Target Lolos Piala Dunia 2030, PSSI Jelaskan Logika di Balik Skema Kontrak 2+2 John Herdman di Timnas Indonesia

Serafin Unus Pasi | 14 Januari 2026 11:43
Target Lolos Piala Dunia 2030, PSSI Jelaskan Logika di Balik Skema Kontrak 2+2 John Herdman di Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (kiri) berpose dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kanan) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan penjelasan mengenai alasan durasi kontrak John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. PSSI memberikannya kontrak berdurasi dua tahu

Menurutnya, ekspektasi untuk meraih prestasi secara instan dalam waktu singkat merupakan sebuah pemikiran yang salah. PSSI secara sadar telah merancang durasi kontrak dengan skema 2+2 tahun demi mengakomodasi proses perkembangan Timnas Indonesia.

Advertisement

"Jadi begini, memang kalau kita berbicara kaitannya dengan soal durasi kontrak, ini memang sudah kita pikirkan," ujar Sumardji dilansir Youtube Liputan6.

"Artinya, dengan skema 2+2 itu, kita tahu bahwa untuk membangun sebuah tim nasional itu memang tidak bisa seperti kita menanak nasi. Dengan hitungan waktu hanya satu tahun harus bisa berprestasi, itu omong kosong," katanya menambahkan.

1 dari 3 halaman

Berkaca Shin Tae-yong

Berkaca Shin Tae-yong

Shin Tae-yong saat masih menjadi pelatih Timnas Indonesia (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Sumardji mengajak publik untuk berkaca pada perjalanan sukses Shin Tae-yong di Timnas Indonesia yang membutuhkan waktu panjang untuk memetik hasil. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang dilalui dengan konsistensi tinggi.

"Coba kita harus bisa tahu sejarah kita. Contohnya, bagaimana Shin Tae-yong bisa sampai berprestasi, itu kan juga butuh waktu yang cukup panjang," beber Sumardji.

"Proses dari awal sampai dengan berakhirnya masa kerja Shin Tae-yong pun saya ada di situ, dan saya sama sekali tidak meninggalkan proses itu semuanya."

"Artinya memang proses itu butuh tahapan, dan tahapan itu tentu harus dibutuhkan kepercayaan dari semua orang yang percaya terhadap prestasi tersebut," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Alasan Kontrak 2+2 Tahun

Alasan Kontrak 2+2 Tahun

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

PSSI menetapkan bahwa target utama dari kerja sama ini bukanlah prestasi jangka pendek pada 2027 atau 2028. Fokus utama adalah memastikan Timnas Indonesia mampu bersaing dan lolos dari Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Oleh karena itu, durasi kontrak yang diberikan dianggap sangat proporsional untuk membangun Timnas Indonesia sejak saat ini. Kepercayaan penuh menjadi syarat mutlak agar jajaran pelatih bisa bekerja tanpa tekanan yang menghambat kreativitas.

"Kenapa kami mengambil durasi 2+2? Karena memang tujuan kami itu pada tahun 2030, bukan di tahun 2027 atau 2028. Targetnya adalah tahun 2030 ketika kita bisa lolos ke kualifikasi Piala Dunia. Sehingga, dengan durasi yang cukup tadi, kita harus bisa memberikan kepercayaan penuh," ucap Sumardji.

"Tahapan itu tetap harus dilalui. Walaupun saya tahu banyak diprotes, baik saya maupun siapapun yang berbicara soal proses itu diprotes, ya tidak apa-apa. Memang itu faktanya. Kita tidak bisa langsung berkeinginan ketika kontrak satu tahun langsung harus prestasi. Ini tim nasional. Mungkin kalau klub berbeda, tetapi kalau tim nasional, saya kira kita harus betul-betul berpikir jangka panjang dan memang membutuhkan waktu yang lebih untuk prestasi," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Lolos Piala Dunia 2030

Lolos Piala Dunia 2030

John Herdman berpose dengan jersey Timnas Indonesia usai diperkenalkan ke publik (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Terkait indikator kinerja atau KPI, Sumardji memastikan bahwa PSSI tetap memiliki standar target-target tertentu yang harus dipenuhi oleh pelatih. Namun, kegagalan dalam mencapai target jangka pendek tidak lantas berujung pada pemberhentian pelatih secara mendadak.

Evaluasi yang dilakukan akan lebih bersifat konstruktif untuk memperbaiki kekurangansecara bertahap dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya tetap satu, yakni memastikan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030.

"Tetapi kaitannya dengan KPI, tentu kami punya target-target tertentu. Namun, dari target-target itu bukan serta-merta harus dievaluasi lalu akhirnya diminta mundur. Tidak begitu," tutur Sumardji.

"Sekali lagi, ada target-target yang harus dicapai, tetapi semuanya itu untuk evaluasi perbaikan agar ada perbaikan secara bertahap dan pada akhirnya bisa tercapai semua apa yang menjadi gol akhirnya yaitu ke Piala Dunia. Ya, kita semuanya kan targetkan hal itu," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

LATEST UPDATE