Praktik Match Fixing Disebut Juga Sudah Masuk ke Timnas
Serafin Unus Pasi | 3 Desember 2018 19:03
Bola.net - Kompetisi domestik bukan satu-satunya lahan 'bermain' bagi bandar match fixing. Tentakel-tentakel para pelaku tindakan lancung ini juga sudah menggerayangi tim nasional.
Salah seorang perantara antara bandar dan 'operator lapangan' (pemain, offisial, pelatih, maupun perangkat pertandingan), Bambang Suryo, mengaku bahwa timnas tak lepas dari jerat match fixing. Ada sejumlah pertandingan timnas yang disebutnya terkontaminasi.
"Sama saja. Bisa saja masuk ke timnas," ujar Bambang Suryo, kala ditemui Bola.net di kediamannya, Senin (04/12).
"Saya tidak mau sebut kapan ada bandar yang masuk ini. Yang pasti, saya berani bilang ada," sambung pria berkepala plontos ini .
Menurut BS, sapaan karibnya, ada sejumlah perbedaan antara match fixing yang melibatkan timnas dan klub. Salah satunya, sambung pria yang mengaku sudah bertobat dari perbuatan masa silamnya ini, adalah besaran dana operasional yang harus dikeluarkan.
"Kalau untuk timnas bisa sampai miliaran. Jauh lebih besar jumlahnya kalau dibandingkan dengan main di klub. Kalau klub kan kisarannya hanya ratusan juta rupiah," tuturnya.
Pernyataan BS ini sesungguhnya bukan hal baru. Beberapa kali Timnas Indonesia digoyang skandal suap.
Dalam catatan Bola.net, jelang Asian Games 1962 silam, sempat terlontar isu penyuapan pada Timnas Indonesia yang menelan kekalahan pada laga uji coba kontra Yugoslavia Selection. Pelatih Timnas Indonesia waktu itu, Antun Pogacnik, bahkan sampai berurai air mata kala sejumlah pemainnya diperiksa polisi.
Aroma suap kembali tercium pada 1981 kala Manajer Timnas Indonesia, Sjarnoebi Said sempat meminta anak asuhnya bersumpah tak menerima suap, dua hari sebelum laga mereka kontra Timnas Fiji. Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1982 ini Indonesia yang sempat unggul 3-1 akhirya harus puas berbagi angka 3-3.
Pada 1987, giliran sejumlah pemain Timnas Indonesia yang bermain di pra-Olimpiade 1987 tersandung kasus suap. Akibatnya, Bambang Nurdiansyah dan sejumlah pemain lain harus dihukum selama tiga tahun.
Kabar masuk anginnya Timnas Indonesia kembali berembus kencang pada gelaran Piala AFF 2010. Skuat besutan Alfred Riedl ini ditengarai 'masuk angin' pada laga puncak gelaran tersebut, kontra Malaysia.
Tengara ini kian meluas kala seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen menulis surat elektronik kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Dalam surelnya, Eli -yang mengaku pegawai pajak- menuding sejumlah pengurus PSSI mengatur laga Timnas Indonesia vs Malaysia di final Piala AFF, Desember lalu.
"Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX. Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah."
"Informasi dari kawan saya, saat di kamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden "laser" dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding," demikian potongan surel tertanggal 30 Januari 2011 tersebut.
Waktu itu, tuduhan Eli ditampik oleh PSSI. Humas PSSI waktu itu, Tubagus Adhi, menyebut bahwa tudingan ini tak lebih dari sekadar omong kosong.
"Nggak bener itu! Yang jelas ini merupakan sesuatu yang tidak bagus di akhir masa tugas Pengurus PSSI periode 2007-2011," ujarnya pada Bola.net waktu itu.
"Saya rasa mustahil bakal terjadi suap atau semacam itu. Apalagi ini sebuah momen yang berat bagi PSSI. Ada banyak hal yang menghambat langkah PSSI baik dari luar maupun dalam," ia memungkasi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dean James Bersinar di Eredivisie: Bawa Go Ahead Eagles Raih Peringkat ke-2 Klasemen
Tim Nasional 24 Agustus 2026, 14:12
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
-
Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
Liga Spanyol 4 September 2026, 18:30
-
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Liga Champions 4 September 2026, 17:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 5-6 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 17:48
-
Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:29
-
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
Liga Champions 4 September 2026, 17:20
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:13
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persita 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:07
-
Skuad Manchester United di Liga Champions: Mainoo dan Yoro Tak Masuk Daftar 25 Pemain
Liga Champions 4 September 2026, 16:45
-
Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






