Sulitnya Mencari 'Killer' di Kotak Penalti untuk Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 9 Oktober 2021 18:36
Bola.net - Timnas Indonesia sukses mengalahkan Taiwan pada leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023, Kamis (7/10/2021). Bermain di Buriram Stadium, Thailand, tim asuhan Shin Tae-yong menang 2-1.
Indonesia unggul terlebih dahulu lewat gol Ramai Rumakiek dan Evan Dimas. Namun, jelang bubaran, lawan bisa menipiskan selisih skor lewat gol Hsu Heng-pin.
Secara permainan, Indonesia tampil apik dengan deretan wajah baru, terutama di lini serang. Ada Ramai Rumakiek, Irfan Jaya, Kushedya Hari Yudo, Egy Maulana Vikri dan lainnya.
Ini jadi pemandangan yang menarik. Sesuatu yang positif karena mereka bakal jadi generasi baru untuk Indonesia, tapi di sisi lain ini seperti menunjukkan seakan striker 'berpengalaman' di Tanah Air tak cukup untuk masuk skema utama Tim Merah-Putih.
Lantas, bagaimana kinerja lini depan pada laga leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 kontra Taiwan? Apa saja yang mesti dibenahi Timnas Indonesia menyongsong leg kedua?
Layak Dapat Kesempatan

Mantan pelatih Persik Kediri dan Arema FC, Joko ‘Getuk’ Susilo melihat jika para pemain itu sangat layak dapat kesempatan membela Timnas Indonesia. “Mereka bagus, gol-gol yang dicetak juga memang layak (skematik),” jelas pria asal Cepu tersebut.
Dia menilai jika kecepatan pemain depan memang jadi salah satu andalan Indonesia sejak dulu. Sekarang, ada generasi penerus yang mulai diorbitkan.
“Sebenarnya dari 30 pemain yang dipanggil semua bagus. Tinggal menyesuaikan skema dari pelatihnya. Kalau saya pribadi, sudah senang melihat permainan timnas sekarang,” lanjutnya.
Sulit Cari Targetman

Hanya saja, ada satu hal yang masih dirasanya kurang dari lini depan Indonesia, yakni striker tipikal targetman.
“Setelah era Bambang Pamungkas dan lainnya, Indonesia memang sulit cari killer di kotak penalti. Sekarang, pemain depannya lebih banyak tipikal penyerang lubang, seperti Kushedya Hari Yudo. Tapi kembali lagi ke selera pelatih. Bisa juga membuat skema tanpa targetman,” jelasnya.
Ada satu hal yang membuat Indonesia sulit melahirkan striker murni karena hampir semua klub memakai pemain asing untuk mengisi pos tersebut. Alhasil, kesempatan pemain lokal untuk muncul di kompetisi sangat minim.
Ini jadi PR ke depannya karena sebenarnya persoalan tersebut penyakit lama. Namun, hingga sekarang belum ada sulosinya.
Disadur dari: Bola.com/Iwan Setiawan/Gregah Nurikhsani
Published: 9 Oktober 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
PSSI Rilis Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala AFC U-23, Ada Sejumlah Debutan
TC Timnas Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 Digelar di Tajikistan
Kabar Timnas Indonesia: Ramai Rumakiek dan Ricky Kambuaya Cuma Cedera Ringan
Leg Kedua Lawan Taiwan, Timnas Indonesia Sudah Bisa Diperkuat Witan Sulaeman
7 Pemain yang Selalu Dimainkan Shin Tae-yong Pada 4 Laga Timnas Indonesia
Indonesia Sikat Taiwan, Suara Fans: Kukira Nambah, Malah Kebobolan! Fokus Konsentrasi Menit Akhir
Karim Benzema Cetak Gol Berkelas vs Belgia: The King! The Best! Paduka Memang Mematikan!
Newcastle Mendadak Kaya, Banjir Ajakan Hijrah buat Fans Barcelona dan Arsenal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nomor Punggung Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 12:44
-
Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:23
-
10 Pelatih Termahal di Piala Dunia 2026, Siapa Gajinya Paling Besar?
Piala Dunia 4 Juni 2026, 12:14
-
Ibrahima Konate Gabung Real Madrid Tinggal Menunggu Pengumuman Resmi
Liga Spanyol 4 Juni 2026, 12:14
-
Andoni Iraola Hari Ini Teken Kontrak Sebagai Pelatih Baru Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:02
-
Lini Tengah Impian Chelsea dengan Paket Transfer Rp4 Triliun
Liga Inggris 4 Juni 2026, 11:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















