Rekor Persija 2025/2026: 14 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia, Bukti Kekuatan Akademi Macan Kemayoran

Asad Arifin | 10 Maret 2026 21:44
Rekor Persija 2025/2026: 14 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia, Bukti Kekuatan Akademi Macan Kemayoran
Ekspresi Rizky Ridho usai Persija bermain imbang 2-2 lawan Borneo FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bola.net - Persija Jakarta mencatatkan pencapaian membanggakan pada musim 2025/2026. Klub ibu kota itu sukses mengirim 14 pemainnya untuk memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Jumlah tersebut menjadikan Persija sebagai salah satu klub dengan kontribusi pemain terbanyak bagi tim nasional. Dari total 14 pemain itu, enam di antaranya dipanggil ke Timnas Indonesia senior untuk ajang FIFA Series Maret 2026.

Advertisement

Kepercayaan besar dari tim nasional menjadi bukti kualitas skuad Macan Kemayoran. Selain tim senior, Persija juga menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia U-20 dan U-17.

Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kekuatan tim utama Persija. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut mencerminkan hasil kerja panjang dalam pembinaan pemain muda di klub.

1 dari 3 halaman

6 Pemain Persija Mengisi Timnas Indonesia Senior

6 Pemain Persija Mengisi Timnas Indonesia Senior

Duel antara Hokky Caraka dan Dony Tri Pamungkas pada laga Persita vs Persija di BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Persija mengirim enam pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia senior. Mereka adalah Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathur Rahman, Jordi Amat, Witan Sulaeman, dan Mauro Zijlstra.

Keenam pemain itu dipanggil untuk mengikuti FIFA Series yang akan digelar pada Maret 2026. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kualitas pemain Persija mendapat pengakuan di level nasional.

Kontribusi tersebut juga membuat Persija menjadi salah satu klub dengan penyumbang pemain terbanyak di tim nasional. Performa para pemain di kompetisi domestik menjadi faktor utama di balik pemanggilan itu.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari proses perekrutan pemain yang tepat serta perkembangan tim sepanjang musim ini.

"Ada dua hal yang saya sampaikan. Satu, kebenaran rekrutmennya bagus. Ya kan? Pas putaran kedua rekrutmennya bagus. Begitu di-observe sama Timnas Indonesia, terpilih. Nah itu kan kebetulan saja, jalan Tuhan," ujar Prapanca.

2 dari 3 halaman

Akademi Persija Berkontribusi Besar ke Timnas Usia Muda

Akademi Persija Berkontribusi Besar ke Timnas Usia Muda

Logo Persija Jakarta (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Selain tim senior, Persija juga menyumbang banyak pemain ke timnas kelompok usia. Lima pemain dipanggil ke Timnas Indonesia U-20, yakni Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Fabio Azkairawan, Ibrah Ohorella, dan Radityo Raharjo.

Sementara itu, tiga pemain lainnya masuk dalam skuad Timnas Indonesia U-17. Mereka adalah Abdillah Ishak, Ridho, dan Peres Akwila Tjoe.

Sebagian dari pemain tersebut berasal dari akademi Persija. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan usia muda di klub berjalan dengan baik.

"Itu banyak dari akademi berarti kan bagus perkembangannya, pembibitannya. Dan kita tidak mau berpuas diri sampai situ. Kita ingin terus sampai peak-nya," ucap Prapanca.

3 dari 3 halaman

Ambisi Persija Bangun Akademi Berkelas Internasional

Ambisi Persija Bangun Akademi Berkelas Internasional

Pemain Persija Jakarta di laga melawan Bali United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Minggu (15/2/2026) malam WIB. (c) Dok. Persija Jakarta

Persija menyadari bahwa pembinaan pemain muda menjadi fondasi penting bagi prestasi klub. Karena itu, mereka terus berupaya memperkuat sistem akademi agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Prapanca menegaskan bahwa Persija ingin menjadikan sepak bola sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Klub juga berusaha membangun fondasi kuat melalui pembinaan pemain sejak usia dini.

"Saya kan selalu menjelaskan bahwa Persija ini mau menjadi sportainment, menjadi olahraga itu menjadi lifestyle. Mau di mana saja, everyone suka Persija, silakan."

Ia juga menilai bahwa pembangunan infrastruktur akademi menjadi tantangan besar bagi klub-klub di Indonesia. Persija pun bertekad untuk terus meningkatkan kualitas sistem pembinaan agar mampu mencetak pemain kelas dunia.

"Contoh, one of the best infrastruktur akademi hari ini, Bali United, punya sekian puluh hektar untuk persiapan dia pembibitan ke depan," kata Prapanca.

Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa