Chelsea vs Arsenal di Final Liga Europa: Tekanan Bakal Jadi Penentu
Richard Andreas | 29 Mei 2019 12:00
Bola.net - - Kiper Arsenal, Petr Cech menjelaskan perbedaan tekanan yang dia rasakan selama membela The Gunners dengan masanya menjadi kiper Chelsea bertahun-tahun yang lalu. Menurut Cech, Arsenal yang sekarang sudah mulai belajar caranya memanfaatkan tekanan dengan baik.
Musim ini adalah musim pertama Unai Emery sebagai pelatih anyar Arsenal. Artinya, ada banyak perubahan yang sudah dan sedang dialami Arsenal, khususnya soal perubahan mental.
Meski perkembangan Arsenal belum terlihat jelas, setidaknya Emery telah membentuk tim yang kompetitif. Semangat juang itu sempat hilang di era Arsene Wenger, dan kini kembali bersama Emery.
Cech merupakan saksi perubahan itu, dan dia yakin Arsenal yang sekarang lebih siap menghadapi tekanan. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Berbeda
Cech merasa Arsenal yang sekarang lebih memahami kewajiban untuk menang tersebut. Pada masa Arsene Wenger, skuat Arsenal cenderung meremehkan hasil-hasil buruk, kini mereka merasakan tekanan yang lebih intens, juga tekanan dari fans.
"Arsene [Wenger] merupakan pria sejati. Meski dia benci kekalahan, dia tetap menjadi pria. Jika anda kalah, menang, kalah, menang, dia terus melaju. Itu sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya," tutur Cech kepada Irish Examiner.
"[Sekarang] saya merasa ketika Arsenal harus menang, kami menang. Tidak peduli di mana pun, kami menang, sebab api itu berada tepat di belakang kami dan kami sungguh harus menang. Tekanan itulah yang mendorong kami."
Tekanan untuk Menang
Lebih lanjut, Cech yakin tekanan itu bagus bagi Arsenal. Tekanan itulah yang mendorong mereka tampil lebih baik lagi dan pada akhirnya memetik kemenangan.
"Saya sungguh tidak setuju denan orang-orang yang berkata: 'ketika tekanan itu tiba, anda tidak akan menang'. Tidak, saya kira kami justru kehilangan poin ketika tidak ada tekanan yang cukup."
"Jadi, kami melawat ke Everton [7 April]. Anda tahu jika anda menang, anda akan menembus peringkat ketiga, kalah, anda tetap di peringkat keempat. Kami kalah. Pekan itu, melawan Wolves, situasinya sama," lanjutnya.
"Selalu ada perlindungan itu, selalu ada: 'itu tidak terlalu buruk'. Mungkin kami seharusnya menciptakan lebih banyak tekanan pada setiap pemain yang akan memaksa orang-orang tampil lebih baik," tutup Cech.
Arsenal harus bisa memanfaatkan tekanan itu ketika menghadapi Chelsea di final Liga Europa 2018/19, Kamis (30/5) dini hari WIB nanti.
Baca Juga:
Arsenal Jago Mencetak Banyak Gol, Lacazette Puji Aubameyang dan Ozil
Tak Pernah Cemburu, Begini Apiknya Koneksi Aubameyang-Lacazette di Lini Serang Arsenal
Duel Chelsea vs Arsenal di Final Liga Europa Bisa Pengaruhi Liga Champions Musim Depan, Kok Bisa?
9 Fakta Menarik Duel Final Liga Europa Chelsea Vs Arsenal
Jadwal Final Liga Europa Malam Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tutup Pintu Keluar untuk 4 Pemain 'Tak Tersentuh' Ini
Liga Inggris 3 Juni 2026, 23:27
-
4 Pelatih yang Dipecat Chelsea Kini Beraksi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juni 2026, 13:42
LATEST UPDATE
-
Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Piala Dunia 7 Juni 2026, 14:33
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















