain hingga pelatih kelas dunia, Shin Tae-yong.
Saat ini, Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala AFF dan berjumpa Singapura. Pada fase grup, Indonesia sukses menjadi juara Grup B. Evan Dimas dan kolega sukses melewati tantangan finalis musim lalu, Vietnam dan Malaysia.
Pilihan Shin Tae-yong menggunakan para pemain muda mendapat pujian setinggi langit, tak hanya dari dalam negeri, melainkan juga kalangan di luar sana. Kebijakan pria berakronim STY ini dianggap menjadi langkah investasi luar biasa bagi masa depan Timnas Indonesia.
Tiga kemenangan dan satu imbang jadi saksi perjalanan Timnas Indonesia di fase grup. Anak asuh Shin Tae-yong ini juga menjadi tim dengan catatan gol paling banyak di antara sembilan peserta Piala AFF 2020 lainnya.
Laga kontra Singapura pada semifinal Piala AFF 2020 jadi ujian Timnas Indonesia berikutnya sebelum melangkahkan kaki di partai final lalu menjadi juara. Di bawah ini adalah alasan mengapa Skuad Garuda bakal menjadi juara Piala AFF. Apa saja? Simak di bawah ini ya Bolaneters:
Persiapan Matang
Persiapan Timnas Indonesia menuju ajang Piala AFF 2020 terbilang cukup matang. Sejumlah laga baik persahabatan maupun event internasional dilakoni, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Memang betul bahwa Timnas Indonesia tercecer selama ajang tersebut, tapi itu merupakan batu pertama Shin Tae-yong. Perlahan namun pasti, pondasi tim mulai terlihat pada berbagai laga berikutnya.
Pemusatan latihan yang intens digeber juga membuat Timnas Indonesia makin padu dan matang. Seleksi pemain pun dilakukan secara berkala dan penuh pertimbangan.
Tengok saja bagaimana pemain-pemain sekaliber Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, hingga Marc Klok tak dilirik oleh Shin Tae-yong pada Piala AFF 2020. Alih-alih, pelatih asal Korea Selatan itu lebih terkesan dengan darah muda, sebut saja Rachmat Irianto hingga Pratama Arhan.
Pelatih Malaysia pun sepakat bahwa Timnas Indonesia memang benar-benar melakukan persiapan yang jauh lebih matang. Hasilnya bisa dilihat di mana Nadeo Argawinata cs tidak terkalahkan selama fase grup.
"Vietnam dan Indonesia memiliki persiapan yang bagus. Sementara kami tidak," kata Tan Cheng Hoe usai timnya dibantai 1-4 oleh Timnas Indonesia.
Kejeniusan Shin Tae-yong

Strategi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, di Piala AFF 2020 mendapat apresiasi dari fans. Terutama pada laga melawan Malaysia (4-1) dan memastikan skuad Garuda lolos ke semifinal sebagai juara Grup B.
Pada sesi konferensi pers resmi jelang fase grup Piala AFF, Shin Tae-yong tidak banyak sesumbar. Dia menyebut Indonesia berada di grup yang sulit. Tidak ada janji gelar juara akan dibawa ke pangkuan Ibu Pertiwi.
"Tentu tidak bisa dipastikan apakah akan menjadi juara. Tetapi setiap pertandingan kami akan bekerja keras dengan berpikir kami itu sebagai calon juara. Memang penting juga untuk target juara, tetapi setiap pertandingan kami bekerja keras pasti akan meningkatkan performa. Jadi mungkin bisa mendapatkan juara juga," jelas Shin Tae-yong.
Sebaliknya, ia fokus membenahi apa yang kurang dalam permainannya. Shin Tae-yong memiliki banyak variasi taktik yang terbukti membuahkan hasil.
Tiap pertandingan selama fase grup, Timnas Indonesia menggunakan pakem berbeda, mulai dari 4-1-4-1, 4-4-1-1, hingga 4-4-2. Bahkan Shin Tae-yong tanpa ragu memainkan pola lima bek jika memang dirasa kekuatan lawan lebih baik. Jadi bisa dikatakan, para pemain sanggup melakukan apapun keinginan Shin Tae-yong. Ini jadi nilai plus buat Elkan Baggott dan rekan-rekannya.
Skuad yang Solid

Menarik melihat komposisi pemain Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020. Jika dikomparasi secara gaya bermain individu, skuad besutan ini mirip dengan Liverpool.
Agaknya, Shin Tae-yong memang sengaja tidak membawa sosok target man sebagai juru gedor utama. Tengok saja empat striker yang dibawanya. Mungkin hanya Dedik Setiawan saja yang merupakan striker murni, yang memang bertugas sebagai finisher.
Ada 18 gol Timnas Indonesia dalam sepuluh partai sebelum Piala AFF 2020, 16 di antaranya berasal dari lini kedua. Evan Dimas memimpin dengan empat gol, disusul Witan Sulaeman dan Ricky Kambuaya yang kompak mendulang tiga gol.
Mundur ke sisi pertahanan, Shin Tae-yong memiliki banyak pilihan. Bek tengah cukup melimpah, mulai dari Elkan Baggott, Victor Igbonefo, Alfeandra Dewangga, hingga Rizki Dwi.
Jangan lupakan juga Fachruddin Aryanto dan Ryuji Utomo yang bisa jadi alternatif. Apalagi Rachmat Irianto mampu berperan sebagai bek tengah.
Sektor tengah tak kalah komplit. Shin Tae-yong juga bisa menempatkan Dewangga sebagai jangkar guna menambah kuat area gelandang, memnbuat Evan Dimas dan Ricky Kambuaya leluasa mengembangkan permainan.
Pemain Muda Haus Gelar

Pada Piala AFF 2020, Shin Tae-yong menggunakan banyak sekali pemain muda. Hampir setengah dari 30 pemain bahkan berusia di bawah 23 tahun, seperti Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, hingga Witan Sulaeman.
Ini bisa dibilang perjudian karena nama-nama tenar seperti Marc Klok, Hansamu Yama, sampai Ilija Spasojevic urung diangkut menuju Singapura. Tapi yang jelas, Shin Tae-yong tidak sembarangan dalam pemilihan pemain.
Pelatih asal Korea Selatan itu ingin membangun Timnas Indonesia dengan pondasi kuat, yang tidak cuma mengandalkan pengalaman saja, tapi juga mendorong para pemain muda potensial untuk belajar dari pertandingan-pertandingan internasional.
Diharapkan ketatnya Piala AFF 2020 bisa menguatkan mental para penggawa Timnas Indonesia di masa-masa mendatang. Satu hal yang paling penting adalah, para pemain muda memiliki kekuatan fisik yang lebih baik.
Ketika Shin Tae-yong tidak membawa Spaso, ia mengatakan bahwa ini murni taktik, bahwa Spaso tidaklah sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Ia menilai striker Bali United itu tidak memiliki kekuatan fisik prima.
Bicara fisik, itulah yang tergambar dari Timnas Indonesia selama Piala AFF 2020. Bertanding dalam jadwal padat terbukti tidak menjadi kendala berarti meskipun Shin Tae-yong mengakui duel lawan Singapura kemarin stamina anak asuhnya mulai mengendur.
Di sisi lain, semangat anak-anak muda ini begitu spartan. Minimnya jam terbang justru jadi aspek positif karena mereka lebih fokus dengan target yang ada tanpa sedikitpun memedulikan kekuatan lawannya.
Timnas Indonesia dengan darah mudanya menjelma menjadi predator haus gelar dan dengan ditopang fisik yang lebih prima, hanya ada satu fokus mereka: mengangkat trofi Piala AFF perdana.
Disadur dari Bola.com: Gregah Nurikhsani, 24 Desember 2021
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Infografis Tapak Tilas Timnas Indonesia di Piala AFF: 'Raja' Runner-up Memburu Gelar Juara
Egy Maulana Vikri Siap Tampil Lawan Singapura: Insya Allah Kita Bisa Menang!
Pesan Yabes Roni untuk Fans Timnas Indonesia: Jangan Pernah Berhenti Dukung Kami
Piala AFF 2020: Pemain Vietnam Terpeleset, Pelatih Thailand Akui Menang Beruntung
Bisikan Kapten Vietnam Bikin 'Messi Thailand' Gagal Penalti: Tidak Masuk, Tidak Masuk!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

