Shin Tae-yong, Gerakan Pemain, dan Dinamika Pelengseran Pelatih di Sepak Bola Indonesia
Gia Yuda Pradana | 9 Januari 2025 14:38
Bola.net - Posisi pelatih di dunia sepak bola memang sering diibaratkan sebagai kursi panas yang Rentan akan kritik, desakan, bahkan pemecatan di tengah jalan. Fenomena ini pun tak luput dari perhatian dalam dinamika sepak bola Indonesia, termasuk saat isu pelengseran Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia mencuat.
Meski publik hanya bisa berspekulasi dari luar lingkaran PSSI dan Timnas Indonesia, fakta di balik pemutusan kontrak Shin Tae-yong tetap menjadi perbincangan hangat. Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, saat jumpa pers pada Senin (6/1/2024), berusaha diplomatis dalam menyampaikan alasan di balik keputusan tersebut.
"Apa yang kita lakukan hari ini tidak lain adalah demi kebaikan Timnas Indonesia," ujar Erick Thohir. "Dinamika di dalam Timnas Indonesia perlu menjadi perhatian khusus. Kami melihat perlunya pemimpin yang dapat menerapkan strategi yang disepakati oleh para pemain, komunikasi yang lebih baik, dan implementasi yang lebih efektif," tambahnya.
Namun, jika ditarik benang merah dari beberapa peristiwa sebelumnya, salah satunya adalah rapat khusus pemain sebelum kemenangan Timnas Indonesia atas Arab Saudi dengan skor 2-0, mungkin dapat ditemukan indikasi adanya tekanan internal yang berujung pada penghentian kerja sama tersebut.
Kudeta Pemain terhadap Pelatih Sulit Dibuktikan

Fenomena 'kudeta' pemain terhadap pelatih memang bukan hal baru di sepak bola. Gusnul Yakin, pelatih senior sekaligus pengamat sepak bola Indonesia, mengungkapkan bahwa gerakan semacam ini kerap terjadi, baik di level klub maupun tim nasional.
"Isu bahwa Shin Tae-yong jadi korban move pemain memang sulit dibuktikan. Namun, gerakan pemain melengserkan pelatih sudah biasa terjadi di sepak bola," ujar Gusnul.
"Saya juga pernah mengalaminya saat jadi pelatih klub. Biasanya, itu dilakukan pemain paling berpengaruh di tim, lalu dia memprovokasi teman-temannya untuk melakukan kudeta," imbuhnya.
Manajemen Biasanya Lebih Memihak Pemain

Dilansir Bola.com, sejarah sepak bola Indonesia mencatat beberapa kasus serupa. Pada 2004, Jaya Hartono harus mundur dari kursi pelatih Persik Kediri meski baru saja mempersembahkan gelar Divisi Utama pada musim 2003.
Hal serupa dialami Aji Santoso yang terpaksa meninggalkan Persisam Putra Samarinda pada musim ISL 2009-2010 akibat gerakan pemain. Dalam kedua kasus tersebut, pemain yang menjadi otak gerakan sempat disebutkan namanya oleh para pelatih yang terdampak.
"Jika ada move seperti itu, manajemen selalu memilih berada di pihak pemain. Logikanya, memecat pelatih lebih mudah untuk cari penggantinya daripada memecat beberapa pemain saat kompetisi berlangsung," jelas Gusnul.
Dipecat Sudah Jadi Risiko yang Menyertai Profesi Pelatih

"Ya, seperti itulah yang terjadi di semua tim sepak bola, apakah di level klub atau tim nasional. Para pelatih sudah sadar dengan risiko dipecat di tengah jalan seperti itu," tutur Gusnul.
Kondisi seperti ini menjadi risiko yang selalu menyertai profesi pelatih. Mereka harus siap dengan segala dinamika yang ada, termasuk kemungkinan didepak di tengah jalan.
Bagi Shin Tae-yong, perjalanan sebagai pelatih Timnas Indonesia mungkin telah berakhir, tetapi diskusi tentang apa yang terjadi di balik layar bakal terus menjadi topik menarik dalam sepak bola Indonesia. Yang pasti, dinamika ini mencerminkan betapa kompleksnya hubungan antara pelatih, pemain, dan manajemen di dunia sepak bola.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Benediktus Gerendo Pradigdo, 9 Januari 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Eks Asisten Timnas Indonesia Ungkap Tugas Pertama Patrick Kluivert: Benahi Masalah Psikologis
- Eks Timnas Indonesia Ceritakan Pengalaman Dilatih Orang Belanda: Salah Kaki Stop, Langsung Dimarahi
- 5 Pemain yang Dipinggirkan Shin Tae-yong dan Bisa Dimaksimalkan Patrick Kuivert: Waktunya Elkan Baggott Kembali?
- Dilatih Patrick Kluivert, Timnas Indonesia jadi Semakin Seksi di Mata Pemain Keturunan yang Belum Dinaturalisasi
- Media Malaysia Komentari Penunjukan Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Timnas Indonesia: Pengalamannya Segudang
- Tekad Mantan Anak Asuh Patrick Kluivert Bawa Persib Bandung Juara BRI Liga 1 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yang Unik dari Piala AFF 2026: Durasi Turnamen Rasa Piala Dunia, Padahal Cuma 10 Tim
Tim Nasional 18 Januari 2026, 07:30
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











