5 Pelajaran Rapid Vienna vs Arsenal: Tanpa Mesut Ozil, The Gunners Minim Kreativitas
Yaumil Azis | 23 Oktober 2020 08:41
Bola.net - Arsenal memulai langkahnya di fase grup Liga Europa 2020/21 dengan sangat mulus. Pada laga pertamanya melawan Rapid Vienna di Allianz Stadium, Kamis (22/10/2020) malam, pasukan Mikel Arteta menjadi pemenang dengan skor tipis 2-1.
Meskipun di atas kertas Rapid Wien kalah dari Arsenal, namun setidaknya mereka mampu memberikan perlawanan. Bahkan sang tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Taxiachis Fountas pada menit ke-51.
Gol balasan Arsenal akhirnya tercipta melalui sundulan David Luiz pada menit ke-70. Lalu, mereka berbalik unggul empat menit setelahnya setelah Pierre-Emerick Aubameyang sukses memanfaatkan umpan silang mendatar dari Hector Bellerin.
Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari pertandingan antara Rapid Vienna vs Arsenal ini. Informasi selengkapnya yang disadur dari Sportskeeda bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.
Thomas Partey Tampil Impresif
Ini bukan laga pertama buat mantan pemain Atletico Madrid tersebut bersama Arsenal. Ia sudah menjalani laga debutnya waktu menghadapi Manchester City sebagai pengganti, tapi hanya punya waktu sedikit untuk meninggalkan kesan.
Ia berhasil menjawab kepercayaan dari Mikel Arteta saat diberi kesempatan bermain sejak menit awal kontra Rapid Vienna. Ia cukup aktif membantu serangan dan seringkali melakukan tusukan ke kotak penalti lawan dari belakang.
Saat bertahan, Partey juga menunjukkan kontribusi yang memuaskan. Ia mencatatkan lima kali tackling pada laga tersebut dan merebut bola sebanyak delapan kali. Ia pun berhasil menggagalkan peluang emas Rapid Vienna di babak pertama.
Tanda Positif dari Rapid Wien
Pada 70 menit pertama, Rapid Vienna tampil impresif dan bahkan sempat mengungguli Arsenal yang merupakan klub raksasa di Inggris. Mereka tidak menunjukkan rasa gentar sama sekali terhadap the Gunners.
Paling tidak, Vienna pantas mendapatkan sedikitnya satu poin dari pertandingan kali ini. Secara statistik, mereka tak begitu buruk dengan catatan 12 kali tembakan. Walaupun Vienna kalah telak dari segi penguasaan bola dari Arsenal.
Vienna tidak henti-hentinya melakukan tekanan saat tidak menguasai bola. Gol pertamanya tercipta berkat keuletan ini, yang membuat Bernd Leno sampai melakukan kesalahan di depan gawangnya sendiri.
Tanpa Ozil, Arsenal Minim Kreativitas
Arsenal nampaknya sadar akan satu kekurangannya, yakni kreativitas. Itulah yang menjadi alasan mengapa the Gunners terus mendesak Olympique Lyon melepas Houssem Aouar di bursa transfer musim panas kemarin.
Mereka dipastikan gagal begitu bursa transfer ditutup pada awal bulan Oktober ini. Sebenarnya Arsenal masih memiliki sosok yang bisa memberikan kreativitas di dalam diri Mesut Ozil.
Entah mengapa, Arteta sangat kukuh tidak memainkan pria berkebangsaan Jerman tersebut. Ia tidak mendaftarkan nama Ozil dalam skuad untuk Liga Europa bahkan Premier League sekalipun.
Pada laga kali ini, sangat terlihat jelas bahwa Arsenal butuh sosok yang memiliki kreativitas tinggi untuk membongkar lini pertahanan lawan. Ini baru Vienna. Suatu hari nanti, Arsenal akan bertemu klub yang memiliki benteng lebih kokoh lagi.
Senjata Bisa Memakan Tuan
Mikel Arteta baru bergabung dengan Arsenal pada akhir tahun 2019 lalu. Namun hanya dalam rentang waktu beberapa bulan saja, ia sudah menerapkan beberapa formasi berbeda. Mulai dari 4-4-2, 5-4-1, hingga pada malam ini 4-3-3.
Fleksibilitas formasi ini bagus. Dengan ini, Arsenal jadi bisa menyesuaikan diri dengan lawannya. Namun konsep tersebut juga bisa memberikan kerugian karena para pemain terus dihadapkan dengan posisi dan pola yang tidak familiar.
Selain itu, Arteta cukup gemar 'mengundang' tekanan dari pemain lawan dengan memainkan bola di garis pertahanan sendiri. Strategi ini mungkin cocok buat dihadapkan dengan lawan yang berat, namun tidak dengan tim yang ulet dalam merebut bola dari lawan.
Ancaman sudah terlihat pada pertandingan kali ini. Ada beberapa momen di mana Bernd Leno melakukan kesalahan karena memainkan bola di sektor belakang, salah satunya berujung pada gol Rapid Vienna.
Mental Teruji Bernd Leno
Bisa dikatakan bahwa ini adalah laga terburuk Bernd Leno selama berseragam Arsenal. Bukan cuma bertanggung jawab atas gol yang dicetak Rapid Vienna, ia juga melakukan dua kali blunder selama 90 menit di lapangan.
Blunder adalah ujian terbesar bagi seorang pemain, terlebih kiper karena bisa berujung pada gol. Sebagaimana yang kerap terjadi kepada Kepa Arrizabalaga maupun David De Gea. Tapi Leno membuktikan kalau mentalnya tidak kacangan.
Ia tetap memainkan perannya sebagai 'sweeper keeper' meski sudah melakukan kesalahan fatal. Pria asal Jerman tersebut tetap berani meninggalkan gawang untuk ikut bermain dengan rekan-rekannya di pertahanan.
(Sportskeeda)
Baca Juga:
- Konflik Mesut Ozil vs Arsenal Disebut Murni Kebodohan, Mengapa?
- Arsenal Menang Sih, Tapi Netizen Masih Lebih Tertarik Bahas Kontroversi Mesut Ozil
- Highlights Liga Europa: Rapid Vienna 1-2 Arsenal
- Ozil Dukung Tim Lewat Twitter, Arteta: Itu Bagus!
- Arsenal Lagi-Lagi Kebobolan karena Asyik Main di Belakang, Begini Jawaban Arteta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







