Resmi Latih Timnas Indonesia, John Herdman Dapat 'Durian Runtuh' Warisan Skuad Mewah
Afdholud Dzikry | 3 Januari 2026 15:38
Bola.net - Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai di bawah komando John Herdman. PSSI telah menunjuk juru taktik asal Inggris itu sebagai pengganti Patrick Kluivert untuk menukangi Skuad Garuda.
Kedatangan eks pelatih Timnas Kanada ini disambut dengan optimisme tinggi. Pasalnya, Herdman datang pada momen yang dianggap sangat ideal dalam sejarah sepak bola tanah air.
Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai Herdman sangat beruntung. Ia langsung mewarisi materi pemain yang jauh lebih matang dan "mewah" dibanding era sebelumnya.
Situasi ini jelas berbeda dengan masa-masa awal Shin Tae-yong (STY) atau Patrick Kluivert. Herdman dianggap punya jalan tol untuk langsung membangun skuad impian.
Nikmatnya Warisan Era Naturalisasi

Erwin menyebut Herdman tidak perlu bersusah payah membangun pondasi tim dari nol. Program naturalisasi masif yang dilakukan di era STY dan Kluivert kini tinggal dipetik hasilnya oleh sang pelatih baru.
Para pemain keturunan berkualitas sudah tersedia dan siap tempur di level internasional. Hal ini menjadi privilese besar bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut.
"Ya pastinya ya, karena di era pemain yang dinaturalisasi yang gencar itu kan di era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert," buka Erwin Fitriansyah.
"Jadi bisa dibilang dua pelatih itu belum mendapatkan komposisi pemain seperti sekarang, seperti Patrick Kluivert yang terakhir kemarin ya," tambahnya.
"Jadi John Herdman bisa dibilang punya kesempatan yang lebih mewah ya secara materi pemain," tegas Erwin menganalisis situasi sang pelatih anyar.
Kemudahan Pantau Bintang Diaspora
Faktor lain yang memanjakan Herdman adalah keberadaan pemain diaspora di kompetisi domestik. Nama-nama besar seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders kini merumput di Liga Indonesia.
Kondisi ini memudahkan Herdman untuk memantau performa pemain secara langsung setiap pekannya. Stok pemain berkualitas kini melimpah, baik yang berkarier di Eropa maupun di dalam negeri.
"Lalu kalau misalnya dia juga mau melihat pemainnya seperti apa, sudah banyak yang bermain di kompetisi Liga Indonesia," ujar Erwin.
"Yang di Eropa juga ada, di Indonesia juga enggak kalah banyak. Pemain-pemain yang tadinya diaspora, sekarang main di Liga Indonesia seperti Thom Haye ataupun Eliano Reijnders," lanjutnya.
Dilema Kualitas Kompetisi
Banyaknya pemain diaspora di liga lokal ibarat pedang bermata dua bagi Herdman. Sisi positifnya, masalah kelelahan akibat perjalanan jauh (jet lag) saat pemusatan latihan bisa teratasi.
"Menguntungkan kalau dilihat dari mereka enggak perlu traveling jauh-jauh kalau mau kumpul di timnas. Mereka enggak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pesawat," analisis Erwin.
Namun, Erwin juga menyodorkan fakta pahit yang harus dihadapi Herdman. Standar kompetisi di Indonesia dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan ekosistem sepak bola Eropa.
Penurunan kualitas kompetisi adalah risiko nyata yang harus dikelola dengan bijak oleh mantan pelatih Timnas Wanita Kanada tersebut.
"Tapi jujur, bahwa ekosistem sepak bola Indonesia dibandingkan dengan di Eropa, meskipun mereka bukan di top levelnya, ada di divisi dua atau mungkin pemain yang enggak reguler main. Harus diakui, ini jujur. Jujur itu kan kadang-kadang pahit," tukasnya.
"Ya, ekosistemnya kalau menurut saya masih lebih bagus di Eropa gitu ya. Bukan cuma pertandingannya saja, tapi juga fasilitas, infrastruktur, bagaimana treatment pemain profesional harus diakui bahwa Indonesia harus mengejar klub-klub di Eropa," pungkas Erwin.
Disadur dari: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



