Hasil Lille vs Red Star Belgrade: Calvin Verdonk Duduk Manis di Bangku Cadangan, Tuan Rumah Telan Kekalahan

Ari Prayoga | 20 Februari 2026 05:14
Hasil Lille vs Red Star Belgrade: Calvin Verdonk Duduk Manis di Bangku Cadangan, Tuan Rumah Telan Kekalahan
Duel Lille vs Red Star Belgrade di Liga Europa, Jumat (20/2/2026). (c) AP Photo/Jean-Francois Badias

Bola.net - Harapan Lille untuk melaju ke babak 16 besar Liga Europa musim ini mendapat pukulan telak. Menjamu Red Star Belgrade pada leg pertama play-off, Jumat (20/2/2026) dini hari WIB, Les Dogues harus mengakui keunggulan tamu dengan skor tipis 0-1 di kandang sendiri.

Dalam laga ini, bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk hanya duduk di bangku cadangan selama 90 menit penuh. Ia kalah bersaing dengan Romain Perraud di pos bek kiri.

Advertisement

Hasil ini bukan hanya menyulitkan langkah Lille jelang leg kedua di Serbia pekan depan, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap pelatih Bruno Genesio.

Sejak awal 2026, kekalahan ini menjadi yang ketujuh kali di bawah kepemimpinannya, sebuah catatan yang jelas memicu tanda tanya besar soal konsistensi tim.

1 dari 2 halaman

Start Gugup, Lille Dipaksa Bertahan

Sejak peluit awal dibunyikan, Lille tampil di bawah tekanan. Red Star Belgrade langsung mengambil inisiatif serangan dan mencoba menghantam lebih dulu. Kombinasi Vladimir Lučić dan Jay Enem nyaris membuka keunggulan cepat, sebelum intervensi krusial Nathan Ngoy menggagalkan peluang berbahaya di kotak penalti.

Sepanjang babak pertama, pola permainan berjalan serupa. Lille kerap melakukan kesalahan sendiri (unforced errors) yang memaksa lini belakang bekerja ekstra keras. Mereka seperti hidup di ujung tanduk, terus ditekan dan dipaksa bertahan dalam situasi genting.

Meski mencoba mendorong banyak pemain ke depan, serangan Lille minim efektivitas. Penjaga gawang Zvezda, Matheus, relatif jarang mendapatkan ancaman serius.

2 dari 2 halaman

Gol di Ujung Babak, Mental Tuan Rumah Runtuh

Dominasi Red Star Belgrade akhirnya berbuah hasil menjelang turun minum. Berawal dari situasi sepak pojok, umpan mendatar Tomas Handel sukses disambar Franklin Tebo Uchenna yang berdiri di posisi tepat. Bola bersarang ke gawang dan membungkam publik tuan rumah.

Masih ada waktu bagi Lille untuk memulai ulang permainan sebelum peluit panjang berbunyi, tetapi respons yang terdengar justru siulan kekecewaan dari tribune.

Memasuki babak kedua, Génésio langsung mengakhiri eksperimen menempatkan Ayyoub Bouaddi sebagai bek kanan darurat. Gelandang muda itu dikembalikan ke posisi aslinya, sementara Tiago Santos masuk menggantikan Hakon Arnar Haraldsson. Nabil Bentaleb juga diturunkan untuk menambah kreativitas, menggantikan Ngal’ayel Mukau.

Perubahan tersebut memberi sedikit stabilitas, tetapi problem utama Lille yakni ketajaman di depan gawang tak kunjung teratasi.

Peluang terbaik tuan rumah kembali datang dari bola mati. Sepak pojok Bentaleb menemukan Aïssa Mandi di tiang dekat, namun bek tengah itu gagal menuntaskan peluang di tengah kepungan pemain berbaju putih.

Di sisi lain, Red Star Belgrade justru lebih berbahaya saat menyerang balik. Kiper Berke Ozer harus melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan upaya Marko Arnautović, yang hampir menggandakan keunggulan tim tamu.

Tambahan waktu tujuh menit di akhir laga tak cukup mengubah keadaan. Pertandingan memang minim peluang bersih, dan satu gol sudah cukup bagi wakil Serbia untuk membawa pulang kemenangan.