Timnas Senior Dipuji Tampil Melebihi Harapan
Editor Bolanet | 15 Oktober 2013 23:02
- Tim nasional senior akhirnya lepas dari ancaman rasa malu. Itu setelah, bermain dengan skor 1-1, lawan China, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (15/10) malam.
Tim tamu, justru berhasil membuka gol pada menit ke-35 melalui sontekan Wu Xi. Sedangkan Indonesia, baru bisa membalasnya pada menit ke-68 melalui Boaz Solossa.
Satu poin yang kami capai, harus disyukuri. Sebab, sudah tampil melebihi harapan.Tidak percuma melakukan pemusatan latihan/training centre (TC) selama 10 hari di Batu, Malang. Kini, kami tambah percaya diri untuk bertanding dalam laga berikutnya, kata pelatih Timnas senior, Jacksen Ferreira Tiago.
Ditambahkannya, sebenarnya Indonesia memiliki peluang meraih poin penuh di akhir babak kedua. Sayangnya, upaya Greg Nwokolo dan kawan-kawan tersebut gagal membuahkan hasil yang diharapkan.
Jacksen juga menjelaskan alasan mengganti bek kanan Tinus Pae dengan Hasim Kipuw pada babak kedua.
Tinus Pae tidak tampil baik pada babak pertama. Tuhan juga tidak mengizinkan kami mencetak tambahan gol. Namun ke depannya, kami akan mencoba untuk melakukan hal yang lebih baik lagi, harapnya.
Pencapaian tersebut, membuat Indonesia belum bergeser dari posisi buncit di klasemen sementara Grup G. Sedangkan China mengumpulkan poin empat dan menempati posisi kedua.
Daftar kekalahan Indonesia atas China, pun semakin panjang. Dikutip dari data yang dimiliki RSSSF (badan pencetak rekor statistik sepak bola), Indonesia sudah berjumpa dengan China sebanyak 16 kali.
Rinciannya, Indonesia menang satu kali, imbang dua kali dan kalah 14 kali. Kemenangan terakhir Indonesia, terjadi pada 56 tahun silam. Tepatnya yakni, pada 12 Mei 1957.
Itu terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 1958, di Jakarta. Indonesia menundukkan China dengan skor 2-0, di mana kedua gol tersebut dicetak oleh Ramang.
Setelah itu, Indonesia tak pernah lagi menorehkan prestasi melawan negeri Tirai Bambu tersebut.
Sementara pertemuan kedua tim, pertama kali digelar pada 5 Mei 1934 dalam laga persahabatan yang digelar di Manila. Ketika itu, Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda takluk dengan skor 2-0. (esa/pra)
Tim tamu, justru berhasil membuka gol pada menit ke-35 melalui sontekan Wu Xi. Sedangkan Indonesia, baru bisa membalasnya pada menit ke-68 melalui Boaz Solossa.
Satu poin yang kami capai, harus disyukuri. Sebab, sudah tampil melebihi harapan.Tidak percuma melakukan pemusatan latihan/training centre (TC) selama 10 hari di Batu, Malang. Kini, kami tambah percaya diri untuk bertanding dalam laga berikutnya, kata pelatih Timnas senior, Jacksen Ferreira Tiago.
Ditambahkannya, sebenarnya Indonesia memiliki peluang meraih poin penuh di akhir babak kedua. Sayangnya, upaya Greg Nwokolo dan kawan-kawan tersebut gagal membuahkan hasil yang diharapkan.
Jacksen juga menjelaskan alasan mengganti bek kanan Tinus Pae dengan Hasim Kipuw pada babak kedua.
Tinus Pae tidak tampil baik pada babak pertama. Tuhan juga tidak mengizinkan kami mencetak tambahan gol. Namun ke depannya, kami akan mencoba untuk melakukan hal yang lebih baik lagi, harapnya.
Pencapaian tersebut, membuat Indonesia belum bergeser dari posisi buncit di klasemen sementara Grup G. Sedangkan China mengumpulkan poin empat dan menempati posisi kedua.
Daftar kekalahan Indonesia atas China, pun semakin panjang. Dikutip dari data yang dimiliki RSSSF (badan pencetak rekor statistik sepak bola), Indonesia sudah berjumpa dengan China sebanyak 16 kali.
Rinciannya, Indonesia menang satu kali, imbang dua kali dan kalah 14 kali. Kemenangan terakhir Indonesia, terjadi pada 56 tahun silam. Tepatnya yakni, pada 12 Mei 1957.
Itu terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 1958, di Jakarta. Indonesia menundukkan China dengan skor 2-0, di mana kedua gol tersebut dicetak oleh Ramang.
Setelah itu, Indonesia tak pernah lagi menorehkan prestasi melawan negeri Tirai Bambu tersebut.
Sementara pertemuan kedua tim, pertama kali digelar pada 5 Mei 1934 dalam laga persahabatan yang digelar di Manila. Ketika itu, Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda takluk dengan skor 2-0. (esa/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Tim Nasional 22 Oktober 2026, 22:21
-
Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Brasil: Sempat Beri Perlawanan, Garuda Tumbang 0-3
Tim Nasional 16 Oktober 2026, 07:14
LATEST UPDATE
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Habis Diobok-obok, Manchester United Ingin Bajak Super Star Como Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:32
-
Kabar Baik untuk MU! Satu Pemain Lagi Pulih dari Cedera
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:21
-
Duh! MU Tanpa Benjamin Sesko Hingga Tahun 2027
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:11
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pemain Kunci Chelsea Ini Cedera di Kandang Liverpool
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:49
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





