Rekor Ciamik Indra Sjafri Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF U-19: Sekali Juara, Selalu Lolos Semifinal
Gia Yuda Pradana | 11 Juli 2024 11:53
Bola.net - Timnas Indonesia U-19 akan segera memulai petualangan mereka di Piala AFF U-19 2024. Dalam ajang yang dihelat di Surabaya, 17 - 29 Juli 2024 ini, Garuda Nusantara berada di Grup A bersama Kamboja, Filipina, dan Timor Leste.
Pada edisi ini, Indonesia U-19 akan kembali dinakhodai oleh Indra Sjafri. Pelatih asal Sumatra Barat ini sukses membawa Indonesia U-19 meraih gelar juara pada edisi 2013 lalu.
Sukses Indra Sjafri dan Indonesia U-19 waktu itu sukses menghadirkan demam 'Timnas U-19'. Evan Dimas dan kawan-kawan dielu-elukan para pencinta sepak bola Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, mereka pun dibuatkan Tur Nusantara.
Momen Indra Sjafri menakhodai Indonesia pada ajang AFF U-19 tak hanya terjadi pada tahun 2013 saja. Ada dua ajang AFF U-19 lain, di mana tim Indonesia dikomandani oleh pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.
Bagaimana selengkapnya perjalanan Timnas Indonesia bersama Indra Sjafri di Piala AFF U-19? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Piala AFF U-19 2013 - Juara

Perjalanan Indra Sjafri bersama Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 bermula pada edisi 2013. Dalam laga ini, pelatih kelahiran 2 Februari 1963 tersebut sukses membawa Garuda Jaya -julukan Indonesia U-19- menjadi kampiun.
Selain gelar juara tersebut, ada hal lain yang dipersembahkan Indonesia U-19 pada laga ini. Mereka menunjukkan bahwa Indonesia bisa bermain dengan efektif dan penguasaan bola tinggi. Bahkan, gaya permainan Indonesia pada laga ini disebut mirip gaya tiki-taka ala Barcelona. Indra Sjafri menyebut gaya bermain anak asuhnya pepepa.
Tak hanya itu, sukses Indonesia U-19 pada ajang ini juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang belum terpantau dan terasah. Pasalnya, sebagian penggawa Garuda Jaya, seperti Yabes Roni, Syahrul Kurniawan, dan sejumlah pemain lain, merupakan hasil blusukan Indra Sjafri.
Piala AFF U-19 2017 - Peringkat ke-3
Indra Sjafri kembali menangani Indonesia di Piala AFF U-19 2017. Dalam dua edisi Piala AFF U-19 sebelumnya, 2014 dan 2016, Indonesia U-19 ditangani Rully Nere dan Eduard Tjong. Sementara, pada edisi 2015, Indonesia tidak ikut karena disanksi FIFA.
Dalam edisi 2017 ini, Indonesia gagal melaju ke final setelah kalah dari Thailand pada babak semifinal. Dalam laga tersebut, Garuda Jaya kalah melalui adu penalti. Sementara, dalam penentuan tempat ketiga, Indonesia meremukkan Myanmar dengan skor 7-1.
Kendati gagal meraih gelar juara, Garuda Jaya menorehkan catatan impresif pada laga ini. Dengan catatan 26 gol, mereka merupakan tim dengan produktivitas paling tinggi sepanjang turnamen.
Selain itu, dalam ajang ini, salah seorang pemain Indonesia, Egy Maulana Vikri, menorehkan namanya sebagai salah satu pemain muda paling mentereng di kawasan Asia Tenggara. Dengan catatan delapan golnya, ia merupakan pencetak gol terbanyak pada Piala AFF U-19 2017.
Piala AFF U-19 2018 - Peringkat ke-3
Perjalanan Indra Sjafri bersama Indonesia pada Piala AFF U-19 berlanjut ke edisi 2018. Kali ini, mereka kembali menempati peringkat ketiga.
Indonesia lolos dari fase grup dengan status runner-up Grup A. Kemudian, di semifinal, mereka bertemu dengan Malaysia, yang berstatus pemuncak Grup B.
Dalam laga semifinal, Indonesia kalah adu penalti. Tiga eksekutor Indonesia -Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara- gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Kemudian dalam perebutan peringkat ketiga, Indonesia sukses mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Dua gol Indonesia pada laga ini dicetak Feby Eka Putra dan Syahrian Abimanyu.
Bagaimana Peluang di Piala AFF U-19 2024?

Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk bisa mengulang prestasi mereka pada Piala AFF U-19 2024. Mereka memiliki modal cukup bagus untuk bisa meraih prestasi tersebut.
Ada sejumlah faktor yang membuat peluang Indonesia menjadi juara pada ajang ini cukup besar. Faktor utama, tentu adalah faktor tuan rumah. Pada edisi 2013, ketika menjadi tuan rumah, Indonesia sukses meraih gelar juara. Pada 2018, penampilan Indonesia juga cukup menjanjikan. Hanya kekalahan di adu penalti yang membuat Witan dan kawan-kawan gagal melaju ke final.
Faktor kedua adalah matangnya persiapan para penggawa Indonesia U-19. Sebagai salah satu bentuk persiapan, mereka sempat mengikuti Turnamen Maurice Revello di Prancis. Dalam ajang tersebut, mereka bisa merasakan pengalaman bertanding dengan tim-tim yang memiliki level di atas.
Terakhir, pada ajang ini, komposisi pemain Indonesia tergolong lebih lengkap. Mereka memiliki kedalaman skuad yang cukup bagus. Apalagi, pada ajang ini, mereka diperkuat empat pemain keturunan, Meshaal Hamzah, Welber Jardim, Jens Raven, dan Ji Da-bin.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Janji Pengelola SUGBK: Rumput Bakal Mulus Saat Dipakai Timnas Indonesia pada November 2024
Dukung Penuh Timnas Indonesia, Pengelola SUGBK Berkomitmen Bikin Lapangan Stadion Berkualitas Internasional
Tampil Apik di MLS, Calon Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Diincar Klub Serie A Empoli
PSSI tentang Peluang Timnas Indonesia di Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Nothing to Lose, Realistis, tapi Berjuang Habis-habisan
PSSI Bereaksi usai Netizen Minta Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Adem dan Segar! Kelme Rilis Jersey Ketiga Timnas Indonesia
Tim Nasional 17 September 2026, 18:50
-
Taisei Marukawa Jalani Proses Naturalisasi WNI, Didorong untuk Bela Timnas Indonesia
Bola Indonesia 16 September 2026, 15:56
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
-
Luis de la Fuente Perpanjang Kontrak usai Antar Spanyol Sukses di Piala Dunia
Piala Eropa 21 September 2026, 18:56
-
Manchester United Imbang Lawan Fulham, Michael Carrick Samai Rekor Buruk 12 Tahun Lalu
Liga Inggris 21 September 2026, 18:51
-
Marc Marquez Sempat Ingin Mundur dari MotoGP Austria: Rem Depan Bermasalah, Beruntung Bisa Finis
Otomotif 21 September 2026, 18:23
-
Fulham Gagal Menang atas MU, Arbeloa: Wasit Tak Bakal Biarkan Mereka Kalah
Liga Inggris 21 September 2026, 18:16
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





