Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup F, Ujian Berat John Herdman Kontra Jepang
Afdholud Dzikry | 16 Mei 2026 15:33
Bola.net - Timnas Indonesia menghadapi tantangan berat di Piala Asia 2027 setelah hasil undian menempatkan mereka di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen tersebut akan berlangsung di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027, dengan persaingan ketat yang sudah menanti sejak fase grup.
Grup ini langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional, terutama karena Indonesia kembali bertemu Jepang. Duel tersebut dipandang sebagai ujian penting bagi perkembangan skuad Garuda yang kini memasuki era baru bersama pelatih anyar mereka.
Selain menghadapi lawan dengan tradisi kuat di Asia, Indonesia juga dituntut tampil lebih siap secara taktik dan mental. Persaingan di grup diprediksi berlangsung sengit sejak laga pertama karena seluruh tim datang dengan target besar.
Menakar Ujian Pertama untuk Taktik John Herdman
Sorotan kini mengarah kepada John Herdman yang dipercaya menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Kanada itu diharapkan mampu membawa perubahan sekaligus memberi kejutan saat menghadapi tim-tim elite Asia.
Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai turnamen di Arab Saudi akan menjadi ujian nyata bagi kapasitas Herdman. Menurutnya, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah ketika menghadapi tim papan atas Asia.
"Ujian buat pelatih John Herdman, Jepang adalah tim langganan Piala Dunia. Kemudian ada Qatar. Tapi dari segi potensinya, kita bisa minimal mengimbanginya," tutur Aris Budi Sulistyo seperti dikutip dari Bola.com.
"Masa persiapan ke depan harus benar-benar disiapkan oleh Timnas Indonesia. Karena turnamen ini juga bergengsi, banyak pemain terbaik di setiap tim ikut tampil. Bakal menjadi kesempatan menarik bagi kekuatan utama Timnas Indonesia," jelasnya kemudian.
Bayang-Bayang Rekor Buruk Lawan Tim Samurai Biru
Tantangan Indonesia semakin berat jika melihat rekor pertemuan melawan Jepang. Dalam era kepelatihan Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert, Garuda selalu gagal mengalahkan tim Samurai Biru.
Dari 18 pertemuan resmi, Indonesia hanya meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang. Sebaliknya, Jepang mendominasi dengan 11 kemenangan yang memperlihatkan jarak kualitas kedua tim dalam beberapa dekade terakhir.
Piala Asia 2024 menjadi salah satu contoh sulitnya Indonesia menghadapi Jepang. Saat itu, Garuda kalah 1-3 sebelum kembali tumbang dua kali di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketika bermain di kandang sendiri, Indonesia menyerah 0-4 dari Jepang. Situasi makin berat saat laga tandang berakhir dengan kekalahan telak 0-6. Hasil tersebut membuat langkah Garuda terhenti di putaran keempat setelah kalah bersaing dari Arab Saudi dan Irak.
Menghadapi Kekuatan Global dan Tradisi Piala Dunia Jepang
Kekuatan Jepang tidak hanya terlihat dari rekor pertemuan mereka melawan Indonesia. Tim Samurai Biru saat ini diperkuat banyak pemain yang tampil di liga-liga top Eropa, seperti Takefusa Kubo, Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Daichi Kamada.
Selain itu, mereka juga memiliki kedalaman skuad yang solid dengan hadirnya Ritsu Doan, Zion Suzuki, hingga Ayase Ueda. Kombinasi kualitas individu dan organisasi permainan yang matang membuat Jepang terus berkembang sebagai salah satu kekuatan utama Asia.
Prestasi Jepang di level dunia juga terus konsisten. Mereka sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan menjaga tradisi tampil di putaran final sejak debut pada edisi 1998 di Prancis.
Jepang tercatat selalu lolos ke Piala Dunia sejak 1998 hingga 2022. Dalam periode tersebut, mereka empat kali menembus babak 16 besar. Pada edisi terakhir di Qatar, langkah mereka baru terhenti lewat adu penalti melawan Kroasia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 16 Mei 2026, 17:30
-
Prediksi Barcelona vs Betis 18 Mei 2026
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 17:00
-
Prediksi Sevilla vs Madrid 18 Mei 2026
Liga Spanyol 16 Mei 2026, 16:03
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01


















