Review: Dua Gol Agung Bawa Garuda Muda Menang
Editor Bolanet | 15 Juli 2012 21:32
- Indonesia sukses memenuhi ambisinya untuk meraih kemenangan di laga pamungkas babak kualifikasi Piala Asia U-22 grup E. Dua gol Agung Supriyanto berhasil mengakhiri perlawanan keras The Young Lions, .
Indonesia mampu tampil mendominasi permainan di babak pertama. Terhitung ada tiga peluang matang yang mampu diciptakan oleh para pemain Indonesia., namun peluang demi peluang tersebut gagal membuahkan hasil karena penampilan cemerlang Syazwan di bawah mistar gawang Singapura.
Sementara Singapura lebih banyak menahan gempuran di lini belakang dan sesekali melakukan serangan melalui skema counter attack mengandalkan kecepatan Fareez di lini depan.
Meskipun terus menggempur pertahanan Singapura, namun hingga babak pertama usai skor masih imbang tanpa gol.
Agung Supriyanto dkk tak mengendurkan serangan di babak kedua. Sebuah peluang emas datang pada menit 58 untuk tim Indonesia saat Fandi Eko Utomo yang melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti mampu memberikan umpan kepada Bima Ragil. Sayang eksekusi Bima Ragil masih belum mampu memaksimalkannya menjadi sebuah gol.
Petaka bagi Singapura terjadi pada menit 64 saat sebuah pelanggaran Madhu Mohana kepada Agung Supriyanto di dalam kotak penalti berbuah tendangan penalti. Agung Supriyanto yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Enam menit berselang, Agung Supriyanto kembali menjadi momok pertahanan Singapura. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, pemain PPSM KN Magelang tersebut sukses mengelabui barisan pertahanan Singapura sebelum menaklukkan Syazwan untuk kedua kalinya.
Fandi Eko Utomo kembali mendapatkan peluang pada menit 78. Berhasil merangsek ke kotak penalti Singapura, tendangan pemain PON Jatim tersebut masih menyamping tipis dari gawang Singapura.
Indonesia terus menggempur pertahanan Singapura di sisa waktu babak kedua. Sebuah insiden pada injury time yang melibatkan Agung Supriyanto dan salah seorang pemain Singapura. Akibat insiden tersebut, Agung harus meninggalkan lapangan terlebih dahulu akibat kartu merah yang diterimanya.
Selang beberapa menit kemudian, wasit Yaqoob Said Abdullah asal Oman pun mengakhiri pertandingan.
Dengan hasil tersebut maka Singapura gagal menemani Jepang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-22. Dan posisinya di klasemen akhir grup E kualifikasi Piala Asia U-22 harus turun ke peringkat keempat.
Sementara hasil tersebut membawa tuan rumah Indonesia menempati peringkat 3 dengan raihan 9 poin dari 5 kali pertandingan.
Susunan pemain
Indonesia mampu tampil mendominasi permainan di babak pertama. Terhitung ada tiga peluang matang yang mampu diciptakan oleh para pemain Indonesia., namun peluang demi peluang tersebut gagal membuahkan hasil karena penampilan cemerlang Syazwan di bawah mistar gawang Singapura.
Sementara Singapura lebih banyak menahan gempuran di lini belakang dan sesekali melakukan serangan melalui skema counter attack mengandalkan kecepatan Fareez di lini depan.
Meskipun terus menggempur pertahanan Singapura, namun hingga babak pertama usai skor masih imbang tanpa gol.
Agung Supriyanto dkk tak mengendurkan serangan di babak kedua. Sebuah peluang emas datang pada menit 58 untuk tim Indonesia saat Fandi Eko Utomo yang melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti mampu memberikan umpan kepada Bima Ragil. Sayang eksekusi Bima Ragil masih belum mampu memaksimalkannya menjadi sebuah gol.
Petaka bagi Singapura terjadi pada menit 64 saat sebuah pelanggaran Madhu Mohana kepada Agung Supriyanto di dalam kotak penalti berbuah tendangan penalti. Agung Supriyanto yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Enam menit berselang, Agung Supriyanto kembali menjadi momok pertahanan Singapura. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, pemain PPSM KN Magelang tersebut sukses mengelabui barisan pertahanan Singapura sebelum menaklukkan Syazwan untuk kedua kalinya.
Fandi Eko Utomo kembali mendapatkan peluang pada menit 78. Berhasil merangsek ke kotak penalti Singapura, tendangan pemain PON Jatim tersebut masih menyamping tipis dari gawang Singapura.
Indonesia terus menggempur pertahanan Singapura di sisa waktu babak kedua. Sebuah insiden pada injury time yang melibatkan Agung Supriyanto dan salah seorang pemain Singapura. Akibat insiden tersebut, Agung harus meninggalkan lapangan terlebih dahulu akibat kartu merah yang diterimanya.
Selang beberapa menit kemudian, wasit Yaqoob Said Abdullah asal Oman pun mengakhiri pertandingan.
Dengan hasil tersebut maka Singapura gagal menemani Jepang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-22. Dan posisinya di klasemen akhir grup E kualifikasi Piala Asia U-22 harus turun ke peringkat keempat.
Sementara hasil tersebut membawa tuan rumah Indonesia menempati peringkat 3 dengan raihan 9 poin dari 5 kali pertandingan.
Susunan pemain
Indonesia (4-2-3-1): (GK); Dany Saputra, Syaiful Indra Cahya, Nurmufid Fastabiqul (C), Agus Nova; Rasyid Bakri, Syahroni; Bima Ragil Satria, Hendra Bayauw, Fandi Eko Utomo; Agung Supriyanto
Singapura (4-3-2-1): Muhammad Syazwan (GK); M.Raihan, Al Qaasyimi (C), Madhu M Mohana, Sheikh Abdul Hadi; Ali Hudzaifi, Safirul, Shamil; M Faris, M Aqhari; Fareez (bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














