Review: Dibekuk Australia, Mimpi Garuda Jaya Pupus
Editor Bolanet | 12 Oktober 2014 17:56
- Mimpi timnas Indonesia U-19 untuk lolos ke babak selanjutnya dalam AFC U-19 Championship 2014 harus pupus. Bermain di Stadion YTC Yangon Myanmar, Garuda Jaya kembali menelan kekalahan setelah ditundukkan Australia U-19 dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang Australia dicetak Jaushua Sotirio pada menit 66.
Main lebih percaya diri ketimbang pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia U-19 tak kewalahan menghalau serbuan Timnas Australia U-19. Mereka juga percaya diri memainkan umpan-umpan pendek kala memulai serangan.
Lima menit laga berjalan, Indonesia sempat memiliki peluang emas melalui Mukhlis Hadi Ning. Namun, penjaga gawang Australia, Jordan Thurtell masih sigap menangkap bola.
Sembilan menit berselang giliran Australia membuat barisan pertahanan Indonesia kelabakan. Namun, sepakan Brandon Borello masih melenceng dari gawang Ravi Murdianto.
Fatchu Rachman berhasil menjadi pahlawan bagi timnya pada menit ke-19. Bek sayap kanan Indonesia ini menghalau bola sundulan penggawa Australia dari mulut gawang Indonesia.
Setengah jam laga berjalan, giliran Ravi Murdianto yang mematahkan peluang emas Australia. Kiper asal Grobogan ini meninggalkan sarangnya berjibaku mengambil bola dari kaki Jaushua Sotirio.
Ravi lagi-lagi harus berjibaku mengamankan gawangnya. Berkat sergapan Ravi pada menit 35, Borello gagal memaksimalkan umpan Shannon Brady.
Kerap gagal memungkasi serangan, trio penyerang Skuat Garuda bertukar posisi. Ilham Udin Armaiyn pindah ke sayap kanan, Mukhlis Hadi Ning bergeser ke sayap kiri. Sementara, Dinan Yahdian Javier mengisi posisi uung tombak.
Upaya ini sempat berbuah peluang bagi Skuat Garuda Jaya pada menit 42. Namun, sepakan Ilham masih membentur pemain belakang Australia dan disapu keluar area berbahaya oleh Shayne D'Cunha.
Penghujung babak pertama, giliran Paulo Sitanggang melepas sepakan keras nan akurat ke gawang Austalia. Namun, lagi-lagi Jordan Thurtell sigap mengamankan gawangnya.
Meningkatkan daya dobrak, Indra Sjafri mengubah komposisi pemainnya pada awal babak kedua. Dinan Yahdian ditarik dan digantikan Dimas Drajad.
Perubahanini membuat serangan Indonesia kian menggigit. Menit 51, Evan Dimas melakukan aksi individu di kotak penalti Australia. Sayang, sepakan kapten Garuda Jaya ini masih membentur pemain belakang Australia
Dua menit kemudian, Jordan Thurtell harus bersusah payah menghalau sepakan Mukhlis Hadi Ning ke pojok kiri bawah gawangnya.
Asyik menyerang, Timnas Indonesia nyaris kebobolan. Beruntung Ravi Murdianto sigap menghalau serbuan Borrello
Menit 56, Evan Dimas lagi-lagi memiliki peluang emas membawa Skuat Garuda Jaya unggul. Namun, Thurtell masih sigap melompat menepis bola.
Tak mau anak asuhnya digempur terus-menerus oleh Timnas Indonesia, Paul Okon mengubah komposisi pemainnya. Shannon Brady ditarik dan digantikan Awer Mabil.
Mengimbangi kecepatan Mabil, Indra Sjafri memasukkan Septian David Maulana. Winger lincah ini dimasukkan menggantikan Mukhlis Hadi Ning pada menit 65.
Menit 66, gawang Ravi Murdianto akhirnya bobol. Tak terkawal, Jaushua Sotirio menempatkan bola ke pojok kiri bawah gawang Indonesia.
Unggul satu gol, Paul Okon tak puas. Pelatih Timnas Australia ini memasukkan Petos Skapetis -menggantikan Brandon Borrello- untuk menambah daya dobrak lini depan Young Socceroos.
Menit 78, Australia nyaris menggandakan keunggulan. Beruntung bagi Indonesia, sepakan Stefan Ingo Mauk masih melenceng tipis dari gawang Ravi.
Usai kebobolan, Indonesia tak lagi bisa menekan pertahanan Australia. Serbuan demi serbuan Evan Dimas dan kawan-kawan selalu kandas sebelum mendekati area pertahanan Young Socceroos.
Jelang laga berakhir, tensi permainan memanas. Beberapa kali Hansamu Yama dan Hargianto terlibat adu mulut dengan pemain lawan.
Pada penghujung laga, para penggawa Timnas Indonesia coba kembali menekan pertahanan Australia. Namun, sampai wasit Abdulrahman Abdou meniup peluit panjang, tak ada tambahan gol tercipta. (den/dzi)
Main lebih percaya diri ketimbang pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia U-19 tak kewalahan menghalau serbuan Timnas Australia U-19. Mereka juga percaya diri memainkan umpan-umpan pendek kala memulai serangan.
Lima menit laga berjalan, Indonesia sempat memiliki peluang emas melalui Mukhlis Hadi Ning. Namun, penjaga gawang Australia, Jordan Thurtell masih sigap menangkap bola.
Sembilan menit berselang giliran Australia membuat barisan pertahanan Indonesia kelabakan. Namun, sepakan Brandon Borello masih melenceng dari gawang Ravi Murdianto.
Fatchu Rachman berhasil menjadi pahlawan bagi timnya pada menit ke-19. Bek sayap kanan Indonesia ini menghalau bola sundulan penggawa Australia dari mulut gawang Indonesia.
Setengah jam laga berjalan, giliran Ravi Murdianto yang mematahkan peluang emas Australia. Kiper asal Grobogan ini meninggalkan sarangnya berjibaku mengambil bola dari kaki Jaushua Sotirio.
Ravi lagi-lagi harus berjibaku mengamankan gawangnya. Berkat sergapan Ravi pada menit 35, Borello gagal memaksimalkan umpan Shannon Brady.
Kerap gagal memungkasi serangan, trio penyerang Skuat Garuda bertukar posisi. Ilham Udin Armaiyn pindah ke sayap kanan, Mukhlis Hadi Ning bergeser ke sayap kiri. Sementara, Dinan Yahdian Javier mengisi posisi uung tombak.
Upaya ini sempat berbuah peluang bagi Skuat Garuda Jaya pada menit 42. Namun, sepakan Ilham masih membentur pemain belakang Australia dan disapu keluar area berbahaya oleh Shayne D'Cunha.
Penghujung babak pertama, giliran Paulo Sitanggang melepas sepakan keras nan akurat ke gawang Austalia. Namun, lagi-lagi Jordan Thurtell sigap mengamankan gawangnya.
Meningkatkan daya dobrak, Indra Sjafri mengubah komposisi pemainnya pada awal babak kedua. Dinan Yahdian ditarik dan digantikan Dimas Drajad.
Perubahanini membuat serangan Indonesia kian menggigit. Menit 51, Evan Dimas melakukan aksi individu di kotak penalti Australia. Sayang, sepakan kapten Garuda Jaya ini masih membentur pemain belakang Australia
Dua menit kemudian, Jordan Thurtell harus bersusah payah menghalau sepakan Mukhlis Hadi Ning ke pojok kiri bawah gawangnya.
Asyik menyerang, Timnas Indonesia nyaris kebobolan. Beruntung Ravi Murdianto sigap menghalau serbuan Borrello
Menit 56, Evan Dimas lagi-lagi memiliki peluang emas membawa Skuat Garuda Jaya unggul. Namun, Thurtell masih sigap melompat menepis bola.
Tak mau anak asuhnya digempur terus-menerus oleh Timnas Indonesia, Paul Okon mengubah komposisi pemainnya. Shannon Brady ditarik dan digantikan Awer Mabil.
Mengimbangi kecepatan Mabil, Indra Sjafri memasukkan Septian David Maulana. Winger lincah ini dimasukkan menggantikan Mukhlis Hadi Ning pada menit 65.
Menit 66, gawang Ravi Murdianto akhirnya bobol. Tak terkawal, Jaushua Sotirio menempatkan bola ke pojok kiri bawah gawang Indonesia.
Unggul satu gol, Paul Okon tak puas. Pelatih Timnas Australia ini memasukkan Petos Skapetis -menggantikan Brandon Borrello- untuk menambah daya dobrak lini depan Young Socceroos.
Menit 78, Australia nyaris menggandakan keunggulan. Beruntung bagi Indonesia, sepakan Stefan Ingo Mauk masih melenceng tipis dari gawang Ravi.
Usai kebobolan, Indonesia tak lagi bisa menekan pertahanan Australia. Serbuan demi serbuan Evan Dimas dan kawan-kawan selalu kandas sebelum mendekati area pertahanan Young Socceroos.
Jelang laga berakhir, tensi permainan memanas. Beberapa kali Hansamu Yama dan Hargianto terlibat adu mulut dengan pemain lawan.
Pada penghujung laga, para penggawa Timnas Indonesia coba kembali menekan pertahanan Australia. Namun, sampai wasit Abdulrahman Abdou meniup peluit panjang, tak ada tambahan gol tercipta. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






