Terkait Isu Protes Korsel, Tondo Widodo: Itu Salah PSSI Sendiri
Editor Bolanet | 21 Oktober 2013 17:05
- Maraknya kekhawatiran mengenai akan hilangnya gelar juara AFF U-19 maupun tiket lolos ke AFC U-19, yang didapat Timnas U-19 Indonesia, ditanggapi Tondo Widodo. Mantan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI itu menilai bahwa kekhawatiran tersebut buah dari ulah PSSI sendiri.
Yang nggak mengakui status Persebaya 1927 sebagai klub Evan Dimas itu kan PSSI sendiri. AFC dan FIFA masih mengakui peserta kompetisi Indonesian Premier League sampai 2013 ini. Baru 2014 mendatang akan ada satu kompetisi yaitu Indonesia Super League, ujar Tondo, pada Bola.net.
Yang buat masalah ya PSSI sendiri. Untuk menunjukkan superioritas mereka dalam kasus Persebaya, mereka mengatakan yang diakui adalah Persebaya DU. Kalau ada komplain dari Korea Selatan, PSSI sendiri yang harus buktikan. Ini namanya makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, nggak dimakan ibu mati, sambungnya.
Sebelumnya, muncul kabar bahwa kemenangan Skuat Garuda Jaya di ajang AFF U-19 dan tiket lolos ke putaran final AFC U-19 yang diraih Timnas U-19 dipermasalahkan beberapa tim. Mereka dikabarkan memprotes status Kapten tim Garuda Jaya, Evan Dimas, yang dianggap ilegal karena klubnya -Persebaya 1927- tak diakui PSSI.
Meski sejauh ini baru menjadi sekadar kabar burung, kekhawatiran ini bukannya tak beralasan. Pasalnya, dalam Statuta FIFA, tercantum jelas bahwa organisasi yang memiliki hubungan dengan FIFA tidak boleh menjalin hubungan keolahragaan dengan pemain atau klub yang tidak berafiliasi dengan mereka. (den/dzi)
Yang nggak mengakui status Persebaya 1927 sebagai klub Evan Dimas itu kan PSSI sendiri. AFC dan FIFA masih mengakui peserta kompetisi Indonesian Premier League sampai 2013 ini. Baru 2014 mendatang akan ada satu kompetisi yaitu Indonesia Super League, ujar Tondo, pada Bola.net.
Yang buat masalah ya PSSI sendiri. Untuk menunjukkan superioritas mereka dalam kasus Persebaya, mereka mengatakan yang diakui adalah Persebaya DU. Kalau ada komplain dari Korea Selatan, PSSI sendiri yang harus buktikan. Ini namanya makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, nggak dimakan ibu mati, sambungnya.
Sebelumnya, muncul kabar bahwa kemenangan Skuat Garuda Jaya di ajang AFF U-19 dan tiket lolos ke putaran final AFC U-19 yang diraih Timnas U-19 dipermasalahkan beberapa tim. Mereka dikabarkan memprotes status Kapten tim Garuda Jaya, Evan Dimas, yang dianggap ilegal karena klubnya -Persebaya 1927- tak diakui PSSI.
Meski sejauh ini baru menjadi sekadar kabar burung, kekhawatiran ini bukannya tak beralasan. Pasalnya, dalam Statuta FIFA, tercantum jelas bahwa organisasi yang memiliki hubungan dengan FIFA tidak boleh menjalin hubungan keolahragaan dengan pemain atau klub yang tidak berafiliasi dengan mereka. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sedih, Ole Romeny dan Oxford United Fix Terdegradasi ke Kasta Ketiga Inggris
Liga Inggris 26 April 2026, 00:23
-
Timnas Indonesia Resmi Hadapi Oman di Jakarta pada FIFA Matchday 5 Juni 2026
Tim Nasional 25 April 2026, 22:22
LATEST UPDATE
-
Klopp Ungkap Satu Laga Piala Dunia 2026 yang Paling Dinantikannya
Piala Dunia 29 April 2026, 00:16
-
Live Streaming Liga Champions: PSG vs Bayern
Liga Champions 29 April 2026, 00:00
-
Ujian Sesungguhnya bagi Arsenal di Markas Atletico Madrid
Liga Champions 28 April 2026, 23:16
-
Link Live Streaming Liga Champions: PSG vs Bayern
Liga Champions 28 April 2026, 22:30
-
Hasil PSBS vs Malut United: Pesta 7 Gol Tim Tamu
Bola Indonesia 28 April 2026, 22:19
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: PSG vs Bayern
Liga Champions 28 April 2026, 21:45
-
Motivasi Ekstra 2 Pilar Atletico Madrid di Semifinal Kontra Arsenal
Liga Champions 28 April 2026, 21:17
LATEST EDITORIAL
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46













