Singapura vs Indonesia, Ketika Sayap Garuda Patah dan Kehilangan Arah
Afdholud Dzikry | 10 November 2018 11:20
Bola.net - - Seperti memenuhi janji, pelatih timnas Singapura, Fandi Ahmad berhasil mematikan sisi sayap timnas Indonesia ketika kedua tim bertemu di partai pertama Grup B Piala AFF 2018. Pada laga tersebut, Skuat Garuda kalah tipis 0-1 lewat gol tunggal Hariss Harun pada menit ke-37.
Sebelum pertandingan di National Stadium, Jumat (9/11) malam tersebut, dalam sesi latihan, pelatih timnas Indonesia memang tak memungkiri bahwa sisi sayap akan jadi andalan timnya ketika bertemu Singapura.
Tim pelatih Indonesia yang dipimpin Bima Sakti pun tak menampik bahwa sisi sayap akan jadi andalan selama Piala AFF 2018 ini. Keberadaan nama-nama pemain seperti Febri Hariyadi, Andik Vermansah, Irfan Jaya hingga Rico Simanjuntak menjadi alasannya. Keempat pemain ini memiliki kecepatan dan kemampuan melakukan penetrasi ke pertahanan lawan.
Scroll ke bawah untuk mendapatkan artikel selengkapnya ya Bolaneters!
Sayap Garuda Patah
Namun formula ini tampaknya sudah benar-benar diantisipasi oleh pelatih Singapura, Fandi Ahmad. Bahkan ketika konferensi pers jelang pertandingan, Fandi Ahmad tanpa malu-malu mengatakan bahwa timnya sudah memiliki senjata rahasia untuk mematikan sisi sayap Garuda.
Dan terbukti benar!
Pada pertandingan tersebut, Indonesia memang seperti tak memiliki pola permainan dan terlihat kesulitan membongkar pertahanan disiplin Singapura.
Mengandalkan kecepatan Febri Hariyadi dan Irfan Jaya sejak awal pertandingan, kedua pemain sayap tersebut justru terlihat sulit keluar dari tekanan setiap kali menguasai bola. Begitu mendapatkan bola, para pemain Singapura langsung menutup celah yang bisa dieksploitasi oleh sayap-sayap Indonesia.
Setelah di babak pertama buntu, perubahan coba dilakukan oleh Bima Sakti di babak kedua. Irfan Jaya yang bermain di sisi kanan Indonesia digantikan oleh winger lincah Persija Jakarta, Rico Simanjuntak.
Namun senasib dengan Irfan Jaya, Rico juga tak mampu mengubah jalannya pertandingan. Meskipun Indonesia mampu menguasai jalannya permainan, namun aliran bola tak mampu menembus barikade pertahanan Singapura yang berlapis dan disiplin.
Setelah pertandingan, Fandi Ahmad pun tak sungkan untuk membeberkan senjata rahasia yang dia maksud ketika konferensi pers sebelum pertandingan itu.
"Semua pemain Timnas Indonesia bermain bagus. Mereka mengatur serangan, akan tetapi kami menutup semua ruang di lini pertahanan kami yang memang tampil solid,” kata Fandi Ahmad setelah pertandingan seperti dilansir Bola.com
"Kami menempatkan dua sampai tiga pemain untuk menutup pergerakan dua pemain sayap yang berbahaya dari Indonesia, Febri dan Irfan. Mereka punya kecepatan yang luar biasa, sedangkan pemain lainnya kami tak terlalu khawatir," tambahnya.
Ya, dengan menumpuk banyak pemain di pertahanan dan menutup setiap celah yang bisa dimanfaatkan lewat kecepatan pemain sayap Indonesia, Fandi Ahmad membuat Indonesia kehilangan arah selama permainan. Aliran bola timnas Indonesia seperti 'sengaja' dibiarkan ke sisi sayap, yang sejatinya sudah ditutup ruangnya oleh pemain Singapura bahkan ketika bola belum datang ke sisi lebar lapangan.
Perlu Variasi Serangan, Bima!
Statistik AFF mencatat, Indonesia mampu menguasai bola dan permainan dengan catatan yang cukup jauh, 61,8 persen, dibanding milik Singapura yang hanya 38,2 persen. Namun permainan Singapura begitu efektif meskipun tak banyak mengusai bola.
Bayangkan saja, dengan hanya memiliki sedikit penguasaan bola, Singapura mampu melepas empat tembakan tepat sasaran dan enam tembakan percobaan sepanjang pertandingan. Sementara Indonesia, kiper Singapura hanya memiliki satu aksi penyelamatan.
Ini jelas menjadi PR yang besar bagi Bima Sakti untuk memperbaiki performa timnya. Alternatif serangan harus dibangun, sehingga ketika pertandingan tak berjalan sesuai harapan, ada solusi dan alternatif lain. Ketika sayap Indonesia dimatikan, lini tengah seharusnya mampu mengambil alih inisiatif serangan, sesuatu yang tak tampak di pertandingan melawan Singapura.
Beruntung timnas Indonesia memiliki pelatih seperti Bima Sakti yang sadar akan kesalahan. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Bima mengakui bahwa variasi serangan timnya masih sangat minim dan itu akan coba timnya perbaiki di pertandingan selanjutnya melawan Timor Leste.
"Kami akan mencoba variasi serangan. Selama ini kami memang mengandalkan serangan dari sayap-sayap," kata Bima Sakti seusai pertandingan.
"Tadi ada sedikit perubahan setelah Riko masuk yakni beberapa kali ada tusukan-tusukan ke daerah pertahanan lawan dan memang kami harapkan. Kedepan nanti kami akan variasi lagi bagaimana melakukan penyerangan dan tidak bertumpu dari sayap," tambahnya.
Klasemen Sementara Grup B Piala AFF 2018
Kekalahan ini membuat Indonesia kini terjerembab di posisi keempat klasemen sementara Grup B. Sementara Singapura ada di posisi kedua di bawah Thailand yang di tempat berbeda menang telak 7-0 atas Timor Leste.
Kemenangan besar Thailand atas Timor Leste ini memang sudah diprediksi. Adisak Kraisom menjadi bintang kemenangan pada pertandingan tersebut setelah mencetak enam gol pada menit ke-3, 13, 31, 45, 50 dan 57. Sedangkan satu gol lain dicetak oleh Supachai Jaided pada masa injury time.
Di pertandingan selanjutnya, Selasa 13 November 2018, Singapura akan tandang ke Filipina sedangkan timnas Indonesia menjamu Timor Leste.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dean James Bersinar di Eredivisie: Bawa Go Ahead Eagles Raih Peringkat ke-2 Klasemen
Tim Nasional 24 Agustus 2026, 14:12
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





