Statistik Roberto Mancini di Timnas Arab Saudi: Biasa Saja, tak Sebagus Saat Melatih Italia
Asad Arifin | 5 September 2024 14:55
Bola.net - Roberto Mancini punya nama besar di sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih. Namun, sebagai pelatih Timnas Arab Saudi, catatan statistik Mancini terlihat belum spesial.
Mancini memulai karier melatih saat jadi asisten Sven-Goran Eriksson di Lazio pada 2000 lalu. Setelah itu, dia jadi pelatih kepala di Fiorentina dan Lazio. Mancini mampu meraih trofi Coppa Italia di dua klub ini.
Setelah itu, Mancini dipercaya melatih Inter Milan dan Manchester City. Bersama dua klub ini, Mancini mampu meraih gelar liga. Mancini memimpin Man City juara Premier League 2011/2012 lalu.
Nama Mancini sempat redup, lalu bersinar lagi ketika membawa Italia menjadi juara Euro 2020. Pada Agustus 2023, Mancini membuat keputusan mengejutkan dengan menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Statistik Roberto Mancini di Arab Saudi

Sebulan setelah ditunjuk sebagai pelatih, Mancini debut bersama Arab Saudi pada Agustus 2024. Arab Saudi kalah 1-3 dari Kosta Rika. Debut yang tidak ideal bagi Mancini.
Mancini kembali menelan kekalahan pada laga kedua sebagai pelatih Arab Saudi. Pada September 2023, Arab Saudi kalah 0-1 dari Korea Selatan.
Sejauh ini, Mancini telah memimpin 14 laga Arab Saudi di semua ajang. Dari 14 laga itu, Mancini merasakan lima kekalahan dan tiga imbang. Dia hanya mampu merangkum enam kemenangan. Mancini juga gagal membawa Arab Saudi meraih gelar di Piala Asia 2023 lalu. Saat melatih Italia, Mancini hanya kalah sembilan kali dari 61 laga.
Lini belakang Arab Saudi juga tidak cukup kuat, kebobolan 18 kali dari 14 laga. Namun, lini depan Arab Saudi cukup tajam dengan catatan 23 gol.
Sebut Timnas Indonesia Berkembang Pesat

Timnas Indonesia jadi negara dengan ranking FIFA paling rendah di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun begitu, Roberto Mancini tak ingin meremehkan Indonesia karena faktor tersebut.
"Timnas Indonesia merupakan salah satu tim yang berkembang dan kami telah melihat perkembangan tim U-21 mereka yang akan menjadi bagian dari tim utama, jadi kami harus menghormati lawan dan bersiap sepenuhnya," kata Mancini di situs resmi SAFF.
"Pertandingan ini membutuhkan dukungan semua orang, dan para penggemar di Jeddah juga dikenal atas dukungan mereka terhadap tim negaranya," sambung Mancini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Sunderland Tolak Penawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:30
-
AC Milan Inginkan Mason Mount, MU: Enggak Dulu!
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:10
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 09:00
-
Sunderland Tolak Tawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 08:41
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 08:00
-
Cristiano Ronaldo dan Menit Bermainnya yang Terasa Janggal
Piala Dunia 29 Juni 2026, 07:00
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41











