Timnas U-19 Sebaiknya Ubah Variasi Menyerang
Editor Bolanet | 11 Oktober 2014 18:16
- Tim Nasional Indonesia U-19 menerima kekalahan dari Uzbekistan dengan skor 1-3 dalam laga perdana Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (10/10).
Tiga gol Uzbekistan, masing-maisng dicetak Khamdamov Dostonbek di menit ke-19, Urienbov di menit ke-23 (penalti) dan Shukurov Otabek pada menit ke-85.
Paulo Sitanggang, yang masuk menggantikan Zulfiandi, mampu memperkecil ketertinggalan Garuda Jaya. Paulo yang belum genap main lima menit, mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti dan gagal dibendung kiper Uzbekistan, Khamraev Dilshod.
Nasi sudah jadi bubur, sekarang bagaimana bubur tersebut menjadi makanan yg paling nikmat, baik dilihat, dirasa, bahkan diangkat sebagai makanan terlaris, kata Zaenal Abidin, pelatih pemegang Lisensi A AFC.
Mantan Pelatih Persita Tangerang dan Persiwa Wamena tersebut menambahkan, tim Pelatih Garuda Jaya harus segara melakukan perbaikan. Terlebih lagi, mereka akan berhadapan dengan Australia di laga selanjutnya, Minggu (12/10)
Persoalan variasi menyerang di final third (di daerah lawan) harus ada perubahan, jangan monoton dengan mengandalkan Ilham Udin dan Maldini Pali saja, pungkas sosok yang akrab disapa Zapello tersebut. (esa/gia)
Tiga gol Uzbekistan, masing-maisng dicetak Khamdamov Dostonbek di menit ke-19, Urienbov di menit ke-23 (penalti) dan Shukurov Otabek pada menit ke-85.
Paulo Sitanggang, yang masuk menggantikan Zulfiandi, mampu memperkecil ketertinggalan Garuda Jaya. Paulo yang belum genap main lima menit, mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti dan gagal dibendung kiper Uzbekistan, Khamraev Dilshod.
Nasi sudah jadi bubur, sekarang bagaimana bubur tersebut menjadi makanan yg paling nikmat, baik dilihat, dirasa, bahkan diangkat sebagai makanan terlaris, kata Zaenal Abidin, pelatih pemegang Lisensi A AFC.
Mantan Pelatih Persita Tangerang dan Persiwa Wamena tersebut menambahkan, tim Pelatih Garuda Jaya harus segara melakukan perbaikan. Terlebih lagi, mereka akan berhadapan dengan Australia di laga selanjutnya, Minggu (12/10)
Persoalan variasi menyerang di final third (di daerah lawan) harus ada perubahan, jangan monoton dengan mengandalkan Ilham Udin dan Maldini Pali saja, pungkas sosok yang akrab disapa Zapello tersebut. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










