Shin Tae-yong Lebih Gampang Menangis Sejak jadi Pelatih Timnas Indonesia, Kenapa Ya?
Ari Prayoga | 20 Juni 2024 14:55
Bola.net - Shin Tae-yong mengaku dirinya kini lebih sering menangis. Hal ini terjadi semenjak ia menangani Timnas Indonesia. Pengakuan itu diungkap STY di YouTube Yang Joon-hyuk pada Selasa (18/6/2024).
Ketika mengunjungi rumah CEO KMK Global Sports Group, Song Chang-geun, Shin Tae-yong terlihat heboh dan luwes ketika melantunkan suara emasnya bergantian bersama istrinya, Cha Young-ju.
"Saya tidak menyangka bisa mendapatkan perlakuan seperti ini. Saya berpikir bagaimana saya bisa membuat komunitas kita nyaman tanpa kendala," ujar Shin Tae-yong.
"Namun, berkat dukungan yang luar biasa dari pelatih Shin Tae-yong yang mengatakan, 'kita harus melakukan sesuatu dengan baik,' saya sangat berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan," jelasnya.
Berterima Kasih

"Saya sungguh berterima kasih dari hati saya. Komunitas kita, meskipun tidak banyak yang perlu dikatakan, para anggota yang hadir di sini merasakannya dengan hati mereka," ucap Shin Tae-yong.
Video itu diambil sebelum Shin Tae-yong pulang kampung ke Korea Selatan sejak 14 Juni 2024 setelah meloloskan Timnas Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
"Mereka terus mengatakan betapa mereka bersyukur kepada saya, jadi saya juga sangat berterima kasih," imbuh arsitek berusia 53 tahun tersebut.
Mudah Menangis

"Saya sebenarnya tidak pernah membayangkan berada di acara seperti ini, bahkan satu persen pun tidak terpikirkan oleh saya. Tetapi setelah diberitahu dua hari yang lalu, saya sangat terharu dan merasa sangat dihargai," ungkap Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong, yang telah menangani Timnas Indonesia sejak empat setengah tahun lalu atau pada Januari 2020, sudah dianggap bak pahlawan sepak bola Indonesia karena tangan dinginnya selama ini.
"Belakangan ini, saya menjadi lebih mudah menangis di Indonesia. Ini karena hati orang Indonesia sangat hangat. Mereka memiliki sikap yang santai, saling mengalah, dan suka berbagi," imbuh Shin Tae-yong.
Membandingkan dengan Korea Selatan

Shin Tae-yong membandingkan perlakuan masyarakat Negeri Ginseng kepadanya, yang notabene ia adalah pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia.
"Di Korea Selatan, meskipun saya adalah pelatih Piala Dunia 2018, tidak ada yang begitu peduli. Jujur saja, memang benar. Namun, ketika saya datang ke Indonesia, saya malah mendapat banyak perhatian, bertemu dengan orang-orang yang baik, presiden, dan lainnya," tutur Shin Tae-yong.
"Mereka memberikan perhatian yang lebih besar kepada komunitas kita daripada kepada saya secara pribadi. Saya sangat berterima kasih untuk itu, hati saya penuh dengan rasa syukur," terang Shin Tae-yong.
"Saya merasa bahwa saya harus bekerja lebih keras di Indonesia di masa depan, dan saya akan berusaha lebih keras lagi. Anggota komunitas kita juga harus hidup lebih baik saat kembali ke Korea Selatan. Terima kasih," paparnya.
Sumber: YouTube Yang Joon-hyuk
Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Hendry Wibowo) 20 Juni 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





