Ramadhan: Mental Indonesia Dirusak Penalti
Editor Bolanet | 23 Mei 2012 15:40
- Manajer Timnas Indonesia, Ramadhan Pohan mengakui jika mental para pemain terganggu setelah Palestina mendapatkan hadiah penalti di laga semifinal turnamen Al-Nakbah, Rabu (22/5).
Dengan kekalahan ini maka langkah skuad Garuda harus terhenti. Di partai final sendiri tuan rumah Palestina akan berhadapan dengan Tunisia, Kamis (24/5).
Kawan-kawan telah bermain dengan bagus. Sayang sekali permainan indah Irfan Bachdim dirusak oleh penalti, ujar Ramadhan.
Timnas Garuda pada pertandingan semifinal ini sempat unggul terlebih dahulu lewat kaki Irfan Bachdim pada menit 12. Hanya saja keunggulan Indonesia langsung dibalas dengan tendangan penalti pemain Palestina, Abu Habib pada menit 38 dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Mampu menyamakan kedudukan membuat semangat pemain Palestina meningkat. Terbukti serangan demi serangan ke arah gawang Endra Prasetya terus dilakukan. Kondisi ini berbeda dengan permainan Indonesia yang kurang berkembang, hingga akhirnya pada menit 66, Roberto Kettlun mampu mencetak gol dan membawa Palestina ke final.
Kita terhenti secara terhormat. Dengan 15 pemain yang tersisa kita bisa bermain dengan maksimal, tandasnya.
Di pertandingan semifinal ini, Timnas Indonesia tidak bisa menurunkan tiga pemain yang selama ini menjadi andalan yaitu Titus Bonai, Jajang Paliama serta penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho yang semuanya mengalami cedera.
Selain itu upaya untuk mendatangkan tenaga baru yaitu Oktovianus Maniani dan Yosua Pahabol juga tidak tercapai karena keduanya tertahan di Yordania karena belum mendapatkan visa dari Israel.
Kami ucapkan terima kasih pada publik sepak bola Tanah Air atas dukungannya. Kami minta maaf karena terhenti di semifinal. Yang jelas pemain muda dan debutan ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan hasil terbaik, kata Ramadhan menambahkan. (ant/end)
Dengan kekalahan ini maka langkah skuad Garuda harus terhenti. Di partai final sendiri tuan rumah Palestina akan berhadapan dengan Tunisia, Kamis (24/5).
Kawan-kawan telah bermain dengan bagus. Sayang sekali permainan indah Irfan Bachdim dirusak oleh penalti, ujar Ramadhan.
Timnas Garuda pada pertandingan semifinal ini sempat unggul terlebih dahulu lewat kaki Irfan Bachdim pada menit 12. Hanya saja keunggulan Indonesia langsung dibalas dengan tendangan penalti pemain Palestina, Abu Habib pada menit 38 dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Mampu menyamakan kedudukan membuat semangat pemain Palestina meningkat. Terbukti serangan demi serangan ke arah gawang Endra Prasetya terus dilakukan. Kondisi ini berbeda dengan permainan Indonesia yang kurang berkembang, hingga akhirnya pada menit 66, Roberto Kettlun mampu mencetak gol dan membawa Palestina ke final.
Kita terhenti secara terhormat. Dengan 15 pemain yang tersisa kita bisa bermain dengan maksimal, tandasnya.
Di pertandingan semifinal ini, Timnas Indonesia tidak bisa menurunkan tiga pemain yang selama ini menjadi andalan yaitu Titus Bonai, Jajang Paliama serta penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho yang semuanya mengalami cedera.
Selain itu upaya untuk mendatangkan tenaga baru yaitu Oktovianus Maniani dan Yosua Pahabol juga tidak tercapai karena keduanya tertahan di Yordania karena belum mendapatkan visa dari Israel.
Kami ucapkan terima kasih pada publik sepak bola Tanah Air atas dukungannya. Kami minta maaf karena terhenti di semifinal. Yang jelas pemain muda dan debutan ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan hasil terbaik, kata Ramadhan menambahkan. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












