PSSI Dinilai Egois dan Arogan Perlakukan Kapten Timnas U-19
Editor Bolanet | 25 September 2013 09:58
- Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia (Lemkapoin), Richard Achmad Supriyanto, sangat menyayangkan sikap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap pemain tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas.
Itu karena, PSSI menolak mengesahkan status Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional. PSSI berpandangan, jika klub yang menaungi Evan yakni Persebaya 1927 bukan anggota resmi PSSI.
Sedangkan Persebaya yang diakui, yakni yang meraih gelar juara Divisi Utama musim 2012-13 dan promosi ke Indonesia Super League musim depan. Apalagi, juga sudah disahkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
Kondisi memprihatinkan, ketika Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono, mengatakan jika status pemain yang baru saja mengantarkan Indonesia meraih Piala AFF U-19 tersebut merupakan kewajiban PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) yang menaungi Persebaya 1927.
Masih hangat rasanya kemenangan Indonesia di ajang AFF U-19 yang dipersembahkan anak-anak untuk bangsa ini. Kenapa persoalan status kapten Timnas U-19, Evan Dimas, dipersoalkan oleh federasi. Seharusnya, tidak perlu dipersoalkan dari mana Evan berasal. Sebab terpenting, Evan Dimas sudah memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi, kata Richard.
Seharusnya, PSSI bisa mencarikan solusi bukannya malah koar-koar di media. Terkesan yang disampaikan Sekjen PSSI malah akan menimbulkan polemik sendiri nantinya. PSSI hanya mementingkan kelompok dan golongannya saja. Serta, terkesan egois dan arogan, lanjutnya.
Tidak hanya Richard yang dibuat geram, melainkan CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah, hingga menyebut PSSI tidak mengerti arti dari sebuah organisasi. Bahkan, Cholid berencana mengadukannya kepada Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).
Evan Dimas binaan Persebaya, kalau pun ada pengalihan status dari amatir ke profesional itu dilakukan oleh PSSI. Saya katakan kalau pengurus PSSI itu bodoh, sebab barang yang benar disalahkan. PT LPIS punya kewenangan kalau asal klubnya profesional. Tapi ini kan pengalihan status, jadi harus PSSI, ucap Cholid.
Lebih jauh dikatakannya, PSSI harus bersikap adil dan jujur jika enggan dianggap tidak mengerti organisasi. Bahkan dalam waktu dekat, Cholid pun berencana untuk melaporkan hal ini kepada CAS.
Biar saja pengadilan menentukan mana Persebaya yang sah, apapun hasilnya kami terima. Bulan depan mungkin sudah dapat hasilnya, dan kami akan terus perjuangkan, tuntasnya. [initial]
(esa/mac)
Itu karena, PSSI menolak mengesahkan status Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional. PSSI berpandangan, jika klub yang menaungi Evan yakni Persebaya 1927 bukan anggota resmi PSSI.
Sedangkan Persebaya yang diakui, yakni yang meraih gelar juara Divisi Utama musim 2012-13 dan promosi ke Indonesia Super League musim depan. Apalagi, juga sudah disahkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
Kondisi memprihatinkan, ketika Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono, mengatakan jika status pemain yang baru saja mengantarkan Indonesia meraih Piala AFF U-19 tersebut merupakan kewajiban PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) yang menaungi Persebaya 1927.
Masih hangat rasanya kemenangan Indonesia di ajang AFF U-19 yang dipersembahkan anak-anak untuk bangsa ini. Kenapa persoalan status kapten Timnas U-19, Evan Dimas, dipersoalkan oleh federasi. Seharusnya, tidak perlu dipersoalkan dari mana Evan berasal. Sebab terpenting, Evan Dimas sudah memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi, kata Richard.
Seharusnya, PSSI bisa mencarikan solusi bukannya malah koar-koar di media. Terkesan yang disampaikan Sekjen PSSI malah akan menimbulkan polemik sendiri nantinya. PSSI hanya mementingkan kelompok dan golongannya saja. Serta, terkesan egois dan arogan, lanjutnya.
Tidak hanya Richard yang dibuat geram, melainkan CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah, hingga menyebut PSSI tidak mengerti arti dari sebuah organisasi. Bahkan, Cholid berencana mengadukannya kepada Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).
Evan Dimas binaan Persebaya, kalau pun ada pengalihan status dari amatir ke profesional itu dilakukan oleh PSSI. Saya katakan kalau pengurus PSSI itu bodoh, sebab barang yang benar disalahkan. PT LPIS punya kewenangan kalau asal klubnya profesional. Tapi ini kan pengalihan status, jadi harus PSSI, ucap Cholid.
Lebih jauh dikatakannya, PSSI harus bersikap adil dan jujur jika enggan dianggap tidak mengerti organisasi. Bahkan dalam waktu dekat, Cholid pun berencana untuk melaporkan hal ini kepada CAS.
Biar saja pengadilan menentukan mana Persebaya yang sah, apapun hasilnya kami terima. Bulan depan mungkin sudah dapat hasilnya, dan kami akan terus perjuangkan, tuntasnya. [initial]
(esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






