Usai Kalah dari Arab Saudi, Patrick Kluivert Diminta Redam Ego untuk Kebangkitan Timnas Indonesia
Aga Deta | 9 Oktober 2025 13:53
Bola.net - Pengamat sepak bola asal Malang, Gusnul Yakin, menyoroti kekalahan Timnas Indonesia 2-3 dari Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Ia menilai pelatih Patrick Kluivert terlalu percaya diri setelah dua laga FIFA Matchday September melawan Chinese Taipei dan Lebanon.
Menurut Gusnul, kepercayaan diri berlebihan itu justru merugikan Timnas Indonesia saat menghadapi Arab Saudi. Jay Idzes dkk. kesulitan menahan tekanan tuan rumah di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
"Ego Patrick Kluivert terlalu tinggi. Dia boleh bangga dengan prestasinya sebagai pemain, tapi dia tak sadar kalau ilmu kepelatihannya masih minim. Egoisme ini harus diturunkan ketika Timnas Indonesia menghadapi Irak," kata Gusnul Yakin kepada Bola.com.
Kekalahan dari Arab Saudi juga memperlihatkan kelemahan dalam membaca permainan. Gusnul menilai Kluivert lambat menyesuaikan strategi dan melakukan pergantian pemain di momen krusial.
Lambat Menangkap Situasi Permainan

Gusnul menilai ego tinggi Kluivert membuat asistennya seperti Alex Pastoor dan Danny Landzat kurang berperan di Timnas Indonesia.
"Mereka merancang taktik bersama. Tapi saya duga soal pemilihan starting XI dan pergantian pemain mutlak di tangan Patrick Kluivert. Ini saya amati ketika Patrick Kluivert lambat membaca permainan dan pergantian pemain di saat genting," jelasnya.
Ketika pertandingan menghadapi Arab Saudi berada di momen krusial, Timnas Indonesia lambat merespons. Hal ini terlihat jelas saat strategi tim tidak efektif menghadapi tekanan lawan.
Lini Pertahanan Tetap Andalan

Menurut Gusnul, tiga pemain belakang, Kevin Diks, Jay Idzes, dan kiper Maarten Paes, menunjukkan performa bagus.
"Duet Kevin Diks dan Jay Idzes, saya kira juga dipaksakan. Untung saja mereka main bagus. Terutama Maarten Paes. Jika ketiganya tampil buruk, berapa gol yang masuk gawang Timnas Indonesia," tambahnya.
Disadur dari: Bola.com (Gatot Sumitro, Yus Mei Sawitri) 9 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Messi, Inggris, dan Pertemuan Perdana yang Dinanti
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:48
-
Prancis vs Spanyol: Rekor Pertemuan Mbappe vs Yamal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:43
-
Kegigihan Bawa Argentina Terus Melangkah
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:36
-
Pendekatan Keras Tuchel yang Membentuk Mental Inggris di Panggung Dunia
Piala Dunia 13 Juli 2026, 12:46
LATEST UPDATE
-
Noni Madueke tak Lebih Baik dari Kabel!
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:32
-
Persebaya Perkuat Skuad, Francisco Rivera Optimistis Sambut Musim Baru
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 18:12
-
Daftar 7 Pemain Timnas Indonesia yang Berlaga di Eredivisie 2026/2027
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 17:58
-
Here We Go! Gantikan Ederson, Manchester United Rekrut Youri Tielemans
Liga Inggris 13 Juli 2026, 17:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina 16 Juli 2026
Piala Dunia 13 Juli 2026, 17:00
-
Prancis Belajar dari Luka
Piala Dunia 13 Juli 2026, 16:58
-
4 Skenario Final Piala Dunia 2026, 4 Cerita Besar
Piala Dunia 13 Juli 2026, 15:56
-
Messi, Inggris, dan Pertemuan Perdana yang Dinanti
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:48
-
Prancis vs Spanyol: Rekor Pertemuan Mbappe vs Yamal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:43
-
Kegigihan Bawa Argentina Terus Melangkah
Piala Dunia 13 Juli 2026, 14:36
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







