Timnasnya Mati Kutu vs King Indo, Netizen Australia Geram: Lawan Kalian Itu Rank 133, Memalukan!
Gia Yuda Pradana | 11 September 2024 10:29
Bola.net - Dalam lima edisi terakhir Piala Dunia, Timnas Australia tak pernah absen ambil bagian. Namun, mereka sedikit kesulitan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Terkini, langganan Piala Dunia itu dibuat mati kutu saat melawan Timnas Indonesia di Jakarta.
Timnas Indonesia menjamu Australia di SUGBK, Jakarta, pada matchday 2 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga, Selasa (10/9/2024). Pertandingan Indonesia vs Australia ini berkesudahan imbang 0-0.
Australia, yang saat ini menempati peringkat 24 di ranking FIFA, sebenarnya sangat mendominasi jalannya pertandingan. Tim asuhan Graham Arnold itu unggul penguasaan bola 63% dan mencatatkan jumlah tembakan lebih banyak (19-5). Dari 19 tembakan itu, lima di antaranya tepat sasaran, tapi semuanya dimentahkan oleh Maarten Paes yang tampil solid sebagai benteng terakhir Skuad Garuda.
Pada matchday pertama, Australia kalah 0-1 dari Bahrain di kandang. Sekarang, mereka main imbang tanpa gol melawan tim peringkat 133 dunia, Indonesia.
Alhasil, sejauh ini, Australia masih tanpa gol dan baru mengumpulkan satu poin. Mereka berada di bawah Jepang (6), Arab Saudi (4), Bahrain (3), dan Indonesia (2). Australia cuma setingkat di atas China (0).
Hasil negatif dalam dua pertandingan ini membuat netizen Australia geram. Setelah pertandingan melawan 'King Indo' (julukan netizen Indonesia untuk Skuad Garuda), mereka beramai-ramai menyuarakan kekecewaan dalam unggahan di akun media sosial resmi Timnas Australia.
Lawan rank 133, dan kita tak bisa cetak gol
Indonesia peringkat 133 dunia. Namun, kita tak bisa cetak gol lawan mereka!
Lebih memalukan daripada Raygun
Kalian bahkan lebih memalukan daripada Raygun di final breakdance Olimpiade.
Pecat itu pelatihnya
Sepak bola yang memalukan.
180 menit, nol gol.
Nol solusi.
Nol kreativitas.
Satu-satunya tim yang tidak mencetak gol di grup.
Pecat Arnold sekarang! 1 poin dari kemungkinan 6. Tidak cukup bagus!
Pecat gak?!
Pelatih ini payah. Pecat dia.
Main kok gampang ketebak
Bagaimana Australia bisa menjadi begitu mudah ditebak. Lawan tahu bahwa yang perlu dilakukan hanyalah menjaga pemain paling berbahaya, Souttar. Apakah pelatih ini punya rencana cadangan? Pelatih tidak mempelajari tim lawan. Pantas saja Australia masih tanpa kemenangan.
Kami butuh PERUBAHAN!
Seperti yang diduga, penampilan yang tidak menghasilkan apa-apa lagi. Umpan ke belakang tanpa keyakinan, terlalu takut untuk menembak, dan ketika menembak, langsung ke kiper. Rencana permainan yang sama, dan pemain-pemain yang tidak memberikan kontribusi terus menghambat kita. Begitulah Socceroos di bawah Arnold. Sesuatu harus diubah.
Kalo gini, mending gak usah lolos Piala Dunia
Mungkin ini adalah sepak bola paling membosankan yang pernah saya tonton. Saya benar-benar berharap kita tidak lolos ke Piala Dunia daripada hanya akan mempermalukan diri sendiri.
Kalo gak bisa cetak gol dengan statistik seperti ini, pasti ada yang salah
Jika Anda tidak bisa mencetak gol dengan statistik seperti ini, berarti ada sesuatu yang sangat salah.
Perubahan besar diperlukan.
Ganti pelatih dan mainkan tim muda selama empat tahun ke depan, lalu bangun perlahan. Jangan mencoba setengah hati untuk menang di Piala Dunia berikutnya, dan kemudian tidak berinvestasi.
Tapi kita harus akui kuatnya pertahanan Indonesia
Jujur saja, kalian harus respek pada pertahanan Indonesia.
Netizen Indonesia tentu saja ikut nimbrung dong
Kaget ya King Indo jago?
Rank itu hanya angka
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Yang Belum Dirasakan Jay Idzes di Timnas Indonesia: Kalah!
- 2 Laga Argentina Tanpa Lionel Messi: Hajar Chile, lalu Jadi Korban Revans Kolombia
- Bikin Merinding! Momen Khidmat Yoo Jae-hoon Nyanyikan Indonesia Raya
- Rekap Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Jepang Ngamuk, Arab Saudi Comeback, Indonesia Tahan Peringkat 24 Dunia
- Hanya Butuh Dua Laga Saja, Timnas Indonesia Samai Prestasi Thailand di Ajang Kualifikasi Piala Dunia
- 5 Pelajaran dari Hasil Imbang Timnas Indonesia vs Timnas Australia: Rapet Sih Pertahanannya, Tapi Masa Andalkan Bertahan Melulu?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Juventus vs Benfica: Khephren Thuram
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:31
-
Man of the Match Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:16
-
Hasil Atalanta vs Bilbao: Comeback Dramatis, Athletic Menang 3-2 di Bergamo
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:45
LATEST UPDATE
-
Main di Kandang, Bandung BJB Tandamata Target Sapu Bersih demi ke Final Four Proliga 2026
Voli 22 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 22 Januari 2026, 09:16
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Januari 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:41
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Pekan Ketiga Putaran I di Bandung, 22-25 Januari 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Rapor Pemain Juventus: McKennie Menyala, Benfica Pulang Tertunduk
Bola Indonesia 22 Januari 2026, 08:23
-
Daftar Lengkap Tim Lolos Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 22 Januari 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Liverpool vs Marseille: Dominik Szoboszlai Cetak Gol Free Kick Cerdik
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:39
-
Man of the Match Juventus vs Benfica: Khephren Thuram
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:31
-
Man of the Match Bayern Munchen vs Union Saint-Gilloise: Harry Kane
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:10
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





