Review: Benfica Pukul Balik Fenerbahce
Editor Bolanet | 3 Mei 2013 04:01
- Melakoni second leg semifinal Liga Europa di depan publik sendiri (3/5), mampu menyingkirkan dengan skor 3-1 dan memastikan lolos ke final Liga Europa.
Dengan kemenangan yang diraih di Estadio da Luz tersebut, Benfica berhak melaju ke Amsterdam Arena dengan agregat 3-2. Sedangkan Fenerbahce harus rela melepaskan kesempatan tampil di final meski pada pertemuan pertama lalu mereka menang 1-0.
Gol pertama Benfica diciptakan oleh Nicolas Gaitan pada menit ke sembilan. Baru di menit ke 23 Dirk Kuyt menyamakan kedudukan melalui titik putih. Tuan rumah kembali memimpin dan memastikan kemenangan berkat aksi Oscar Cardozo di menit ke 35 dan 66.
Balas dendam. Itulah motivasi yang diusung Benfica di leg kedua semifinal Liga Europa dini hari tadi. Tertinggal agregat satu gol membuat Benfica bernafsu menjegal langkah Fenerbahce. Usaha tuan rumah terbukti manjur. Babak pertama belum genap sepuluh menit, Gaitan mampu mengobarkan asa lolos menuju Amsterdam Arena.
Namun tim tamu tidak tinggal diam. Datang hanya membutuhkan hasil seri, anak asuh Aykut Kocaman berhasil menjaga peluang lolos ke final setelah Kuyt yang menjadi algojo penalti tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.
Malang bagi tim tamu, aksi impresif tuan rumah memaksa kembali memungut bola dari gawangnya sendiri. Kali ini Cardozo yang mencatatkan namanyan di papan skor dan membawa Benfica unggul 2-1.
Memasuki babak kedua, keberuntungan semakin menjauh dari Fenerbahce. Lagi-lagi Cardozo menjadi mimpi buruk bagi Kuyt dan kawan-kawan. Tendangan kaki kiri pemain asal Paraguay tersebut sukses menjebol gawang Volkan dan membuat timnya unggul 3-1.
Dengan skor tersebut Benfica berada di atas angin dan tinggal menunggu pertandingan berakhir untuk memastikan lolos ke final Liga Europa. Kendati demikian, anak asuh Jorge Jesus enggan mengendurkan serangan.
Sebaliknya, Fenerbahce yang tertekan secara permainan dan terancam tersingkir hanya mampu membalas serangan tuan rumah melalui counter attack.
Sampai di menit-menit akhir pertandingan kondisi berbalik. Kini giliran tuan rumah yang fokus memperkuat pertahanan. Sedangkan di kubu Fenerbahce terus menaikkan tempo serangan demi mimpi lolos ke final.
Namun hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol lagi yang tercipta dan skor tetap 3-1 untuk kemenangan Benfica.
Starting line-up kedua tim:
BENFICA (4-3-3): Artur, Luisao, Pereira, Garay, Almeida, Gaitan (Rodrigo 90'+3'), Matic, Perez, Cardozo (Urretaviscaya 87'), Lima, Salvio.
FENERBAHCE (4-2-3-1): Volkan; Egemen, Yobo (Stoch 75'), Ziegler, Gokhan (İrtegün 65'); Selcuk (Topuz 45'), Caner; Ucan, Cristian, Kuyt; Sow. (bola/gag)
Dengan kemenangan yang diraih di Estadio da Luz tersebut, Benfica berhak melaju ke Amsterdam Arena dengan agregat 3-2. Sedangkan Fenerbahce harus rela melepaskan kesempatan tampil di final meski pada pertemuan pertama lalu mereka menang 1-0.
Gol pertama Benfica diciptakan oleh Nicolas Gaitan pada menit ke sembilan. Baru di menit ke 23 Dirk Kuyt menyamakan kedudukan melalui titik putih. Tuan rumah kembali memimpin dan memastikan kemenangan berkat aksi Oscar Cardozo di menit ke 35 dan 66.
Balas dendam. Itulah motivasi yang diusung Benfica di leg kedua semifinal Liga Europa dini hari tadi. Tertinggal agregat satu gol membuat Benfica bernafsu menjegal langkah Fenerbahce. Usaha tuan rumah terbukti manjur. Babak pertama belum genap sepuluh menit, Gaitan mampu mengobarkan asa lolos menuju Amsterdam Arena.
Namun tim tamu tidak tinggal diam. Datang hanya membutuhkan hasil seri, anak asuh Aykut Kocaman berhasil menjaga peluang lolos ke final setelah Kuyt yang menjadi algojo penalti tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.
Malang bagi tim tamu, aksi impresif tuan rumah memaksa kembali memungut bola dari gawangnya sendiri. Kali ini Cardozo yang mencatatkan namanyan di papan skor dan membawa Benfica unggul 2-1.
Memasuki babak kedua, keberuntungan semakin menjauh dari Fenerbahce. Lagi-lagi Cardozo menjadi mimpi buruk bagi Kuyt dan kawan-kawan. Tendangan kaki kiri pemain asal Paraguay tersebut sukses menjebol gawang Volkan dan membuat timnya unggul 3-1.
Dengan skor tersebut Benfica berada di atas angin dan tinggal menunggu pertandingan berakhir untuk memastikan lolos ke final Liga Europa. Kendati demikian, anak asuh Jorge Jesus enggan mengendurkan serangan.
Sebaliknya, Fenerbahce yang tertekan secara permainan dan terancam tersingkir hanya mampu membalas serangan tuan rumah melalui counter attack.
Sampai di menit-menit akhir pertandingan kondisi berbalik. Kini giliran tuan rumah yang fokus memperkuat pertahanan. Sedangkan di kubu Fenerbahce terus menaikkan tempo serangan demi mimpi lolos ke final.
Namun hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol lagi yang tercipta dan skor tetap 3-1 untuk kemenangan Benfica.
Starting line-up kedua tim:
BENFICA (4-3-3): Artur, Luisao, Pereira, Garay, Almeida, Gaitan (Rodrigo 90'+3'), Matic, Perez, Cardozo (Urretaviscaya 87'), Lima, Salvio.
FENERBAHCE (4-2-3-1): Volkan; Egemen, Yobo (Stoch 75'), Ziegler, Gokhan (İrtegün 65'); Selcuk (Topuz 45'), Caner; Ucan, Cristian, Kuyt; Sow. (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













