Shayne Pattynama yang Mulai Terpinggirkan dari Tim Inti Timnas Indonesia
Asad Arifin | 7 Juni 2025 12:26
Bola.net - Shayne Pattynama sempat mendapat sorotan positif dari publik lewat performa apik di Timnas Indonesia. Dengan pengalaman bermain di Eropa dan darah keturunan Indonesia, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Namun, kenyataan di lapangan kini justru berbeda.
Pertandingan Timnas Indonesia melawan China pada Kamis (7/6) malam WIB seakan menjadi puncak penurunan performa Pattynama bersama skuad Garuda. Nama Pattynama tidak tercantum dalam daftar pemain yang berlaga pada pertandingan tersebut.
Pemain berusia 26 tahun itu tidak masuk dalam daftar 23 pemain yang dipilih pelatih Patrick Kluivert. Bukan karena cedera atau alasan non-teknis, melainkan kemungkinan kalah bersaing.
Ini bukan kali pertama tanda bahaya terlihat. Pada dua pertandingan sebelumnya melawan Australia (20/3/2025) dan Bahrain (25/3/2025), Shayne masuk skuad namun tak mendapat kesempatan bermain sama sekali.
Lebih jauh lagi, saat menghadapi Arab Saudi (14/11/2024), ia hanya mendapatkan waktu bermain satu menit.
Tersisih dalam Persaingan Ketat

Minimnya waktu bermain Pattynama bukan tanpa alasan. Posisi bek kiri atau wingback kiri dalam formasi tiga bek Timnas saat ini dikuasai oleh Calvin Verdonk.
Pemain dari klub NEC Nijmegen itu tampil konsisten sejak debutnya dengan kombinasi stamina, teknik, dan disiplin taktik yang menjadikannya pilihan utama.
Persaingan semakin ketat dengan kehadiran Dean James yang juga tampil impresif di level klub. Selain itu, nama-nama seperti Pratama Arhan dan Yance Sayuri masih terus menjadi opsi di sisi kiri pertahanan.
Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya cara bertahan adalah dengan menunjukkan performa terbaik, baik di klub maupun saat latihan bersama Timnas. Di sinilah Shayne mulai kehilangan pijakan.
Karier Klub Shayne Pattynama yang Tidak Stabil

Performa di klub sering menjadi cerminan peluang di tim nasional. Shayne Pattynama pernah tampil menjanjikan bersama Viking FK di Norwegia, bermain reguler dan memegang peran penting dalam sistem tim.
Namun, keputusan pindah ke KAS Eupen di Belgia justru menjadi titik balik yang kurang menguntungkan. Di Eupen, Pattynama tidak pernah benar-benar dipercaya sebagai pemain inti. Meski performanya membaik pada musim 2024/2025, peningkatan tersebut belum signifikan dan ia memilih pindah.
Musim depan, Shayne mencoba peruntungan baru bersama Buriram United di Thailand. Langkah ini mungkin dapat menghidupkan kembali kariernya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Tantang Iran di Indonesia Arena
Tim Nasional 5 Februari 2026, 21:39
LATEST UPDATE
-
Livin Mandiri Akhirnya Pecah Telur di Putaran Kedua Proliga 2026
Voli 6 Februari 2026, 23:47
-
Alejandro Garnacho, Harga 40 Juta Euro, dan Ujian Kesabaran di Chelsea
Liga Inggris 6 Februari 2026, 21:26
-
Hasil Persib vs Malut United: Menang 2-0, Maung Bandung Masih Sempurna di Kandang
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 21:01
-
3 Laga, 3 Kemenangan: Bagaimana Michael Carrick Membalik Nasib Manchester United
Liga Inggris 6 Februari 2026, 20:53
-
TULUS Ramaikan Ramadan di KLBB Festival 2026, Siap Hadirkan Malam Penuh Rasa di GBK
Lain Lain 6 Februari 2026, 20:33
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Persebaya 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 20:27
-
Endrick Meledak di Lyon: Cetak Gol Spektakuler, Jadi Ancaman Baru di Ligue 1
Liga Eropa Lain 6 Februari 2026, 20:27
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42





