Program BTN Dinilai Terlalu Instan
Editor Bolanet | 2 Maret 2013 21:48
- Dibentuknya kembali Badan Tim Nasional (BTN) memunculkan semangat baru tim nasional Indonesia dalam meraih prestasi. Banyak pihak pula yang menaruh harapan agar BTN mampu membangun kekuatan tim nasional Indonesia yang tangguh di masa mendatang.
Namun, pembentukan Timnas yang dilakoni BTN, diminta tetap melalui proses yang terprogram dan melibatkan klub-klub asal para pemain. Sehingga, bukan hanya dengan asal comot pemain dari klub.
Hal tersebut, dikatakan Mantan Manajer Timnas Andi Darussalam Tabusalla kepada wartawan, Sabtu (2/3). Menurutnya, yang kini dilakukan BTN di bawah pimpinan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dirasa kurang tepat.
Seyogyanya, untuk memanggil pemain, BTN harus lebih dulu menggelar seleksi dan berkonsultasi dengan melibatkan klub dan pelatih. Itu penting, karena yang mengetahui kondisi pemain adalah pelatih dan klub bersangkutan, ujarnya.
Apa yang dilakukan BTN dengan menunjuk pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco terlalu instan. Sebab, ini Timnas bukan memanggil pemain untuk laga uji coba, papar ADS, panggilan akrab Andi Darussalam.
Menurutnya ADS, setelah ditunjuk menjadi Ketua BTN, Isran Noor lebih dulu berbicara dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk membentuk jajaran kepengurusan BTN yang solid.
Pasalnya, jajaran pengurus BTN harus diisi sosok yang mempunyai pengalaman mengurus Timnas. Sehingga, bukan ditempati pihak-pihak yang tidak memiliki kapabilitas.
Setelah pengurus BTN dibentuk, mereka memanggil Blanco agar memaparkan program-programnya. Selain itu, BTN juga harus mengumpulkan klub dengan pelatihnya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab. Sebab, pemain adalah milik klub. Kondisi terakhir para pemain, diketahui betul oleh manajemen klub dan pelatihnya, imbuh ADS.
Bila proses itu tidak dijalankan, ADS yakin program timnas yang dikelola BTN tidak akan memberikan hasil yang dinginkan.
Bila hanya main panggil saja, pasti akan runyam. Karena, pemanggilan pemain berpengaruh pada klub dan jadwal kompetisi. Dampak terburuknya, kompetisi bisa berhenti akibat pemain di klub banyak dipanggil ke Timnas, tukasnya.
Semua pihak harus diajak bicara, termasuk CEO PT Liga Indonesia atau PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Karena, program Timnas pasti akan berpengaruh pada jadwal kompetisi, tuntas mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia tersebut. (esa/lex)
Namun, pembentukan Timnas yang dilakoni BTN, diminta tetap melalui proses yang terprogram dan melibatkan klub-klub asal para pemain. Sehingga, bukan hanya dengan asal comot pemain dari klub.
Hal tersebut, dikatakan Mantan Manajer Timnas Andi Darussalam Tabusalla kepada wartawan, Sabtu (2/3). Menurutnya, yang kini dilakukan BTN di bawah pimpinan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, dirasa kurang tepat.
Seyogyanya, untuk memanggil pemain, BTN harus lebih dulu menggelar seleksi dan berkonsultasi dengan melibatkan klub dan pelatih. Itu penting, karena yang mengetahui kondisi pemain adalah pelatih dan klub bersangkutan, ujarnya.
Apa yang dilakukan BTN dengan menunjuk pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco terlalu instan. Sebab, ini Timnas bukan memanggil pemain untuk laga uji coba, papar ADS, panggilan akrab Andi Darussalam.
Menurutnya ADS, setelah ditunjuk menjadi Ketua BTN, Isran Noor lebih dulu berbicara dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk membentuk jajaran kepengurusan BTN yang solid.
Pasalnya, jajaran pengurus BTN harus diisi sosok yang mempunyai pengalaman mengurus Timnas. Sehingga, bukan ditempati pihak-pihak yang tidak memiliki kapabilitas.
Setelah pengurus BTN dibentuk, mereka memanggil Blanco agar memaparkan program-programnya. Selain itu, BTN juga harus mengumpulkan klub dengan pelatihnya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab. Sebab, pemain adalah milik klub. Kondisi terakhir para pemain, diketahui betul oleh manajemen klub dan pelatihnya, imbuh ADS.
Bila proses itu tidak dijalankan, ADS yakin program timnas yang dikelola BTN tidak akan memberikan hasil yang dinginkan.
Bila hanya main panggil saja, pasti akan runyam. Karena, pemanggilan pemain berpengaruh pada klub dan jadwal kompetisi. Dampak terburuknya, kompetisi bisa berhenti akibat pemain di klub banyak dipanggil ke Timnas, tukasnya.
Semua pihak harus diajak bicara, termasuk CEO PT Liga Indonesia atau PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS). Karena, program Timnas pasti akan berpengaruh pada jadwal kompetisi, tuntas mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia tersebut. (esa/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Analisis: Pep Guardiola Pakai Cara 'Kuno' untuk Buat Arsenal Tak Berkutik
Liga Inggris 21 April 2026, 19:14
-
Liga Inggris 21 April 2026, 18:48

-
Link Nonton Streaming Real Madrid vs Alaves - Pekan ke-33 La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 18:32
-
Situasi Berubah, Sekarang Man United Didesak Rekrut Declan Rice!
Liga Inggris 21 April 2026, 18:18
-
Bastoni ke Barcelona? Tunggu Lampu Hijau Hansi Flick
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:47
-
Fadly Alberto Minta Maaf: Perbuatan Bodoh Saya Menendang Rakha Nurkholis
Tim Nasional 21 April 2026, 17:20
-
Lamine Yamal Bicara Inspirasi dan Lionel Messi
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:17
-
Melihat Peran Krusial Rodri dan Silva: Rahasia Man City Kalahkan Arsenal
Liga Inggris 21 April 2026, 16:45
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59












