'Timnas U-23 Harus Kerja Keras dan Tak Mudah Menyerah'
Editor Bolanet | 14 Juni 2015 23:06
- Tim nasional Indonesia U-23, harus merelakan lepasnya medali emas dari cabang olahraga sepak bola ajang SEA Games 2015. Meski demikian, tuntutan membawa pulang medali, sekalipun perunggu, tetap dinantikan publik Tanah Air.
Hal tersebut, coba dijawab Timnas Indonesia U-23 saat lawan Vietnam, di Stadion Nasional, Singapura, Senin (15/6).
Kita harus bisa kerja keras. Jangan mudah menyerah, sebab harus dapat medali sekalipun perunggu. Kekalahan kemarin dari Thailand, semoga bisa menjadi bahan introspeksi, ujar mantan pesepakbola nasional, Peri Sandria.
Kita harus bisa mewaspadai permainan cepat Vietnam. Saya harap, tim pelatih bisa bertindak cepat dan tepat. Terutama, saat terjadi kebuntuan dan kesulitan karena terus ditekan lawan, imbuh sosok kelahiran Tandem, Binjai, Sumatera Utara, 24 September 1969 tersebut.
Dilanjutkannya lagi, Garuda Muda- julukan skuad Timnas Indonesia U-23- tidak membuat kesalahan seperti ketika bertemu Thailand, di babak semifinal, Singapore National Stadium, Sabtu (13/6).
Ketika itu, Indonesia dipermalukan dengan skor 0-5. Rincian lima gol bagi The War Elephants- julukan skuad Timnas Thailand, masing-masing dicetak Rungat Phumichantuk (dua gol), Thitiphan Puangjan, Narubadin Weerawatnodom dan ditutup Chanathip Songkrasin.
Semestinya, saat itu kita bermain menunggu dan sabar. Pemain belakang tidak disiplin menjaga lawan dan daerahnya. Sehingga, pemain lawan menjadi leluasa bergerak. Bahkan ironisnya, kemarin itu bermain sama sekali tidak memiliki visi dan jiwa nasionalisme, pungkas mantan Pelatih Persipo, PS Siak, Persipon Pontianak, dan Pelita Bandung Raya (asisten pelatih) tersebut (esa/dzi)
Hal tersebut, coba dijawab Timnas Indonesia U-23 saat lawan Vietnam, di Stadion Nasional, Singapura, Senin (15/6).
Kita harus bisa kerja keras. Jangan mudah menyerah, sebab harus dapat medali sekalipun perunggu. Kekalahan kemarin dari Thailand, semoga bisa menjadi bahan introspeksi, ujar mantan pesepakbola nasional, Peri Sandria.
Kita harus bisa mewaspadai permainan cepat Vietnam. Saya harap, tim pelatih bisa bertindak cepat dan tepat. Terutama, saat terjadi kebuntuan dan kesulitan karena terus ditekan lawan, imbuh sosok kelahiran Tandem, Binjai, Sumatera Utara, 24 September 1969 tersebut.
Dilanjutkannya lagi, Garuda Muda- julukan skuad Timnas Indonesia U-23- tidak membuat kesalahan seperti ketika bertemu Thailand, di babak semifinal, Singapore National Stadium, Sabtu (13/6).
Ketika itu, Indonesia dipermalukan dengan skor 0-5. Rincian lima gol bagi The War Elephants- julukan skuad Timnas Thailand, masing-masing dicetak Rungat Phumichantuk (dua gol), Thitiphan Puangjan, Narubadin Weerawatnodom dan ditutup Chanathip Songkrasin.
Semestinya, saat itu kita bermain menunggu dan sabar. Pemain belakang tidak disiplin menjaga lawan dan daerahnya. Sehingga, pemain lawan menjadi leluasa bergerak. Bahkan ironisnya, kemarin itu bermain sama sekali tidak memiliki visi dan jiwa nasionalisme, pungkas mantan Pelatih Persipo, PS Siak, Persipon Pontianak, dan Pelita Bandung Raya (asisten pelatih) tersebut (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Liga Arab Saudi Tetap Jalan di Tengah Konflik Iran, Derby Jeddah Siap Digelar
Asia 6 Maret 2026, 12:46
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
-
Gelandang Juventus Ini Masuk Daftar Belanja Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:25


















